Liputan Khusus <i>Break</i> Vs Putus
Saat Kekasih Minta Break, Ini yang Sebaiknya Anda Lakukan
Keputusan break atau vakum saat hubungan asmara dilanda masalah bisa diambil salah satu pihak, meskipun pihak satunya tidak setuju. Ketika Anda menjadi pihak yang tidak setuju ini, apa yang sebaiknya dilkakukan? Apakah harus menuruti keinginan break kekasih atau move on saja?
Konsultan percintaan Kei Savourie berpendapat bahwa apabila salah satu pihak sudah mengeluarkan jurus jitunya dengan mengatakan 'kita break saja ya', tidak ada salahnya menganggap bahwa Anda telah benar-benar mengakhiri hubungan. "Biasanya yang curhat dengan saya itu pihak yang di break-in. Saran saya, langsung saja anggap sudah putus dan lakukan langkah-langkah move on," tuturnya ketika ditemu Wolipop di bilangan Slipi, Jakarta Barat, Selasa (30/09/2014).
Langkah move on atau bangkit dari rasa sedih bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Pendiri sebuah situs konsultasi percintaan ini mengatakan, selama masa break, sebaiknya tidak perlu menghubungi pasangan lagi. Hal ini dapat mengakibatkan pihak yang meminta break semakin merasa kesal atas 'gangguan' yang ditimbulkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah menghapus jejaknya. Tidak perlu melihat media sosialnya, hapus foto bersamanya, masukkan barang pemberiannya ke dalam box dan taruh di tempat yang tidak mudah dilihat. Dan terakhir, mulailah untuk memikirkan kesenangan diri sendiri. Banyak cara yang bisa dilakukannya seperti pergi ke salon, berbelanja atau sekadar pergi bersama teman.
Sedangkan menurut psikolog Ayoe Sumanto, ketika kekasih meminta untuk break, harus ada ketegasan dari salah satu pihak untuk mempertanyakan kembali status dari hubungan yang telah dibina. Sebaiknya, tanyakanlah kepada pasangan apa penyebab ia mengajukan break, apa yang melatar belakanginya memutuskan untuk break. "Apa bosan dan jenuh? Atau hanya ingin lari dari masalah? Ingat, permasalahan yang dihadapi itu sebaiknya diselesaikan, bukannya dibiarkan begitu saja," jelas psikolog yang sehari-harinya praktek di kawasan Cikarang, Jawa Barat itu kepada Wolipop.
Diskusi juga merupakan opsi tepat untuk mencari jalan keluar sehingga break dapat dihindari. Selain itu persiapkan diri untuk menghadapi segala konsekuesi yang ada, apakah dengan melakukan cara ini dapat mempertahankan hubungan, atau justru malah mengakhirinya.
(eny/ami)
Elektronik & Gadget
Kamera Ringkas dengan Fitur Canggih untuk Vlogger, Inilah Canon EOS R50
Fashion
Cari Sepatu Lari Nyaman? Adidas Adizero SL2 Wide Bisa Jadi Pilihan
Perawatan dan Kecantikan
Anti Lepek Saat Puasa, Rambut Tetap Fresh Tanpa Keramas Setiap Hari dengan Dry Shampoo Favorit!
Elektronik & Gadget
Wajib Punya Saat Mudik! Kipas Turbo Mini 100 Gear & Powerbank dalam Satu Genggaman!
Ramalan Zodiak 6 Maret: Cancer Perlu Ketenangan, Virgo Lebih Serius
Ramalan Zodiak 6 Maret: Aries Dukung Si Dia, Gemini Jangan Berkata Kasar
Ramalan Zodiak 6 Maret: Aquarius Jangan Boros, Pisces Keuangan Terkuras
Bosan Scroll Medsos? 18 Hobi Ini Cocok untuk Digital Detox dan Melepas Penat
KOLOM
Putus Hubungan Saja Tidak Cukup untuk Menyelamatkan Perempuan dari Kekerasan
Bill Gates Selingkuh dengan 2 Wanita, Isu Pelecehan dengan Staff Muncul Lagi
Emma Watson Kepergok Ciuman Mesra dengan Miliarder Muda di Bandara
Kabar Terbaru Dilraba Dilmurat Setelah Terdampar di Dubai, Agensi Jadi Sorotan
10 Buah Paling Sehat Menurut Ahli Gizi, Wajib Dicoba











































