Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Pasangan Mendadak Berubah Saat LDR, Jangan Panik!

wolipop
Selasa, 04 Sep 2012 15:57 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Pasangan tiba-tiba berubah setelah pindah kerja atau kuliah ke negara lain? Jangan langsung panik dan berpikiran negatif. Telusuri dulu penyebabnya sebelum Anda menyulut api pertengkaran yang bisa berakibat putusnya hubungan asmara.

Menjalani long distance relationship (LDR) memang kerap menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran. Ketika pasangan menunjukkan perubahan kebiasaan, biasanya kita akan langsung beranggapan yang bukan-bukan. Namun penyebabnya bukan semata-mata karena si dia sudah tak cinta atau ada orang ketiga.

Kasus yang sering terjadi adalah, kekasih yang berada nun jauh di sana tiba-tiba jarang bahkan tidak pernah menghubungi atau sulit dihubungi. Padahal saat awal-awal kepindahannya ke kota atau negara lain, si dia rajin mengirimkan SMS, menanggapi status di media sosial bahkan menyempatkan waktu sesering mungkin untuk menelepon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perubahan kebiasaan seringkali dipicu perubahan pekerjaan atau aktivitas. Misalnya ketika dia kuliah di luar (negeri), di awal-awal penyesuaian biasanya tugas belum banyak sehingga bisa sering telepon. Tapi di tengah-tengah kuliah tugas makin banyak sehingga komunikasi jadi lebih sulit dilakukan karena waktu terbatas," ujar Psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi.M.Si. saat berbincang dengan wolipop melalui telepon, Jumat (31/08/2012).

Penyebab lainnya, bisa juga karena lebih banyak orang yang harus ditemui saat dia bekerja atau kuliah di negara lain. Jika dia termasuk orang yang tidak terlalu suka berhubungan dengan orang lain, harus bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang jadi lebih menguras energi baginya. Akibatnya ia jadi merasa lelah dan energinya sudah terlalu sedikit untuk berkomunikasi dengan kekasih.

"Ada orang yang nggak terlalu suka berhubungan dengan orang lain. Ketika bertemu dengan banyak orang, untuk ketemu dengan (orang) yang dikenal jadi berasa lebih capek," tutur psikolog yang akrap disapa Nina ini.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk tahu banyak tentang aktivitas kesehariannnya di luar sana. Sehingga ketika sikapnya tiba-tiba berubah Anda bisa menganalisis terlebih dahulu apa alasan sebenarnya.

Perubahan sikap si dia juga bisa dipicu oleh kebiasaan dari pihak Anda yang berubah. Ketika mendadak kekasih jadi cepat marah begitu berbicara di telepon, jangan terburu-buru menganggap dia mendadak berubah jadi pemarah. Introspeksi diri terlebih dahulu, apakah Anda memiliki jadwal kegiatan yang berubah atau lebih sibuk sehingga secara tidak sadar lupa memberi kabar padanya?

"Kita sendiri mungkin punya perubahan jadwal yang tanpa disadari, kebiasaan komunikasinya jadi berbeda dengan pasangan. Itu (gampang marah) adalah reaksi dia terhadap perubahan yang kita lakukan. Jadi lebih jarang hubungi dia, karena lagi capek jadi judes. Yang tadinya biasa aja kemudian jadi sensitif, apa-apa dipermasalahkan," urai Nina.

Untuk mencegah masalah ini terjadi, Anda dan pasangan harus saling membangun kepercayaan. Beberapa caranya dengan memanfaatkan komunikasi lewat teknologi semaksimal mungkin, mengetahui hal-hal tentang dirinya sebanyak mungkin dan mencoba kenal serta mendekatkan diri dengan sahabat atau rekan kerja yang tinggal bersama dia selama kalian berjauhan.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads