Liputan Khusus Jomblo Siap Nikah
Alasan Para Jomblo Siapkan Pernikahan Padahal Belum Bertemu Jodoh
wolipop
Jumat, 17 Okt 2014 10:09 WIB
Jakarta
-
Mempersiapkan pernikahan padahal masih jomblo ternyata cukup banyak dilakukan oleh pria maupun wanita. Riset yang dilakukan di Inggris mengungkapkan ada 59% wanita yang sudah merencanakan pernikahannya padahal belum memiliki pasangan. Apa yang melatarbelakangi sikap para jomblo tersebut?
Claire merupakan salah seorang wanita jomblo yang pernah menjadi pemberitaan di Inggris karena sudah menyiapkan pernikahannya padahal dia masih berstatus single. Persiapan yang dilakukan wanita cantik ini cukup matang. Dia sudah memiliki gaun pengantin seharga £1,700. Lokasi untuk upacara dan pesta pernikahan pun telah dibayarnya. Tak sampai di situ, dia juga telah membeli paket bulan madu di sebuah pantai eksotis.
Kenapa dia sudah mempersiapkan segalanya padahal jodohnya juga belum jelas? "Orang-orang mungkin berpikir aneh sekali mempersiapkan segalanya bahkan sebelum aku bertemu dengan mempelai prianya. Tapi dengan rata-rata biaya pernikahan di Inggris menghabiskan £ 20.000, menurutku ini lebih kepada cerdas," katanya pada The Sun.
Wanita 27 tahun itu menegaskan ia mempersiapkan segala sesuatunya karena tidak mau nantinya pernikahan tertunda hanya karena biaya yang belum cukup. Makanya sejak empat tahun lalu Claire mulai bersiap diri.
Alasan serupa diungkapkan oleh Reza, seorang karyawan asal Jakarta berusia 24 tahun. Reza sudah mempersiapkan uang untuk pesta pernikahannya. Sudah setahun ini dia menabung Rp 2-3 juta setiap bulannya untuk hari bahagianya bersama calon pasangan yang sampai saat ini belum ditemukannya.
"Saya orangnya termasuk yang suka mempersiapkan segala sesuatunya dari awal. Jadi biar punya pegangan dari sisi finansial dan biar nggak keteteran pas nanti sudah mau menikah," kata Reza yang bekerja di sebuah perusahaan di bidang logistik itu.
Alasan berbeda disampaikan oleh Sasha dan Sari. Kedua wanita ini sudah memiliki rencana akan seperti apa pernikahan mereka walaupun masih jomblo. Hal tersebut mereka lakukan agar nantinya orangtua tidak ikut campur dengan persiapan hari bahagia mereka itu ketika nantinya benar-benar terjadi.
"Saya nabung biar bisa mewujudkan semua konsep-konsep pernikahan yang saya inginkan tanpa orangtua ikut campur karena kan menikahnya memakai uang saya dan calon suami," kata Sasha yang menabung Rp 1 juta setiap bulan untuk persiapan pesta pernikahannya.
Apa yang dilakukan para jomblo tersebut menurut psikolog Ayoe Soetomo dinilai sebagai sesuatu yang wajar. Bukanlah hal aneh ketika seseorang sudah mempersiapkan segala sesuatu mengenai pernikahannya padahal belum memiliki pasangan.
"Mereka bukan insecure, namun memang pada dasarnya lebih concern terhadap keamanan financial," ujar Ayoe saat diwawancara Wolipop belum lama ini.
(int/eny)
Claire merupakan salah seorang wanita jomblo yang pernah menjadi pemberitaan di Inggris karena sudah menyiapkan pernikahannya padahal dia masih berstatus single. Persiapan yang dilakukan wanita cantik ini cukup matang. Dia sudah memiliki gaun pengantin seharga £1,700. Lokasi untuk upacara dan pesta pernikahan pun telah dibayarnya. Tak sampai di situ, dia juga telah membeli paket bulan madu di sebuah pantai eksotis.
Kenapa dia sudah mempersiapkan segalanya padahal jodohnya juga belum jelas? "Orang-orang mungkin berpikir aneh sekali mempersiapkan segalanya bahkan sebelum aku bertemu dengan mempelai prianya. Tapi dengan rata-rata biaya pernikahan di Inggris menghabiskan £ 20.000, menurutku ini lebih kepada cerdas," katanya pada The Sun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan serupa diungkapkan oleh Reza, seorang karyawan asal Jakarta berusia 24 tahun. Reza sudah mempersiapkan uang untuk pesta pernikahannya. Sudah setahun ini dia menabung Rp 2-3 juta setiap bulannya untuk hari bahagianya bersama calon pasangan yang sampai saat ini belum ditemukannya.
"Saya orangnya termasuk yang suka mempersiapkan segala sesuatunya dari awal. Jadi biar punya pegangan dari sisi finansial dan biar nggak keteteran pas nanti sudah mau menikah," kata Reza yang bekerja di sebuah perusahaan di bidang logistik itu.
Alasan berbeda disampaikan oleh Sasha dan Sari. Kedua wanita ini sudah memiliki rencana akan seperti apa pernikahan mereka walaupun masih jomblo. Hal tersebut mereka lakukan agar nantinya orangtua tidak ikut campur dengan persiapan hari bahagia mereka itu ketika nantinya benar-benar terjadi.
"Saya nabung biar bisa mewujudkan semua konsep-konsep pernikahan yang saya inginkan tanpa orangtua ikut campur karena kan menikahnya memakai uang saya dan calon suami," kata Sasha yang menabung Rp 1 juta setiap bulan untuk persiapan pesta pernikahannya.
Apa yang dilakukan para jomblo tersebut menurut psikolog Ayoe Soetomo dinilai sebagai sesuatu yang wajar. Bukanlah hal aneh ketika seseorang sudah mempersiapkan segala sesuatu mengenai pernikahannya padahal belum memiliki pasangan.
"Mereka bukan insecure, namun memang pada dasarnya lebih concern terhadap keamanan financial," ujar Ayoe saat diwawancara Wolipop belum lama ini.
(int/eny)










































