Liputan Khusus
Cara Aman Menghadapi Si Posesif
wolipop
Selasa, 09 Okt 2012 16:11 WIB
Jakarta
-
Punya pasangan yang posesif bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi sebagian orang. Selain merasa spesial akan perhatian berlebihan yang diberikan juga menjadi patokan kesetiaan dan pembuktian cinta yang besar. Namun ada banyak orang yang merasa terganggu dengan fakta ini. Bagaimana menghadapinya?
Menurut Psikolog Zoya Amirin yang ditemui, Sabtu (6/10/2012) di Hotel Marriot, Jakarta, posesif saat pacaran masih bisa ditolerir, karena jika sudah dirasa tidak cocok, hubungan bisa langsung diakhiri. Yang berat adalah ketika posesif yang mengganggu terjadi di masa pernikahan.
"Kalau sudah married, then you have to work things out, sedangkan kalau masih pacaran ya bisa langsung udahan, tapi kebanyakan orang lebih dengerin hati daripada otaknya," ujarnya.
Zoya menyarankan untuk bertanya baik-baik kepada pasangannya, apa yang bisa dilakukan agar ia tak lagi merasa insecure dalam hubungan. Apa yang membuat pasangan nyaman untuk menjalani? Apa yang membuat ia makin percaya dengan diri Anda? Hingga bagaimana cara yang harus dilakukan bersama agar rasa percaya ini semakin tumbuh dan kuat?
Jika hal-hal ini sudah dibahas baik-baik, maka langkah berikutnya adalah membuat komitmen yang konsisten dijalani. "Anggaplah sudah dijalani, ya jangan diulang lagi. Misalnya kalau sudah ngabarin, jangan jadi gila sendiri lagi. Harus konsisten sama janji yang sudah dibuat. Kalau dulu ngomelnya banyak, sekarang jadi sedikit karena saling mengabari," ujar Zoya menjelaskan.
Akan selalu ada konflik emosi yang besar dari si posesif maupun yang diposesifkan. Bertahan dengan sifat tersebut ditunjang segala kesabaran dari kedua pihak, atau mengikuti logika, dimana jika sudah tidak nyaman, maka hubungan disudahi. Semua dikembalikan kembali pada pasangan yang menjalankan.
(fer/hst)
Menurut Psikolog Zoya Amirin yang ditemui, Sabtu (6/10/2012) di Hotel Marriot, Jakarta, posesif saat pacaran masih bisa ditolerir, karena jika sudah dirasa tidak cocok, hubungan bisa langsung diakhiri. Yang berat adalah ketika posesif yang mengganggu terjadi di masa pernikahan.
"Kalau sudah married, then you have to work things out, sedangkan kalau masih pacaran ya bisa langsung udahan, tapi kebanyakan orang lebih dengerin hati daripada otaknya," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika hal-hal ini sudah dibahas baik-baik, maka langkah berikutnya adalah membuat komitmen yang konsisten dijalani. "Anggaplah sudah dijalani, ya jangan diulang lagi. Misalnya kalau sudah ngabarin, jangan jadi gila sendiri lagi. Harus konsisten sama janji yang sudah dibuat. Kalau dulu ngomelnya banyak, sekarang jadi sedikit karena saling mengabari," ujar Zoya menjelaskan.
Akan selalu ada konflik emosi yang besar dari si posesif maupun yang diposesifkan. Bertahan dengan sifat tersebut ditunjang segala kesabaran dari kedua pihak, atau mengikuti logika, dimana jika sudah tidak nyaman, maka hubungan disudahi. Semua dikembalikan kembali pada pasangan yang menjalankan.
(fer/hst)
Perawatan dan Kecantikan
Blush On yang Bikin Wajah Auto Fresh, 3CE vs MOP untuk Look Natural yang Lebih Hidup!
Elektronik & Gadget
Smart Band Tipis Tapi Powerful, Xiaomi Smart Band 9 Active untuk Gaya Hidup Lebih Sehat!
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Lebih Mulus dan Calm Sekaligus dengan Duel Serum Innisfree Retinol Cica vs MIXSOON Bean Essence!
Elektronik & Gadget
Baseus TWS Bass 15 Clip Open-Ear, TWS Open-Ear yang Nyaman Dipakai Seharian untuk Sport dan Kerja!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Lebaran Jadi Momen Maaf-Maafan, Ini Cara Minta Maaf Sesuai Zodiak (Part 2)
Ramalan Zodiak Cinta 22 Maret: Taurus Cemburu, Scorpio Perbaiki Hubungan
Ramalan Zodiak 22 Maret: Cancer Jangan Mudah Percaya, Virgo Tak Ada Hambatan
Ramalan Zodiak 22 Maret: Aries Terlalu Cuek, Gemini Lupakan Masa Lalu
Ramalan Zodiak Cinta 21 Maret: Aries Lebih Peduli, Virgo Perbaiki Komunikasi
Most Popular
1
Gaya Zayyan XODIAC, Idol KPop asal Indonesia Rayakan Idulfitri di Korea
2
TikTok Viral Verificator
Viral 2,5 Juta Views! Wanita Curhat Hidup di Keluarga Hoarding, Bikin Stres
3
Fenomena Penyihir Modern Viral di TikTok, Ini Fakta di Baliknya
4
Most Pop: Ratu Yordania Mohon Putranya Dibebaskan Setelah Batal Jadi Raja
5
Kisah Yao Anna Putri CEO Huawei Tinggalkan Hidup 'Princess' Demi Jadi Aktris
MOST COMMENTED











































