Ketika Foto Erotis Menyelamatkan Hidup 4 Wanita yang Putus Asa

- wolipop Rabu, 06 Nov 2013 16:01 WIB
dok. ist
Jakarta - Tren foto ini belakangan muncul lagi ke permukaan akibat dari banyaknya wanita yang ingin berpose sensual untuk suaminya sehingga rumah tangga mereka kembali mendapatkan percikan api dan hangat kembali. Beberapa studio foto mengemasnya dengan baik sehingga terlihat klasik elegan, namun beberapa yang terjadi sebaliknya sehingga dianggap membuat wanita terlihat murahan dan tak berkelas.

Empat wanita mencoba foto ini dan mereka pun berbagia pengalaman dan pengakuan lewat foto 'Before & after.' Karen Katib (38), Emma Scott (49), Denise Whittingham (50), Claire Hendy Bennett, (40) tak lagi muda dan langsing, namun mereka memberanikan diri melakukannya. Berikut pengakuan mereka.

Karen
Bekerja sebagai perawat, ibu dari satu anak perempuan berusia setahun, dan bersuamikan Sal (41), ia teramat sangat lelah karena pekerjaan. Tak lagi seksi, tampil seperti wanita sejati rasanya sudah ia lupakan. Ia merasa seperti sapi perah dan mesin untuk menghidupi keluarganya. Ketika tertantang melakukan foto seksi, ia langsung panik dan menolak. Tubuhnya yang kendur dan gendut tak ingin ia ekspos, meskipun untuk suami sekalipun.

Setelah mengirimkan foto aslinya ke fotografer dan membahas konsep yang ia inginkan, ia pun memberanikan diri berfoto di studio dengan segala kostum yang telah disiapkan baginya. Berbalut lingerie dan high heels hitam, karen difoto di atas kain satin merah dan hanya ditutupi kipas bulu besar. Tak diduga, ia terlihat begitu cantik dan seduktif. Tak sia-sia ia membayar 400 Pounds untuk seri foto tersebut. Ia kembali merasa seperti wanita dan meraih kembali percaya dirinya. Iapun akan memajang fotonya di tempat tidur untuk mengingatkan betapa beruntung suami dan anaknya memiliki dirinya.

Emma
Mantan pekerja sosial, Emma Scott tak lagi muda, ia bahkan sudah menjadi nenek dari dua pernikahannya. Di ulang tahun ke-50, ia diberikan paket foto Boudoir oleh sang suami seharga 789 Pounds. Sang suami yang selalu tergila-gila akan kecantikan dan keindahan tubuhnya meyakinkan dirinya meskipun usianya sudah 'emas, namun ia tetap menawan.

Saat menjalani sesi foto, Emma menyadari bahwa tubuhnya tetap muda. Ia bahkan mengaku terlihat lebih berkelas ketika ia tak mengenakan sehelai benangpun ketiumbang berusaha seksi dengan pakaian dalam. Kekhawatiran tetap ada, dimana ia akan terlihat murahan dengan kostum murahan ala PSK. Namun seiring hasil foto keluar, ia takjub begitupula dengan suami maupun ibunya yang berusia 72 tahun. Ia berharap ketika ia tiada nanti, anak-anak maupun cucunya masih bisa melihat neneknya yang berusia 50 tahun namun tetap terlihat fantastis.

Denise
Melawan kanker bukanlah perkara mudah, melainkan perjuangan hidup. Hal inipun ia rayakan dengan foto Boudoir dan berusaha menghargai karunia hidup. Di suaianya ke-50, ia didagnosa kanker di bulan Januari 2012. Pengangkatan payudara harus ia lakukan dan menjalani rekonstruksi payudara demi memperpanjang kemungkinan hidupnya. Menjalani terapi kemo, ia mulai kehilangan rambut dan jauh dari seksi.

Para sahabatnya pun berinisiatif memberikan hadiah paket foto. Awalnya ia tersinggung namun di balik itu ia melihat niat baik dan akhirnya memberanikan diri difoto. Tak diduga, melihat dirinya begitu segar dan menawan di foto, semangat hidupnya kembali pulih dan optimis menjalani hidup. Tiga jam sesi foto yang ia lakukan membuat dirinya merasa makin feminin meskipun harus tetap menjalani kemo.

Claire
Dalam hidup wanita, keguguran merupakan sebuah cobaan hidup terberat, terlebih jika hal tersebut terulang sampai tiga kali. Di usianya yang ke-40, ia hidup bersama sang suami dan putranya yang sudah tiga tahun. Namun keguguran tiga kali saat mencoba memiliki anak kedua membuat semangat hidupnya runtuh. Sejak saat itu, ia merasa tubuhnya sudah berhenti berfungsi dan hidupnya telah berakhir.

Hingga suatu hari, ia mendengar tren foto boudoir yang mengubah banyak hidup wanita, ia pun melakukan riset dan berkonsultasi dengan sang suami. Mendapat dukungan, ia memberanikan diri berfoto dengan tema Burlesque. Melihat dirinya begitu mempesona dan dipuji banyak orang, semangat hidupnya perlahan muncul kembali. Keraguan akan dirinya yang tak lagi berfungsi sebagai wanita sutuhnya mulai pudar dan iapun lebih optimis menjalani hidup seperti sediakala.

(fer/fer)