Pro Kontra Perayaan Valentine
Perubahan Perayaan Valentine Seiring Pertambahan Usia
Hari Valentine tinggal sehari lagi. Apakah Anda sedang bersiap mengadakan perayaan spesial atau justru tidak melakukan apa-apa? Euforia Valentine ini akan dirasakan berbeda-beda pada setiap orang.
Psikolog Liza Marielly Djaprie M.Si,Psi,SC, mengatakan perayaan Hari Valentine masih banyak dilakukan oleh para remaja muda antara usia 17 hingga 21 tahun. Kebanyakan di antara mereka masih mengenyam pendidikan di bangku SMA atau perkuliahan. Sedangkan usia 23 atau 24 tahun yang sudah mulai meniti karier, wanita kelahiran 1977 ini melihat faktor pola pikir mereka sudah mulai berubah.
"Kalau yang sudah dewasa, otomatis bentuk pemberian kasih sayangnya juga sudah berbeda. Kalau anak ABG mungkin masih membelikan boneka atau cokelat. Tapi kalau yang sudah dewasa, bentuk cinta dan kasih sayangnya lebih berupa rasa tanggung jawab," tutur Liza saat dihubungi Wolipop via telepon, Selasa, (10/2/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya orang dewasa yang berusia 20 tahunan, rupanya orang-orang yang sudah menginjak usia 30 tahun ke atas juga masih ada yang tertarik merayakan Valentine meski mulai jarang ditemukan. Seperti yang dipaparkan oleh pakar percintaan Kei Savourie, orang-orang yang berusia 30 tahunan ini lebih banyak memberikan perhatian atau kado sederhana. Menurutnya, hal seperti ini dirasa sudah cukup untuk membuat pasangan merasa dicintai dan lebih bahagia.
Hal berbeda diungkapkan oleh psikolog Roslina Verauli M.Psi. Roslina mengatakan perayaan Valentine tidak terpatok waktu dan usia. Menurutnya, justru masalah budaya yang lebih kental terlihat di sini. "Individu yang bersangkutan lebih akrab dengan budaya mana? Apakah budaya timur atau barat? Karena ini yang menyebabkan tiap pasangan mempunyai kebiasaan yang berbeda-beda," jelas ibu dua anak ini saat dihubungi Wolipop via telepon, Selasa, (10/2/2015).
Lebih lanjut ia mengatakan, setiap pasangan pada dasarnya mempunyai suatu ritual tertentu untuk merayakan momen spesial yang ada dalam hidupnya. Misalnya, tanggal jadian dengan pasangan atau tanggal ulang tahun pasangan. Tetapi bentuk perayaan ini pun juga berbeda-beda tergantung dengan paparan atau pengaruh budaya yang diterimanya.
"Kalau di Jepang atau Korea, para wanita memberi cokelat ke pria. Kalau di budaya barat, para pria yang justru kasih cokelat atau bunga. Ngajak makan malam di restoran romantis juga bisa," lanjutnya lagi. Sedangkan sisanya lebih banyak dipengaruhi oleh para industri yang sengaja memeriahkan Hari Valentine sebagai salah satu strategi marketing untuk berdagang.
(int/eny)
Pakaian Pria
Tampil Elegan di Bulan Ramadan dengan MCE Jam Tangan Pria Fortune Series Full Black!
Pakaian Pria
Tampil Ringkas, Gerak Bebas dengan Waistbag Pria Waterproof Andalan buat Aktivitas Harian!
Hobi dan Mainan
Dari Coretan Biasa Jadi Karya Luar Biasa, Pilih Sketch Book yang Siap Dukung Kreativitasmu!
Hobi dan Mainan
Travel Makin Stylish dengan NVMEE Virgo Hair Styler, Catokan Curly Wireless Andalan yang Praktis Dibawa Traveling Bikin Rambut Tetap On Point!
Ramalan Zodiak Cinta 25 Februari: Pisces Perkuat Komunikasi, Leo Jangan Egois
Ramalan Zodiak 25 Februari: Cancer Manfaatkan Peluang, Leo Jangan Egois
Ramalan Zodiak 25 Februari: Taurus Sulit Menabung, Gemini Jangan Boros
Ramalan Zodiak 25 Februari: Capricorn Ada Gejolak, Pisces Jangan Cemas
Sakit Tapi Tak Berdarah: Arti di Balik Chat yang Cuma Di-Read Tanpa Dibalas
Gaya Mahalini Beri Kejutan Ultah Suami di Kasur, Rambut On Point Bikin Salfok
Pesona Elea Putri Ussy-Andhika Pratama di Pemotretan Keluarga, Bikin Salfok
Bella Hadid Merasa 'Tak Berguna' saat Mengidap Penyakit Lyme Disease
Misteri Kematian Bos Asos , Mantan Istri: Aku Tidak Membunuhnya











































