Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Selingkuh Hingga Beda Agama, Pemicu Putus Hubungan Setelah Pacaran Lama

wolipop
Selasa, 06 Nov 2012 08:32 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Kandasnya hubungan percintaan bisa terjadi pada siapa saja yang menjalin asmara. Putus cinta ini juga bukanlah tanpa sebab. Ada beberapa faktor yang dapat memicu hubungan asmara harus berkahir di tengah jalan.

Senin (5/11/2012), Wolipop telah melakukan survei secara online mengenai pasangan yang putus setelah pacaran bertahun-tahun. Dari hasil survei tersebut, tercatat sekitar 93% pasangan mengalami putus cinta di tengah jalan setelah lama berpacaran dengan sang kekasih.

Kira-kira apa ya, alasan mereka mengakhiri hubungan percintaannya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 170 responden, sebanyak 38% partisipan mengaku perselingkuhan merupakan dampak mereka putus dengan kekasihnya. "Adanya orang ketiga," tutur Vika (bukan nama sebenarnya) kepada Wolipop.

Apa yang dialami oleh Vika ternyata juga sama dengan Farah (bukan nama sebenarnya). "The other women," jelasnya yang mengatakan bahwa sang kekasih memiliki wanita lain.

Perselingkuhan bukanlah satu-satunya faktor pasangan yang sudah berpacaran lama harus berpisah. Hubungan asmara yang tidak direstui oleh orangtua pun menjadi pemicu lainnya. Dari hasil survei ini ternyata ada 30% partisipan yang tidak mendapat restu dari orangtua mereka.

"Dulu karena ketidakjelasan arah hubungan, pasangan juga kelewat cuek, ditambah lagi orangtua (ayah) tidak begitu suka," tulis salah satu responden melalui akun Twitternya kepada Wolipop.

Sedangkan 15% partisipan lagi mengaku putus karena sudah bosan dengan pasangan mereka. "Saya bosan dengan sifatnya," ungkap Wulan (bukan nama sebenarnya).

Sementara 8% responden lainnya terpaksa mengakhiri hubungan asmara mereka karena tidak kuat berhubungan asmara jarak jauh. "Karena jarak, LDR-an huhu," tulis salah satu responden yang merasa sedih.

Namun ternyata, 8% sisanya harus putus karena beda agama dengan pasangan mereka. "Beda keyakinan," jelas Desi (bukan nama sebenarnya).


(rma/rma)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads