Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Orang yang Pamer Kemesraan di Media Sosial, Apa Benar-benar Bahagia?

Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 07 Agu 2015 19:50 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta - Tak sedikit orang yang menjadikan media sosial untuk berbagi kehidupan pribadinya, termasuk dalam urusan percintaan. Biasanya, pasangan berusaha menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa mereka bahagia. Mulai dari foto liburan, atau saling bertukar pesan dan komentar romantis. Namun apa benar mereka begitu dimabuk cinta?

"Kemungkinan mereka jatuh cinta seperti itu, mereka hanya ingin memberitahukan pada dunia tentang itu. Terasa menyenangkan membicarakan tentang kebahagian, walaupun tak semua orang senang mendengarnya," ujar Tina B. Tessina, PhD., psikiater dan penulis buku Dr. Romance’s Guide to Dating in the Digital Age.

Sebuah studi dilakukan oleh Albright College, mengevaluasi 93 pengguna Facebook untuk melihat bagaimana kehidupan percintaan mereka lewat media sosial. Hasilnya, beberapa memang benar-benar bahagia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di penelitian ini, aku menemukan bahwa mereka yang puas dengan hubungannya akan lebih sering update status dan foto bersama pasangan," tutur Gwendolyn Seidman, Ph.D., profesor psikologi di Albright College, Pennsylvania.

Baca Juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram

Namun riset itu mengembangkan kemungkinan lain, yakni berhubungan dengan kepercayaan diri. Ketika hubungan terlihat baik-baik saja di permukaan, mereka cenderung merasa lebih percaya diri.

"Aku juga menemukan bahwa orang yang memiliki kepercayaan diri rendah, lebih mungkin untuk menampilkan informasi atau foto untuk memamerkan hubungan mereka. Ini mungkin jadi cara untuk meyakinkan dirinya sendiri dan orang lain, bahwa hubungan baik-baik saja," tambah Gwendolyn.

Faktor lainnya yang menjadi alasan seseorang untuk pamer kemesraan di media sosial adalah karena mereka memiliki masa lalu yang mengecewakan. Oleh karena itu mereka terlihat lebih merayakan apa yang dimiliki saat ini. Dengan kata lain, mereka tak hanya memberitahu dunia betapa bahagianya kehidupan yang sekarang, namun juga ungkapan bersyukur telah berada di hubungan yang baik.

Namun bagi Anda yang tak suka mengumbar kemesraan di media sosial, bukan berarti tidak bahagia. "Itu artinya Anda tidak merasa nyaman dengan mengumbar privasi di media sosial. Anda tahu teman Anda tidak butuh untuk tahu apa yang terjadi di hidup Anda, atau Anda lebih senang memberitahunya secara privat," ujar Tina.

(asf/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads