Liputan Khusus Resolusi 2014
4 Resolusi Cinta yang Perlu Dilakukan Pasangan Sebelum Menikah
wolipop
Jumat, 10 Jan 2014 09:41 WIB
Jakarta
-
Banyak pria dan wanita yang sudah berencana menikah di 2014. Menikah bukan hanya menyangkut dua orang yang saling mencintai, tapi juga pihak keluarga dan anak nantinya. Oleh karena itu, sebelum berumah tangga sebaiknya perhatikan beberapa hal ini yang memberikan pengaruh besar terhadap pernikahan. Apa saja hal tersebut?
1. Bisa Membangun Komitmen
Menurut psikolog Melly Puspita Sari, Psi, M, NPLm Psychologist, pernikahan adalah sebuah komitmen. "Itu harus terbangun dari awal, misalnya komitmen itu perjanjian pranikah itu bagus banget, kalau tidak ada (perjanjian pranikah) tetap harus berkomitmen berdua di awal pernikahan," ujar Melly saat dihubungi Wolipop melalui telepon, Rabu (8/1/2014).
2. Bisa Menjadi Partner Bukan Hanya Istri
Partner dalam hal ini bisa menjadi istri, teman, sahabat, adik, hingga berperan sebagai ibu. Melly menuturkan, dulu pria mencari seorang istri dalam arti harus bisa masak dan melayaninya di rumah. Kini pria menjadi partner hidup yang bisa berbagi soal pekerjaan, memberikan solusi, juga menasihatinya ketika melakukan kesalahan. Maka dari itu, psikolog 39 tahun ini menyarankan agar Anda menjadi sosok yang mandiri dan cerdas sebelum menikah.
3. Harus Ekspresif
Kebanyakan pria lebih senang menjadi pendengar daripada didengar. Pria tidak mudah mengungkapkan perasaan yang sebenarnya. Saat sedang marah pun, mereka cenderung diam daripada berbincara panjang-lebar. Menurut Melly, penting bersikap ekspresif ketika sudah menikah bila ingin memiliki hubungan yang harmonis.
"Laki-laki juga harus ekspresif, karena ini juga berpengaruh terhadap anak nantinya. Bila pasangan hanya cenderung mendengar, akhirnya tidak ada kehangatan di situ dan anak-anak hanya tumbuh berkembang dengan ibu," tutur psikolog yang juga sering menangani kasus kriminal atau forensik itu.
4. Yakin Bahwa Dia Pasangan yang Tepat
Sebelum akhirnya melangkah ke jenjang perkawinan, Anda harus percaya dan yakin bahwa dia pasangan yang tepat. Karena saat menikah, kemungkinan sikap ketika pacaran akan terulang kembali. Melly mengingatkan, saat pacaran semua orang masih menggunakan 'topeng' selama apa pun hubungan keduanya. Tidak ada yang bisa menjamin pacaran lama maka pernikahan pun menjadi awet.
Maka dari itu, yang perlu dilakukan adalah membangun rasa percaya dengan pasangan dan yakinkan diri bahwa dia yang terbaik. Kebanyakan pasangan yang berlama-lama pacaran tapi belum ingin menikah karena sebenarnya mereka tidak cocok.
(aln/fer)
1. Bisa Membangun Komitmen
Menurut psikolog Melly Puspita Sari, Psi, M, NPLm Psychologist, pernikahan adalah sebuah komitmen. "Itu harus terbangun dari awal, misalnya komitmen itu perjanjian pranikah itu bagus banget, kalau tidak ada (perjanjian pranikah) tetap harus berkomitmen berdua di awal pernikahan," ujar Melly saat dihubungi Wolipop melalui telepon, Rabu (8/1/2014).
2. Bisa Menjadi Partner Bukan Hanya Istri
Partner dalam hal ini bisa menjadi istri, teman, sahabat, adik, hingga berperan sebagai ibu. Melly menuturkan, dulu pria mencari seorang istri dalam arti harus bisa masak dan melayaninya di rumah. Kini pria menjadi partner hidup yang bisa berbagi soal pekerjaan, memberikan solusi, juga menasihatinya ketika melakukan kesalahan. Maka dari itu, psikolog 39 tahun ini menyarankan agar Anda menjadi sosok yang mandiri dan cerdas sebelum menikah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebanyakan pria lebih senang menjadi pendengar daripada didengar. Pria tidak mudah mengungkapkan perasaan yang sebenarnya. Saat sedang marah pun, mereka cenderung diam daripada berbincara panjang-lebar. Menurut Melly, penting bersikap ekspresif ketika sudah menikah bila ingin memiliki hubungan yang harmonis.
"Laki-laki juga harus ekspresif, karena ini juga berpengaruh terhadap anak nantinya. Bila pasangan hanya cenderung mendengar, akhirnya tidak ada kehangatan di situ dan anak-anak hanya tumbuh berkembang dengan ibu," tutur psikolog yang juga sering menangani kasus kriminal atau forensik itu.
4. Yakin Bahwa Dia Pasangan yang Tepat
Sebelum akhirnya melangkah ke jenjang perkawinan, Anda harus percaya dan yakin bahwa dia pasangan yang tepat. Karena saat menikah, kemungkinan sikap ketika pacaran akan terulang kembali. Melly mengingatkan, saat pacaran semua orang masih menggunakan 'topeng' selama apa pun hubungan keduanya. Tidak ada yang bisa menjamin pacaran lama maka pernikahan pun menjadi awet.
Maka dari itu, yang perlu dilakukan adalah membangun rasa percaya dengan pasangan dan yakinkan diri bahwa dia yang terbaik. Kebanyakan pasangan yang berlama-lama pacaran tapi belum ingin menikah karena sebenarnya mereka tidak cocok.
(aln/fer)
Olahraga
Alat Workout Rumahan yang Harus Kamu Miliki! Barbel Set & Slider Disc Bikin Latihan Lebih Maksimal
Olahraga
Bikin Percaya Diri Saat Olahraga, Ini Pilihan Celana Sport yang Nyaman Dipakai
Olahraga
Olahraga Jadi Nggak Kaku Lagi! Ini Rahasia Baju Sport Wanita yang Bikin Gerak Bebas & Tetap Stylish
Perawatan dan Kecantikan
Banyak yang Bilang Ini Signature Scent Material, HMNS Farhampton Emang Seenak Itu?
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak 4 Maret: Cancer Dihantui Trauma, Leo Harus Sabar
Ramalan Zodiak Cinta 3 Maret: Virgo Kurangi Mengeluh, Libra Jangan Terpengaruh
Ramalan Zodiak 3 Maret: Aries Muncul Hambatan, Taurus Sebaiknya Mengalah
Beli Gaun Pengantin Padahal Jomblo, Influencer Ini Viral & Banjir DM dari Pria
Ramalan Zodiak 3 Maret: Aquarius Tenangkan Pikiran, Pisces Merenung Sejenak
Most Popular
1
Baju Lebaran 2026
Warna Butter Yellow Jadi Tren Baju Lebaran, Gaya Maia Diserbu di Tanah Abang
2
Foto: Gaya Melania Trump Pimpin Rapat Dewan Keamanan PBB saat AS Serang Iran
3
Baju Lebaran 2026
Tren Baju Lebaran 2026: Baju Kurung Melayu Jadi Buruan di Tanah Abang
4
Ramalan Zodiak 4 Maret: Cancer Dihantui Trauma, Leo Harus Sabar
5
Baju Lebaran 2026
Tren Baju Lebaran Couple 2026: Sarimbit Melayu Laris di Tanah Abang
MOST COMMENTED











































