Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Mencintai Atasan yang Sudah Beristri, Yakin Itu Cinta Sebenarnya?

wolipop
Selasa, 11 Des 2012 11:59 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Rasa cinta bisa datang pada siapa saja; tak mengenal orang, waktu maupun tempat. Tidak salah memang memiliki rasa cinta, tapi akan menjadi rumit bila orang yang dicintai itu adalah bos atau atasan. Terlebih lagi, atasan yang sudah berkeluarga.

Memendam perasaan memang akan menyiksa batin. Tapi, perlukah rasa cinta kepada orang yang sudah beristri diungkapkan demi alasan ingin lepas dari siksaan batin? Hal ini pun jadi sebuah dilema; apa yang sebaiknya dilakukan?

"Itu kan cuma perasaan, artinya bisa datang dan pergi. Kalau kita tidak memanjakan (perasaan itu) juga tidak akan kejadian yang jelek-jelek. Kalau jatuh cinta dengan orang yang sudah nikah, bener nggak akan bahagia?" tutur Psikolog Seksual Zoya Amirin, saat berbincang di kantor wolipop, Buncit, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zoya menegaskan, sebaiknya jangan pernah mengungkapkan perasaan tersebut kepada orang yang tidak tepat. Bila melakukannya karena alasan mencari kebahagiaan, maka hal itu tindakan yang salah. Menurut psikolog lulusan Universitas Indonesia ini, kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan yang tidak merusak kebahagiaan orang lain.

"Kebahagiaan yang merusak kebahagiaan orang lain itu sebenarnya semu. Kalau diungkapkan itu malah jadi cari gara-gara menurut aku," ungkap wanita berusia 37 tahun ini.

Pepatah 'cinta tak harus memiliki' mungkin terdengar klise. Tapi kalimat inilah yang paling tepat diterapkan untuk mengatasi permasalahan ini. Pembicara dalam acara 'Sexophone' di Trans TV ini mengatakan, jangan karena mencintai seseorang lantas harus jadi kekasih dan didekati. Bisa jadi itu hanya sekadar rasa kagum karena sang atasan punya kriteria pria yang menjadi tipe Anda. Ia menyarankan untuk melihat kualitas-kualitas terbaik apa yang ada pada sosok atasan sehingga bisa menjadi patokan tipe pria yang nantinya akan dipilih menjadi kekasih.

"Anggaplah kita kagum dengan sosok orang ini, apa sih yang buat kita suka sama dia? Kita ambil saja kualitas-kualitas terbaik yang ada di dia. Sehingga kita jadi bisa tahu, tipe cowok seperti apa yang kita sukai," urainya.

Cara tersebut dinilai Zoya cukup efektif membuat wanita move on karena menyadari bahwa di luar sana, pria dengan tipe tersebut tak hanya ada pada sang atasan. Zoya juga mengungkapkan, alasan mengapa banyak wanita menyukai pria yang punya kekuasaan dan sudah berkeluarga karena umumnya, mereka terlihat lebih tenang dan dewasa.

Pria bisa bersikap tenang dan dewasa karena sudah ada sosok wanita yang mengurusnya saat di rumah. Dan sedang berada di puncak kesuksesannya. "Pria yang sudah menikah terkesan lebih tenang dan santai. Ya, kan sudah ada yang ngurusin. Itu memang merupakan daya tarik yang cukup besar," ucap wanita yang kerap bicara blak-blakan ini.

Bila seorang wanita menyukai atasannya karena faktor tersebut, itu menandakan dia tertarik pada pria yang percaya diri, dewasa dan nyaman terhadap dirinya. Zoya tak menampik sifat-sifat seperti itu memang kebanyakan dimiliki oleh pria yang sudah menikah. Tapi bukan berarti pria single tidak mempunyai kualitas tersebut. Adanya patokan kriteria ini justru membuat Anda lebih selektif memilih pasangan hidup, meskipun untuk menemukannya memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

"Carilah laki-laki yang single dan punya kualitas seperti itu. Kalaupun misalnya jatuh cinta sama laki-laki yang seperti anak kecil, kita urus juga (lama-lama) bisa mature kok," tambahnya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads