Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Awas! Sekali Tindak Kekerasan Dilakukan, Bisa Jadi 'Kecanduan'

wolipop
Jumat, 01 Feb 2013 09:36 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Banyak kasus pemukulan, pelecehan atau penendangan oleh pria kepada kekasihnya yang terjadi berulang-ulang. Tindak kekerasan, ternyata bisa menjadi semacam 'kecanduan' apabila mendapat 'penerimaan' dari pasangannya. Inilah yang harus diwaspadai ketika Anda mendapat perlakuan kasar dari kekasih untuk pertama kalinya.

Ada suatu kondisi yang dinamakan psikodinamika, yaitu pelaku kekerasan merasa memperoleh penguatan dari apa yang telah dilakukannya, saat pasangannya seolah bersedia (diperlakukan kasar). Pelaku akan semakin intens melakukan kekerasan setiap waktu karena pasangan 'menerima'.

"Bahkan si pelaku seperti mendapat dominasi maksimum saat bertindak kekerasan," ujar Psikolog Roslina Verauli, M.Psi, saat berbincang dengan wolipop via telepon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kondisi tertentu ada pula pasangan atau pelaku yang mendapatkan kepuasan secara emosional saat menyiksa pasangannya. Baik secara fisik, mental maupun seksual. Kondisi tersebut kerap disebut dengan sadomasochism atau sadism. Terutama jika pasangan 'menyetujui' diperlakukan seperti itu.

"Hati-hati makanya kalau dipukul. Kita harus bilang stop! Karena kalau nggak menjauh, pasangan cenderung akan mengulangi," ucap wanita berusia 36 tahun ini.

Psikolog yang biasa disapa Vera ini menambahkan kalau wanita harus punya kesadaran bahwa mereka punya hak untuk melindungi dirinya. Karena meskipun dua orang berpacaran, mereka tetap individu yang terpisah dan mempunyai batasan privasi yang tidak boleh dilanggar.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads