Aturan Pacaran Ketika Punya Kekasih Baru
Setelah menjomblo cukup lama, akhirnya Anda memiliki kekasih lagi. Hubungan yang baru memang terasa lebih menggebu-gebu dan bersemangat, namun hal tersebut terkadang malah bisa merusak koneksi Anda dan kekasih.
Hubungan lebih rentan di awal pacaran karena Anda dan kekasih masih perlu banyak menyesuaikan diri dan mengenal pribadi masing-masing. Untuk itu, ketahui aturan berpacaran saat memiliki kekasih baru.
1. Hindari Sikap Mengekang
Tidak ada gunanya membuat hubungan Anda menjadi beban dengan saling mengekang satu sama lain. Lebih baik, masing-masing tetap memiliki ruang pribadi untuk melakukan berbagai aktivitas Anda sendiri seperti sebelum berhubungan. Berpikir santai dan percaya terhadap pasangan, tanpa kekhawatiran yang berlebihan akan lebih baik. Selain itu, menjalani hubungan tanpa kekangan akan membuat hubungan menjadi lebih produktif dan harmonis bagi kedua belah pihak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saling mengatakan "i love you" memang membuat Anda dan pasangan berbunga-bunga. Namun, sebaiknya jangan mengatakannya terlalu sering dan sebaiknya ucapkan dengan jujur. Dalam masa proses penjajakan atau di awal pacaran, perasaan cinta mungkin belum terlalu tumbuh. Untuk itu, Anda tidak perlu terlalu banyak mengumbar kalimat-kalimat cinta pada kekasih. Ketika wanita terlalu sering mengatakan "i love you", pria bisa berpikir wanita yang dipacarinya adalah tipe agresif dan berlebihan. Seseorang yang mungkin akan mengekangnya dan bersikap posesif di kemudian hari.
3. Jangan Mudah Cemburu
Tetap tenang dan jangan marah jika dia melihat seorang wanita yang menarik. Terlalu posesif hanya akan memperburuk suatu hubungan, apalagi cemburu di awal hubungan justru membuat si dia merasa terus dicurigai oleh Anda. Kontrol emosi Anda dan pancarkan kepercayaan diri. Ini adalah cara yang paling baik untuk tetap menjaga pasangan tanpa harus mengekangnya. Lebih baik jika Anda membuatnya berada di zona nyaman saat Anda bersama.
4. Bersosialisasi
Pria memang akan tersanjung jika ia menjadi orang yang terpenting bagi wanitanya. Tapi ketika dia melihat Anda tidak punya kehidupan selain dengannya, kekasih bisa menganggap Anda orang yang anti-sosial dan penyendiri. Dia pun akan takut waktu kumpul bersama teman-temannya akan berkurang karena harus selalu menemani Anda. Ingat, dunia bukan hanya soal Anda dan kekasih, tapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Cobalah beri sedikit ruang untuk Anda dan dia menikmati hidup masing-masing. Hubungan cinta akan lebih berwarna dan dinamis.
5. Sebaiknya Tidak Membicarakan Pernikahan
Bukannya pria tidak ingin menikah dan berkeluarga. Tapi secara umum, pria melihat pernikahan sebagai sesuatu yang besar dan rencana jangka panjang. Mereka lebih suka membicarakan hal-hal di masa sekarang, daripada masa depan yang belum pasti. Jika masa pacaran Anda baru beberapa bulan, apalagi masih dalam masa pendekatan, sebaiknya hindari topik pembicaraan tentang pernikahan kalau Anda tidak mau dia 'lari' menjauh, kecuali dia yang membahasnya terlebih dahulu.
(kik/fer)
Elektronik & Gadget
Foto & Video Semakin On Point dengan TNW D25 dan D30 Selfie Light Portable Mini LED!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Ribet Styling! Jaket dan Blazer Bisa Jadi Outer yang Bikin Tampilan Langsung Rapi
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Auto Happy! Ini 3 Sheet Mask Mediheal Favorit yang Wajib Kamu Coba!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Glowing & Kenyal dengan d'Alba White Truffle Double Layer Revitalizing Serum!
Ramalan Zodiak 31 Januari: Aries Jaga Sikap, Gemini Kontrol Emosi
60 Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Diri Sendiri yang Penuh Harapan Baik
Ramalan Zodiak Cinta 31 Januari: Aquarius Cemburu, Virgo Beda Pendapat
Ramalan Zodiak 31 Januari: Capricorn Beruntung, Pisces Jeli Lihat Peluang
Ramalan Zodiak 31 Januari: Libra Percaya Diri, Scorpio Lakukan Evaluasi
Profil Catherine O'Hara, Ibu Kevin di 'Home Alone' yang Meninggal di Usia 71
Tren Blurred Lips, Ini Cara Aplikasinya yang Tepat
Sinopsis Brick Mansions di Bioskop Trans TV Hari Ini
Ramalan Zodiak 31 Januari: Aries Jaga Sikap, Gemini Kontrol Emosi











































