Saat Kekasih Minta Break Dalam Hubungan Asmara, Harus Bagaimana?
Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 26 Jun 2015 19:38 WIB
Jakarta
-
Saat hubungan telah memanas, tak jarang kata-kata break atau vakum menjadi jawaban yang dipilih salah satu pihak. Solusi ini dirasa paling tepat jika dibandingkan dengan putus cinta. Namun benarkah demikian?
"Break itu kata lainnya putus percobaan. Alasan mereka sih supaya bisa mengambil waktu untuk berpikir jernih, siapa tahu nanti jadi kangen. Jadi mereka itu seperti berharap setelah nggak ketemu dan menghilang, masalahnya juga ikutan hilang. Justru malah mereka itu lari dari masalah," tuturnya konsultan percintaan Kei Savourie kepada Wolipop.
Seperti yang diungkap Kei, break sama artinya bahwa Anda atau pasangan tak berani tegas untuk mengambil keputusan. Lalu, apabila hal ini menimpa Anda, apa yang sebaiknya dilakukan?
Kei Savourie berpendapat bahwa apabila salah satu pihak sudah mengeluarkan jurus jitunya dengan mengatakan 'kita break saja ya', tidak ada salahnya menganggap bahwa Anda telah benar-benar mengakhiri hubungan. "Biasanya yang curhat dengan saya itu pihak yang di break-in. Saran saya, langsung saja anggap sudah putus dan lakukan langkah-langkah move on," tuturnya.
Pendiri sebuah situs konsultasi percintaan ini mengatakan, selama masa break, sebaiknya tidak perlu menghubungi pasangan lagi. Hal ini dapat mengakibatkan pihak yang meminta break semakin merasa kesal atas 'gangguan' yang ditimbulkan.
"Mereka mikirnya seperti ini, 'Ah lo ganggu banget sih, mau lo apa sih? Kan kita lagi break'. Nanti malah semakin menggulung masalahanya, jadi semakin stres," imbuhnya lagi.
Jika sudah demikian, langkah yang paling baik diambil adalah benar-benar move on. Anda bisa memulainya dengan tak menghubungi dia dan melihat media sosialnya sama sekali. Mulailah untuk memikirkan kesenangan diri sendiri dan banyak habiskan waktu bersama keluarga dan sahabat.
Ketika waktu break yang ditentukan sudah berakhir, Anda pelu tegas untuk mempertanyakan kembali status dari hubungan itu. Menurut psikolog Ayoe Sumanto, tanyakanlah kepada pasangan apa penyebab ia mengajukan break, apa yang melatar belakanginya memutuskan untuk break. "Apa bosan dan jenuh? Atau hanya ingin lari dari masalah? Ingat, permasalahan yang dihadapi itu sebaiknya diselesaikan, bukannya dibiarkan begitu saja," jelas psikolog yang sehari-harinya praktek di kawasan Cikarang, Jawa Barat itu kepada Wolipop.
(asf/asf)
"Break itu kata lainnya putus percobaan. Alasan mereka sih supaya bisa mengambil waktu untuk berpikir jernih, siapa tahu nanti jadi kangen. Jadi mereka itu seperti berharap setelah nggak ketemu dan menghilang, masalahnya juga ikutan hilang. Justru malah mereka itu lari dari masalah," tuturnya konsultan percintaan Kei Savourie kepada Wolipop.
Seperti yang diungkap Kei, break sama artinya bahwa Anda atau pasangan tak berani tegas untuk mengambil keputusan. Lalu, apabila hal ini menimpa Anda, apa yang sebaiknya dilakukan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendiri sebuah situs konsultasi percintaan ini mengatakan, selama masa break, sebaiknya tidak perlu menghubungi pasangan lagi. Hal ini dapat mengakibatkan pihak yang meminta break semakin merasa kesal atas 'gangguan' yang ditimbulkan.
"Mereka mikirnya seperti ini, 'Ah lo ganggu banget sih, mau lo apa sih? Kan kita lagi break'. Nanti malah semakin menggulung masalahanya, jadi semakin stres," imbuhnya lagi.
Jika sudah demikian, langkah yang paling baik diambil adalah benar-benar move on. Anda bisa memulainya dengan tak menghubungi dia dan melihat media sosialnya sama sekali. Mulailah untuk memikirkan kesenangan diri sendiri dan banyak habiskan waktu bersama keluarga dan sahabat.
Ketika waktu break yang ditentukan sudah berakhir, Anda pelu tegas untuk mempertanyakan kembali status dari hubungan itu. Menurut psikolog Ayoe Sumanto, tanyakanlah kepada pasangan apa penyebab ia mengajukan break, apa yang melatar belakanginya memutuskan untuk break. "Apa bosan dan jenuh? Atau hanya ingin lari dari masalah? Ingat, permasalahan yang dihadapi itu sebaiknya diselesaikan, bukannya dibiarkan begitu saja," jelas psikolog yang sehari-harinya praktek di kawasan Cikarang, Jawa Barat itu kepada Wolipop.
(asf/asf)
Pakaian Wanita
Lebih Mudah Ibadah Saat Bepergian atau Mudik! 3 Legging Wudhu Friendly Praktis untuk Muslimah
Pakaian Wanita
Sandal Wanita Simpel! Pilihan Nyaman untuk Jalan Santai hingga Aktivitas Harian
Perawatan dan Kecantikan
Concealer Full Coverage Tahan Seharian, Rahasia Makeup Lebaran Tetap Flawless dari Pagi sampai Malam
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Cerah dan Glowing Lebih Praktis dengan Duo Andalan Numbuzin No.5 untuk Mengatasi Noda Hitam!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tipe Orang Saat Mudik Berdasarkan Zodiak, Kamu Santai atau Panikan? (Bag. 2)
Ramalan Zodiak Cinta 18 Maret: Taurus Harmonis, Gemini Makin Romantis
Tipe Orang Saat Mudik Berdasarkan Zodiak, Kamu Santai atau Panikan? (Bag. 1)
Ramalan Zodiak 18 Maret: Libra Jangan Menonjol, Scorpio Hargai Perasaannya
Ramalan Zodiak 18 Maret: Cancer Jangan Mudah Percaya, Leo Lebih Tegas
Most Popular
1
7 Aktris yang Menggunduli Rambut Demi Peran, Terbaru Emma Stone
2
Momen Seru Cinta Laura Ikutan War Takjil, Pilihan Makanannya Bikin Salfok
3
Adegan Ciuman Panas Ju Ji Hoon & Ha Ji Won Viral, Disebut Couple Salah Genre
4
Foto: Timothee Chalamet Cium Kylie Jenner di After Party Oscar 2026
5
Tren Makeup Lebaran 2026: Glowing Ala Red Carpet
MOST COMMENTED











































