Ketika Hubungan Terhalang Budaya, Harus Lanjut Atau Putus?
Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 18 Okt 2013 15:16 WIB
Jakarta
-
Anda bisa mengubah kewarganegaraan, warna rambut, bahasa, bahkan agama. Namun Anda tidak bisa mengubah suku atau budaya yang dibawa sejak lahir. Dan tak jarang, banyak pasangan kekasih yang sudah mantap tapi harus berakhir karena terpentok masalah adat. Konsultan cinta Wolipop dan juga psikolog, Ratih Ibrahim memberi sedikit pencerahan bagi Anda yang sedang mengalami masalah budaya ini.
1. Pendekatan
Meski tahu jika si orang tua kekasih tidak menyukai Anda karena adat budaya, tetaplah bersikap baik dan sopan. Buktikan dengan sikap, bahwa Anda tidak seperti stereotip adat yang dipikirikan mereka. Lakukan pendekatan kepada keluarganya juga akan membantu Anda. Jika orang tuanya yang tidak setuju, cobalah mendekati adik atau kakak, bahkan om dan tante pasangan.
"Nah, siapakah di dalam keluarga yang memiliki hubungan paling dekat dan paling mudah luluh dengan kamu? Tidak harus orangtua, kakak atau tante juga bisa. Kamu bisa bercerita kepada orang tersebut terlebih dahulu mengenai permasalahan yang kamu alami. Setelah kamu memperoleh dukungan dari orang tersebut, pastinya akan lebih mudah menarik hati orang tuanya. Saya tidak janji kamu tidak akan mengalami kesulitan. Namun, jika kamu memiliki dukungan dari salah satu anggota keluarga, itu akan lebih mudah. Setidaknya kamu tidak sendirian dan lebih kuat," tutur Ratih.
2. Diskusi
Jika Anda dan pasangan ingin membawa hubungan ke tahap yang serius, sebaiknya diskusikan hal ini dari awal hubungan. Apalagi jika sudah mengetahui dari awal kalau orang tua kekasih tidak dapat diganggu gugat, jika menyangkut adat.
"Cobalah kamu bahas dan diskusikan lagi masalah kamu ini dengan pasangan kamu sendiri terlebih dahulu. Jika dia sampai down dan goyah, coba kamu tanyakan pendapat dia sendiri mengenai pandangan keluarganya, setujukah dia, atau dia punya pandangan lain. Jangan sampai nilai-nilai kepercayaan itu merusak hubungan kamu dan pasangan," jelasnya.
3. Sepakat
Setelah mendapat jalan tengahnya, temukanlah kata sepakat bersama-sama. Anda dan dia bisa memilih untuk mengakhiri hubungan, atau menghadapi orang tua keluarga yang tidak setuju Anda bersama. Anda dan kekasih harus kompak, dan komunikasikan hal tersebut dengan suasana yang tenang.
"Dengan kata lain, kalau kalian memiliki kepercayaan dan nilai yang sama, kalian dapat berjuang bersama-sama. Sebaliknya, jika kalian sebagai pasangan saja masih berselisih pendapat, tentu sulit memberi pemahaman pada keluarga terlebih pembuktian bahwa kepercayaan leluhur tersebut belum tentu benar," tambah Ratih Ibrahim.
(asf/eny)
1. Pendekatan
Meski tahu jika si orang tua kekasih tidak menyukai Anda karena adat budaya, tetaplah bersikap baik dan sopan. Buktikan dengan sikap, bahwa Anda tidak seperti stereotip adat yang dipikirikan mereka. Lakukan pendekatan kepada keluarganya juga akan membantu Anda. Jika orang tuanya yang tidak setuju, cobalah mendekati adik atau kakak, bahkan om dan tante pasangan.
"Nah, siapakah di dalam keluarga yang memiliki hubungan paling dekat dan paling mudah luluh dengan kamu? Tidak harus orangtua, kakak atau tante juga bisa. Kamu bisa bercerita kepada orang tersebut terlebih dahulu mengenai permasalahan yang kamu alami. Setelah kamu memperoleh dukungan dari orang tersebut, pastinya akan lebih mudah menarik hati orang tuanya. Saya tidak janji kamu tidak akan mengalami kesulitan. Namun, jika kamu memiliki dukungan dari salah satu anggota keluarga, itu akan lebih mudah. Setidaknya kamu tidak sendirian dan lebih kuat," tutur Ratih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Anda dan pasangan ingin membawa hubungan ke tahap yang serius, sebaiknya diskusikan hal ini dari awal hubungan. Apalagi jika sudah mengetahui dari awal kalau orang tua kekasih tidak dapat diganggu gugat, jika menyangkut adat.
"Cobalah kamu bahas dan diskusikan lagi masalah kamu ini dengan pasangan kamu sendiri terlebih dahulu. Jika dia sampai down dan goyah, coba kamu tanyakan pendapat dia sendiri mengenai pandangan keluarganya, setujukah dia, atau dia punya pandangan lain. Jangan sampai nilai-nilai kepercayaan itu merusak hubungan kamu dan pasangan," jelasnya.
3. Sepakat
Setelah mendapat jalan tengahnya, temukanlah kata sepakat bersama-sama. Anda dan dia bisa memilih untuk mengakhiri hubungan, atau menghadapi orang tua keluarga yang tidak setuju Anda bersama. Anda dan kekasih harus kompak, dan komunikasikan hal tersebut dengan suasana yang tenang.
"Dengan kata lain, kalau kalian memiliki kepercayaan dan nilai yang sama, kalian dapat berjuang bersama-sama. Sebaliknya, jika kalian sebagai pasangan saja masih berselisih pendapat, tentu sulit memberi pemahaman pada keluarga terlebih pembuktian bahwa kepercayaan leluhur tersebut belum tentu benar," tambah Ratih Ibrahim.
(asf/eny)
Hobi dan Mainan
Aneh Tapi Lucu! Fuggler x SpongeBob Ini Bisa Jadi Koleksi Gantungan Tas yang Unik
Kesehatan
Rahasia Tubuh Tetap Terasa Ringan Saat Puasa? Banyak Orang Minum Teh Detox Ini
Makanan & Minuman
Minum Pure Matcha Saat Puasa, Ternyata Banyak Manfaatnya! Begini Penjelasannya
Makanan & Minuman
Menu Lebaran Makin Lezat dengan Kecap Manis, Ini Rekomendasinya
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak Cinta 11 Maret: Aquarius Banyak Godaan, Pisces Jaga Perasaan
Contoh Kata-kata Undangan Buka Puasa Bersama, Simpel tapi Berkesan
Ramalan Zodiak 11 Maret: Aries Jangan Gegabah, Leo Terlalu Posesif
Ramalan Zodiak 11 Maret: Cancer Muncul Persoalan, Taurus Lebih Bijaksana
Ramalan Zodiak 11 Maret: Keuangan Capricorn Meningkat, Pisces Terancam
Most Popular
1
Sebut Suami Selamanya, Kenangan Manis Sheila Dara & Vidi Aldiano di FFI 2025
2
Foto: Zendaya Akhirnya Muncul Setelah Dikabarkan Menikah, Pamer Cincin Kawin
3
Donald Trump Disebut Terobsesi Sepatu Michael Jackson, Staf Sampai Ikut Pakai
4
Gaya Prilly Latuconsina di Premier Film, Tampil Bold Bergaun Hitam Menerawang
5
Kai Trump Dikritik Belanja di Supermarket Mewah Saat Perang Iran Memanas
MOST COMMENTED











































