Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Mendadak Putus Bisa Buat Wanita Terobsesi dengan Mantan Kekasih

wolipop
Jumat, 14 Sep 2012 07:49 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Ada beberapa wanita yang masih terobsesi dengan mantan kekasih padahal sudah disakiti. Entah karena selingkuh, tidak cinta lagi, atau merasa bosan. Apa sih alasan para wanita yang masih suka terobsesi dengan mantannya?

“Alasan semua perempuan secara umum kalau terobsesi sama mantan biasanya unfinished business atau ada problem-problem yang belum terselesaikan pada saat pacaran. Bisa karena perselingkuhan, ditinggalin tiba-tiba, hal-hal yang tak terjelaskan itu bikin orang ‘senewen’ ya,” urai Zoya Amirin, seorang psikolog seks yang diwawancarai langsung oleh Wolipop di kantor Detikcom, Selasa (11/09/2012).

Perlu diketahui, setiap orang selalu ingin diberikan penjelasan yang sebenar-benarnya mengenai semua hal yang berkaitan dengan diri sendiri. Itulah sebabnya saat ditinggalkan begitu saja, dia dapat menjadi obsesif karena merasa ada masalah yang belum selesai. Masalah yang belum selesai bisa karena berbagai faktor, terutama diputusin tanpa alasan yang jelas dan ada orang ketiga. Kedua hal tersebut yang memicu Anda terobsesi dengan mantan kekasih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi terkadang, masih banyak wanita yang tidak terima ditinggalkan oleh pacarnya yang sudah tidak cinta. Wanita akan melakukan hal aneh yang berbahaya bagi dirinya ataupun orang lain. Belum lagi bila hubungan mereka diwarnai oleh seks. Wanita yang pernah berhubungan intim dengan kekasihnya, kemudian mendadak diputusin tanpa alasan yang pasti bisa menjadi ‘gila’ sehingga bikin dia berlaku obsesif.

“Kalau masih pacaran terus ada seksnya memang relatif lebih kompleks. Sisa-sisa kejayaan seks itu membuat dopamine dalam tubuh bikin kayak orang sakau seperti sakau pada narkoba. Masa dopamine ini karena biasa dilakukan bersama-sama (apalagi intens atau ada seks) dopaminenya tinggi, kalau enggak ada seks masih lebih gampang ya,” ungkap psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia yang akrab dipanggil Zoya.

Terkadang, wanita tidak tahan dengan perasaannya sendiri sehingga jadi obsesif karena dopaminenya terlalu tinggi. Ada sebagian wanita yang masih bisa mengatur perasaan mereka, tapi ada juga yang sangat sulit menghadapinya setelah baru putus. Kesulitan itu dikarenakan dia belum memperoleh penjelasan sehingga ‘mengejar-ngejar’ pria yang telah meninggalkannya.

Seksolog cantik ini pun menyarankan agar Anda tidak mencari tahu apa pun yang terjadi dengan mantan selama dua bulan pertama setelah putus. Jangan manjakan perasaan negatif dan harus menenangkan diri terlebih dahulu supaya mudah untuk move-on.

“Cinta itu membawa bahagia, bagus kita cinta sama dia, tapi kalau dia enggak cinta sama kita, ambil waktu deh untuk terima kenyataan,” ujar Zoya menasihati.

(fer/eya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads