Liputan Khusus Resolusi 2014
Buat Resolusi Cinta Tapi Selalu Gagal? Simak Cara Agar Terwujud di 2014
Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Jumat, 10 Jan 2014 10:35 WIB
Jakarta
-
Lulusan Universitas Muhammadiyah Malang ini juga mengatakan, membuat resolusi haruslah realistis dan yakin akan bisa dijalani bersama pasangan. Tidak terlalu muluk atau di atas awang, karena menggapai yang tempatnya terlalu tinggi pastilah sulit.
Bagi yang masih single, coba ubah pola pikir Anda. Misalnya, Anda ingin pria yang bekerja di perusahaan besar, tampan, dan mempunyai gelar sarjana tinggi. Coba jangan terpaku dengan kriteria itu. Lebih terbuka pada orang lain dan Anda akan menemukan sesuatu yang berbeda.
"Jangan bikin resolusi yang terlalu tinggi misalnya bisa mencintai anak presiden. Buatlah yang lebih realistis, karena sebenarnya resolusi itu goal setting," tambah psikolog kelahiran Palembang ini.
Sementara bagi pasangan menikah atau akan menikah, cobalah buat resolusi jangka pendek terlebih dahulu. Misalnya menambah waktu untuk lebih sering berkomunikasi dibandingkan tahun lalu. Atau berjanji untuk meninggalkan kebiasaan telat saat temu kencan, dan sebagainya.
(hst/ays)
Setiap resolusi cinta yang dibuat di awal tahun, tentunya selalu dibarengi dengan niatan baik. Resolusi dibuat untuk memperbaiki hal-hal yang salah dalam hubungan asmara atau kurang tepat di tahun lalu.
Namun seringkali resolusi hanya menjadi wacana semata. Realisasinya hanya tercapai kurang dari 50 persen bahkan tidak dijalani sama sekali. Apa penyebab resolusi cinta selalu gagal dan bagaimana caranya agar berhasil terwujud di tahun ini?
"Kalau gagal itu (berarti) nggak niat buatnya. Resolusi harus tercapai, kalau tidak berarti tidak ada keselarasan antara otak dan hati," ujar Psikolog Melly Puspita Sari, Psi, M, NPLm ketika berbincang dengan Wolipop lewat telepon, Rabu (8/1/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi yang masih single, coba ubah pola pikir Anda. Misalnya, Anda ingin pria yang bekerja di perusahaan besar, tampan, dan mempunyai gelar sarjana tinggi. Coba jangan terpaku dengan kriteria itu. Lebih terbuka pada orang lain dan Anda akan menemukan sesuatu yang berbeda.
"Jangan bikin resolusi yang terlalu tinggi misalnya bisa mencintai anak presiden. Buatlah yang lebih realistis, karena sebenarnya resolusi itu goal setting," tambah psikolog kelahiran Palembang ini.
Sementara bagi pasangan menikah atau akan menikah, cobalah buat resolusi jangka pendek terlebih dahulu. Misalnya menambah waktu untuk lebih sering berkomunikasi dibandingkan tahun lalu. Atau berjanji untuk meninggalkan kebiasaan telat saat temu kencan, dan sebagainya.
(hst/ays)











































