Penyebab dan Cara Mengatasi Hubungan yang Putus-nyambung

Kiki Oktaviani - wolipop Selasa, 16 Jun 2015 19:03 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta -

Hubungan yang putus nyambung bukanlah cerita baru dalam sebuah hubungan asmara. Teman, saudara atau bahkan kita sendiri mungkin pernah terjebak dalam hubungan seperti itu. Seperti yang terungkap dalam sebuah penelitian, mengungkapkan bahwa sebanyak 60% pasangan pasti pernah menjalani hubungan 'labil' tersebut.

Alasan seseorang terjebak dalam hubungan putus-nyambung biasanya bermula dari diri sendiri. Coba perhatikan pola pacaran Anda selama ini. Apakah Anda sering menjalani hubungan yang putus-nyambung dengan mantan-mantan Anda sebelumnya?

Itu tanda Anda kurang menghargai nilai dari hubungan dan menganggap bahwa hubungan putus-nyambung merupakan hal yang wajar. Seolah putus-nyambung sudah menjadi kebiasaan. Saat ada masalah, dengan mudahnya mengatakan putus. Setelah itu menyesal dan berusaha mendapatkan kembali pasangan.

Penyebab lainnya adalah karena memiliki perasaan insecure yang begitu besar. Sudah jelas-jelas kekasih melakukan kesalahan besar, misal berselingkuh atau melakukan kekerasan saat pacaran, namun Anda dengan mudahnya luluh dan kembali dengan kekasih setelah si dia memohon untuk kembali. Hal tersebut menjadi tanda bahwa Anda wanita yang insecure dan takut dengan kesendirian atau takut jika tidak bisa memiliki kekasih lagi sehingga menerimanya lagi.

Profesor Rene Dailey dari University of Texas menjelaskan bahwa hubungan seperti itu tidak sehat. Hal tersebut bisa memicu pasangan kekasih menjadi depresi, tidak bahagia dan menurunnya self-esteem atau harga diri. "Pasangan yang terlibat dalam hubungan putus-nyambung juga dilaporkan kurang bisa menjaga dan mempertahankan hubungan," jelas Rene, seperti dikutip Body and Soul.

Jadi bagaimana mengatasi agar tidak selalu terjebak dalam hubungan putus-nyambung? Berikut ini beberapa tipsnya:

1. Selesaikan Masalah Sampai ke Akar-akar
Saat terjadi masalah jangan mudah mengucapkan kata putus. Sebaiknya belajar dewasa dengan mampu menyelesaikan masalah yang ada. Jika memang saat itu masih sangat emosi, lebih baik tunda membicarakan masalah dan saling menenangkan diri. Buat daftar, apa saja hal-hal yang ingin Anda bicarakan pada pasangan sehingga saat membahas masalah, Anda dan pasangan tidak keluar dari fokus masalah yang ada.

2. Komunikasi
Hal terbaik yang bisa dilakukan untuk mengatasi hubungan seperti ini adalah komunikasi. Bicarakan pada pasangan mengapa hal itu terus terjadi. Tanyakan pula apa yang Anda dan pasangan rasakan tentang hubungan ini. Apakah sebuah hubungan serius yang akan berlanjut sampai pelaminan atau hanya hubungan karena sama-sama belum punya pengganti. Usahakan untuk jujur dan ketahui alasan kenapa hubungan belum juga mantap.

3. Buat Keputusan
Ketika Anda dan pasangan sudah mengetahui alasan atas hubungan yang tak sehat itu, maka buatlah sebuah keputusan. Jika Anda merasa bisa memperbaikinya, maka teruslah berkomitmen akan hal itu. Jangan mudah ambil keputusan berpisah, dan terima risikonya. Karena tidak akan ada kesempatan lagi setelahnya. Namun jika hubungan sudah tidak mungkin diperbaiki, terimalah hal itu dan jangan memaksakan. Atau Anda akan terus sakit nantinya.

(kik/itn)