Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus Aplikasi Cari Jodoh

Waspada Pria Hidung Belang yang Mencari Korban Via Tinder

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 16 Jan 2015 17:36 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Melalui aplikasi Tinder yang dirilis pada 2012 ini, urusan percintaan para jomblo dapat dipermudah karena mereka bisa menemukan pasangan yang sesuai dengan kriterianya lebih cepat. Sayangnya tak sedikit juga orang yang memakai aplikasi ini sebagai sarana untuk melampiaskan nafsu.

Psikolog klinis Liza Marielly Djaprie menilai hal ini erat kaitannya dengan norma, nilai, dan kepercayaan masyarakat Indonesia, terutama anak muda, yang kini melihat seks bukan sebagai sesuatu yang begitu tabu seperti dulu. Akibatnya, timbul pula kecenderungan untuk mengajak individu lain untuk berhubungan seksual.

"Ketika sudah semakin banyak juga yang melakukannya, maka individu ini secara psikologis merasa tidak masalah untuk melakukan hal yang sebagian besar orang juga lakukan," paparnya saat diwawancara Wolipop via e-mail, Selasa, (13/1/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wanita lulusan S-2 psikolog klinis dewasa Universitas Indonesia ini menyarankan untuk berhati-hati agar tidak selalu melakukan apa yang kebanyakan orang lakukan. Karena hal tersebut belum tentuk baik jika diterapkan untuk diri sendiri.

"Hati-hati juga untuk melakukan perilaku seksual impulsif, melakukan tanpa berpikir panjang yang dikhawatirkan bisa terjangkit penyakit menular seksual," tambahnya.

Senada dengan Liza, konsultan percintaan di Kelas Cinta, Kei Savourie berkata bahwa Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi adat ketimuran. Salah satu di antaranya adalah tidak menyetujui hubungan seks di luar pernikahan.

Namun fakta yang terjadi adalah sebaliknya. "Biasanya ini terjadi di kota-kota besar di Indonesia dan mereka justru menganggapnya hal yang lumrah," jelasnya saat dihubungi Wolipop via e-mail, Selasa (13/1/2015).

Pria 30 tahun ini menilai, keberadaan aplikan kencan semacam ini sebenarnya bukanlah penyebab utama seseorang menjadi pelaku seks bebas. "Tinder ini fungsinya kan hanya sarana yang mempermudah orang yang ingin melakukan hal tersebut. Sarana lainnya juga masih banyak lagi," tambahnya.

Konsultan percintaan yang memulai kariernya sejak 2006 ini menyarankan agar lebih berhati-hati terhadap lawan jenis yang baru saja dikenal lewat dunia maya. Jangan terlalu percaya begitu saja karena Anda belum mengetahui kepribadian dan latar belakang mereka yang sebenarnya. Terlebih lagi jika si calon pasangan yang sesuai dengan kriteria Anda tiba-tiba mengajak bertemu di tempat yang tidak terlalu ramai.

"Namanya juga dunia maya, pasti selalu ada risiko ketemu dengan orang-orang yang niatnya jahat. Tetap selalu waspada, gunakan akal sehat Anda agar terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan," ujarnya.

(int/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads