Pro Kontra Perayaan Valentine
Tak Harus di Hari Valentine, Ini Cara Lain Ungkapkan Rasa Cinta
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 13 Feb 2015 19:59 WIB
Jakarta
-
Hari Valentine menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu untuk mengungkapkan rasa cinta kepada pasangan. Meski sebagian orang menganggap merayakan Valentine adalah hal yang penting, tetapi ada juga yang menolak untuk merayakannya dengan berbagai alasan. Salah satu alasan yang paling sering diucapkan adalah mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang dapat dilakukan kapanpun.
Mengenai hal ini, psikolog Liza Marielly Djaprie M.Si,Psi,SC, setuju bahwa ungkapan rasa cinta kepada pasangan tidak harus dilakukan dalam perayaan Valentine saja. Tetapi yang harus diperhatikan, setiap individu memiliki sifat dan karakteristik yang masing-masing berbeda.
Psikolog lulusan S-2 psikologi klinis dewasa Universitas Indonesia ini mengatakan ada orang yang memang memiliki sifat ekspresif. Orang tersebut mampu mengungkapkan perasaannya lewat aksi, misalnya memberikan bunga atau memeluk pasangannya di depan orang banyak.
Tetapi ada pula orang yang cenderung memiliki sifat 'cuek', namun tak jarang ia justru bisa mengungkapkan perasaannya dengan cara lain.
"Misalnya dia jadi lebih perhatian, membawakan makanan, atau tiba-tiba rela jemput ke kantor padahal jalanan macet. Sebenarnya hal simple ini juga sudah bentuk kasih sayang," terang Liza saat berbincang dengan Wolipop via telepon, Selasa (10/2/2015).
Ibu empat anak ini menerangkan, ungkapan bentuk kasih sayang merupakan hal konstan yang selalu diberikan kepada pasangan meski kita seringkali tidak menyadarinya. Ungkapan tersebut pun tidak harus selalu dilakukan secara nyata melalui bentuk tindakan. Rasa cinta dan bentuk kasih sayang bisa terus dilakukan secara berkelanjutan meskipun bentuk ungkapannya berbeda.
Mengasihi dan menyayangi seseorang juga bisa dilakukan dengan bertanggungjawab terhadap orang tersebut. Pertanggungjawaban ini merupakan bentuk lain dari ungkapan rasa cinta. Liza pun turut memberikan contoh nyata dalam penerapan kehidupan sehari-hari.
"Banyak ya contohnya, misalnya suami mencari nafkah untuk keluarga, istri beresin rumah biar suami senang. Kalau yang pacaran, si pria lebih perhatian dan melindungi si wanita. Karena kalau kita sudah sayang sama orang, otomatis kita ada rasa tanggungjawabnya," imbuhnya.
Sependapat dengan Liza, psikolog Roslina Verauli, M.Psi mengatakan manusia pada dasarnya memang mempunyai kebutuhan untuk mewujudkan rasa cinta dalam bentuk tindakan. Namun tindakan ini sebenarnya tidak perlaku dilakukan pada hari tertentu dan bisa dilakukan setiap hari, tidak harus di Hari Valentine.
(int/eny)
Mengenai hal ini, psikolog Liza Marielly Djaprie M.Si,Psi,SC, setuju bahwa ungkapan rasa cinta kepada pasangan tidak harus dilakukan dalam perayaan Valentine saja. Tetapi yang harus diperhatikan, setiap individu memiliki sifat dan karakteristik yang masing-masing berbeda.
Psikolog lulusan S-2 psikologi klinis dewasa Universitas Indonesia ini mengatakan ada orang yang memang memiliki sifat ekspresif. Orang tersebut mampu mengungkapkan perasaannya lewat aksi, misalnya memberikan bunga atau memeluk pasangannya di depan orang banyak.
Tetapi ada pula orang yang cenderung memiliki sifat 'cuek', namun tak jarang ia justru bisa mengungkapkan perasaannya dengan cara lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibu empat anak ini menerangkan, ungkapan bentuk kasih sayang merupakan hal konstan yang selalu diberikan kepada pasangan meski kita seringkali tidak menyadarinya. Ungkapan tersebut pun tidak harus selalu dilakukan secara nyata melalui bentuk tindakan. Rasa cinta dan bentuk kasih sayang bisa terus dilakukan secara berkelanjutan meskipun bentuk ungkapannya berbeda.
Mengasihi dan menyayangi seseorang juga bisa dilakukan dengan bertanggungjawab terhadap orang tersebut. Pertanggungjawaban ini merupakan bentuk lain dari ungkapan rasa cinta. Liza pun turut memberikan contoh nyata dalam penerapan kehidupan sehari-hari.
"Banyak ya contohnya, misalnya suami mencari nafkah untuk keluarga, istri beresin rumah biar suami senang. Kalau yang pacaran, si pria lebih perhatian dan melindungi si wanita. Karena kalau kita sudah sayang sama orang, otomatis kita ada rasa tanggungjawabnya," imbuhnya.
Sependapat dengan Liza, psikolog Roslina Verauli, M.Psi mengatakan manusia pada dasarnya memang mempunyai kebutuhan untuk mewujudkan rasa cinta dalam bentuk tindakan. Namun tindakan ini sebenarnya tidak perlaku dilakukan pada hari tertentu dan bisa dilakukan setiap hari, tidak harus di Hari Valentine.
(int/eny)
Perawatan dan Kecantikan
Glowing Maksimal Sebelum Lebaran! Rahasia Eksfoliasi Biar Kulit Cerah dan Mulus dalam Hitungan Minggu
Perawatan dan Kecantikan
Review Parfum SAFF & Co, Irai Leima atau Ostara, Mana yang Lebih Cocok untuk Karakter Kamu?
Perawatan dan Kecantikan
Kerja di Ruangan AC Bikin Kulit Makin Kering? Ini Body Lotion yang Wajib Kamu Punya
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Badan Lebih Halus dan Cerah Tanpa Scrub Kasar, Saatnya Pakai Toner Glycolic Acid
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Sakit Tapi Tak Berdarah: Arti di Balik Chat yang Cuma Di-Read Tanpa Dibalas
Ramalan Zodiak Cinta 24 Februari: Cancer Sabar, Sagitarius Belajar Percaya
Weekend Lover, Tren Hubungan Viral di TikTok yang Dinilai Merendahkan Diri
Ramalan Zodiak 24 Februari: Libra Jaga Perasaannya, Scorpio Terima Kenyataan
Ramalan Zodiak 24 Februari: Cancer Kurang Motivasi, Leo Terpancing Emosi
Most Popular
1
Bikin Iri! Jisoo BLACKPINK Kencan Bareng Aktor-aktor Ganteng di Drakor
2
Potret Alyssa Daguise Olahraga Angkat Beban saat Hamil Besar, Kuat & Bugar
3
Influencer Populer Dijuluki 'Lip King' Meninggal Dunia setelah Operasi Plastik
4
Kelly Osbourne Ngamuk Usai Disebut Terlalu Kurus bak Mayat Hidup
5
Kate Middleton Tampil Dreamy di BAFTA 2026 dengan Gaun Gucci Lama
MOST COMMENTED











































