Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Agar Berhenti Mengejar Mantan Kekasih yang Sudah Move On

wolipop
Selasa, 29 Apr 2014 19:20 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Meski sudah cukup lama putus dari kekasih, namun terkadang salah satu pihak masih memendam perasaan untuk sang mantan. Alhasil, mereka yang belum move on masih berharap untuk bisa kembali dengan mantannya.

Berbagai cara kerap dilakukan untuk memenangkan hati mantan, mulai dari meneleponnya setiap hari, membanjiri dengan pesan singkat dan mendatangi rumah mantan. Tak jarang, sudah tidak lagi diterima oleh mantan, namun mereka yang masih berharap tetap gigih memperjuangkan cintanya untuk mendapatkan pujaan hatinya itu. Hal tersebut rupanya tergolong tindakan yang kurang normal.

Menurut psikolog, Zoya Amirin, perilaku obsesif terjadi karena Anda tidak dapat mengatasi perasaan sakit hati atau negatif sehingga bukan merupakan tindakan yang wajar. “Terobsesi sama mantan itu enggak normal karena kita enggak mampu nguasain perasaan negatif kita, rugi.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sikap obsesif pun dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain, seperti meneror mantan melalui media sosial, menyebarkan gosip buruk tentang dia, menyerang mantan atau selingkuhannya ketika bertemu, hingga mau bunuh diri. Perilaku tidak normal tersebut membuat Anda rugi secara fisik maupun batin. Hal tersebut hanya akan menyiksa diri sendiri.

Untuk itu, sebaiknya Anda move on dari mantan dan berhenti mengejar mantan kekasih. Percuma saja Anda mengejarnya, karena perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan. Jika memang dia tidak lagi memiliki perasaan cinta untuk Anda, maka sikap Anda yang terus mengejarnya malah membuatnya kesal. Agar bisa move on dan berhenti mengejar mantan, berikut ini beberapa tipsnya.

1. Fokus Pada Diri Sendiri
Singkirkan pikiran yang terus-terusan tertuju pada mantan kekasih. Pikirkan kegiatan menyenangkan yang akan Anda lakukan. Nonton film favorit, nonton konser di akhir pekan, ikut les memasak atau bergabung dalam kelas dansa, apapun itu Anda harus menjalani aktivitas yang menyenangkan. Memang tidak mudah melakukannya, namun Anda harus mencoba. Pada awalnya pasti Anda akan kehilangan minat, namun Anda harus berusaha mencoba sesuatu yang baru untuk melupakan si dia.

2. Stop Stalking!
Stalking atau menguntit mantan kekasih secara langsung ataupun di sosial media bukanlah perbuatan yang baik. Tindakan Anda tersebut hanya membuat semakin sakit hati dan sulit move on. Daripada membuat Anda semakin galau sebaiknya mulai berhenti untik mencari tahu keberadaannya.

3. Benahi Emosi
Ketika ingin berhenti mengejar dan menjauhinya, maka Anda harus berhenti menghubunginya. Pada awalnya, Anda mungkin akan merasa terpuruk. Namun perasaan tersebut tidak perlu dihindari. Rasakan saja sakitnya dan luapkan emosi Anda dengan bersedih dan menangis. Tapi Anda harus menetapkan kapan waktu Anda harus mencoba 'berdiri' kembali dari keterpurukan. Anda bisa memberi batasan waktu untuk diri sendiri masuk dalam masa berkabung, entah seminggu, dua minggu atau sebulan. Tapi ingat, Anda tidak boleh memanjakan perasaan terlalu lama.

4. Nge-Date dengan Orang Baru
Anda masih terobsesi dengan mantan kekasih bisa juga karena Anda belum memiliki teman dekat pria yang baru. Untuk itu bukalah diri dan bergaulah agar Anda bisa kencan dengan pria-pria baru. Dengan begini, kepercayaan diri Anda akan meningkat dan bisa segera melupakan sang mantan. Namun perlu diingat, jangan terlalu terburu-buru untuk memutuskan menjalin hubungan serius dengan pria baru tersebut.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads