Liputan Khusus Aplikasi Cari Jodoh
Ladies, Pahami Dulu Risikonya Sebelum Cari Pacar Lewat Tinder
Jika Anda termasuk seseorang yang sangat sibuk dengan pekerjaan hingga tak sempat untuk mencari kekasih kini ada aplikasi kencan online yang mulai banyak digemari oleh para pencari cinta. Cukup dengan mengandalkan smartphone dan koneksi internet yang lancar, aplikasi ini langsung dapat digunakan.
Sebut saja Tinder, sebuah aplikasi pencari jodoh yang bekerja berdasarkan jarak ini telah menjadi pembicaraan hangat sejak 2014 lalu. Meski mudah digunakan serta lebih menghemat waktu dan tenaga, namun ternyata aplikasi yang mengharuskan penggunanya log in melalui akun Facebook ini juga mempunyai risiko yang harus diwaspadai. Apa saja?
Psikolog klinis Liza Marielly Djaprie mengatakan, bertemu orang baru melalui aplikasi kencan sebenarnya menyulitkan Anda untuk mengetahui kebenaran identitas diri orang tersebut. Hanya melihat seseorang melalui tampilan foto dan pembicaraan yang singkat, tak bisa membuat Anda benar-benar mengenalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut wanita lulusan S-2 psikologi klinis dewasa Universitas Indonesia ini menjelaskan, secara psikologis, manusia mempunyai kecenderungan untuk terlihat menarik dan membanggakan dirinya di hadapan orang lain. Hal ini menjadikan seseorang secara sadar maupun tidak sadar hanya menyampaikan hal yang bagus-bagus saja tentang dirinya, terutama kepada orang yang baru dikenal dan tidak langsung bertatap muka. Hal inilah yang kerap terjadi para orang-orang yang eksis di dunia apilkasi cari jodoh seperti Tinder.
Senada dengan Liza, Kei Savourie yang merupakan konsultan percintaan di situs Kelas Cinta menuturkan bahwa di dunia maya kepribadian dan latar belakang seseorang tidak bisa ditentukan oleh hanya sebuah foto. Bisa saja dari tampilannya terlihat baik dan menarik, padahal ada maksud terselubung di dalamnya.
"Kelemahannya cari jodoh lewat aplikasi kencan ini, pasti selalu ada risikonya. Misalnya bertemu dengan orang yang berniat jahat, diculik, atau mungkin dipaksa berhubungan seksual. Karena itu kita harus selalu waspada," ucapnya saat berbincang dengan Wolipop via e-mail, Selasa (13/1/2015).
Pria 30 tahun ini juga menyarankan untuk jangan terlalu percaya kepada janji-janji manis atau buaian belaka terlalu cepat dari seseorang yang menyatakan tertarik kepada Anda. Pergunakan akal sehat untuk menilai kepribadian seseorang lebih dalam. Ajaklah mereka untuk berbicara tentang sesuatu yang umum, mulai dari pekerjaan, hobi, atau jenis musik favorit.
(int/eny)
Makanan & Minuman
Pecinta Pedas Wajib Coba! Camilan dari MAICIH Bisa Jadi Andalan Saat Santai dan Bikin Auto Nagih
Perawatan dan Kecantikan
Rambut Rontok Parah Bikin Minder? Saatnya Coba Suplemen Rambut Rontok yang Diformulasikan Khusus dari Dalam!
Olahraga
Kurangi Pegal dan Kram Saat Lari dengan Insole Empuk yang Lebih Supportive
Home & Living
Cara Ampuh Membersihkan Wajan Stainless Gosong ala Certified Cleaner Rany Soetanto
Ramalan Zodiak 28 Februari: Aries Jangan Menentang, Taurus Kontrol Emosi
Ramalan Zodiak Cinta 27 Februari: Leo Jangan Cemburu, Libra Butuh Kesabaran
Apa Itu Queerplatonic Relationship? Bukan Pacar Tapi Lebih Dari Sahabat
Ramalan Zodiak 27 Februari: Aquarius Perbaiki Kinerja, Pisces Jangan Putus Asa
Ramalan Zodiak 27 Februari: Libra Banyak Peluang, Sagitarius Hubungan Membaik
Gaya Istri Gubernur Kaltim Viral Usai Mobil Dinas Rp 8,5 M Suaminya Disorot
Ramalan Zodiak 28 Februari: Aries Jangan Menentang, Taurus Kontrol Emosi
Begadang dan Telat Makan, Ini Dampaknya ke Jam Biologis Hati Kamu!
Adu Gaya Kim Tae Ri Pakai Bra di Show Prada, Karina Tampil Bergaun Putih











































