Sebelum Mengucap kata 'Putus', Jawab 9 Pertanyaan Ini!
wolipop
Rabu, 18 Jul 2012 08:31 WIB
Jakarta
-
Apa akhir-akhir ini sedang bermasalah dengan kekasih dan ingin mengakhiri hubungan asmara? Banyak wanita yang tidak pikir panjang sebelum memutuskan hubungan. Hal itu bisa menyebabkan Anda menyesal di kemudian hari.
Sebelum mengambil langkah serius, coba tanyakan kembali pada diri Anda agar yakin dengan keputusan yang akan diambil. Dilansir dari eHarmony, sembilan pertanyaan ini bisa membuat Anda yakin sebelum memutuskan hubungan asmara Anda dengan si dia.
1. Apakah hanya emosi?
Pastikan Anda mempunyai alasan yang tepat sebelum mengakhiri hubungan. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah keputusan ini memang murni dari hati atau hanya emosi sesaat? Mungkin Anda ingin putus karena baru-baru ini ada cekcok dengan si dia. Sebaiknya, tunggu sampai Anda tenang sehingga dapat berpikir secara matang.
2. Apa masalah masih bisa diselesaikan?
Tanyakan kepada diri sendiri, apakah masih bisa diselesaikan dengan baik? Coba pikirkan kembali bagaimana penyelesaian konflik tanpa mengakhiri hubungan. Diskusikan apa yang Anda inginkan dari sang kekasih, dan dengarkan juga bagaimana perasaan pasangan Anda. Jika masalah memang dapat diselesaikan, Anda akan memiliki nilai positif untuk masa depan hubungan. Mungkin saja sebenarnya Anda dan dia masih ingin berjuang untuk membangun hubungan yang lebih serius.
3. Apakah saya terlalu cepat mengambil kesimpulan?
Ketika sedang dalam masalah, Anda langsung membayangkan hidup menjadi lebih indah jika tanpa kekasih. Hal itu membuat Anda ingin kembali 'single' agar bisa bahagia. Namun, jangan menganggap kalau Anda tidak bahagia karena hubungan yang salah. Coba mengatasi konflik dengan pikiran matang supaya menemukan jalan keluar yang baik untuk Anda dan si dia.
4. Sudahkan terbuka dengan pasangan?
Apakah Anda sudah terbuka dengan pasangan? Daripada hanya menyalahkan dia karena masalah yang terjadi lebih baik evaluasi diri. Bagaimana komunikasi yang terjalin selama ini, sudahkah Anda saling terbuka? Komunikasi yang baik berpengaruh pada hubungan yang sehat. Meskipun nantinya hubungan tetap berakhir, namun dengan komunikasi yang baik, maka keputusan tersebut akan bisa diterima dengan baik oleh kedua belah pihak.
5. Apakah dunia saya akan berubah setelah berpisah?
Kebosanan dalam hubungan bisa membuat Anda ingin berpisah dari si dia, namun bayangkan bagaimana hidup Anda nantinya jika berpisah darinya? Jika si dia selalu ada untuk Anda dan dia menjadi orang yang bisa diandalkan, maka pikirkan lagi keputusan Anda. Namun jika permasalahan Anda dan si dia sudah sangat berat seperti si dia selingkuh atau berperilaku kasar, Anda tidak perlu pikir dua kali.
6. Apakah saya akan menyesal kehilangan dia?
Seperti dijelaskan di atas, jika masalah sudah sangat berat, Anda tidak perlu berpikir panjang untuk memutuskannya. Namun jika masalahnya sepele, sebaiknya pertimbangkan keputusan untuk berpisah, coba tanyakan pada hati, apakah Anda akan menyesal kehilangan dia? Jika hati kecil Anda mengatakan "iya", lebih baik pikirkan kembali keputusan tersebut.
7. Apakah perpisahan sebuah permainan?
Tidak sedikit wanita yang mengancam pasangan akan mengakhiri hubungan, hanya karena ingin si dia berubah. Namun, perpisahan bukanlah sebuah permainan. Jangan bermain-main dengan kata putus atau Anda bisa kehilangan dia selamanya. Oleh sebab itu, jangan pernah menggunakan ancaman putus sebagai alat agar pasangan memperbaiki sikapnya kepada Anda. Sebaiknya, evaluasi hubungan supaya saling tahu perasaan masing-masing.
8. Apakah ada yang mempengaruhi keputusan saya untuk putus?
Pertanyaan yang perlu dikhawatirkan salah satunya, apakah ada yang mempengaruhi keputusan Anda mengakhiri hubungan dengan kekasih? Jika iya, Anda perlu mempertimbangkannya terlebih dahulu. Ini hidup Anda dan hanya diri sendiri yang tahu bagaimana cara Anda bahagia. Mungkin salah satu teman tidak suka dengan hubungan kalian makanya mereka ingin Anda dan kekasih berpisah. Agar dapat solusi terbaik, tenangkan diri Anda serta memikirkan ulang semua perkara yang terjadi dalam hubungan Anda berdua.
9. Sudahkah saya memberikan yang terbaik dalam hubungan ini?
Jangan menyalahkan pasangan karena berakhirnya jalinan asmara yang telah dijalani selama bertahun-tahun. Koreksi diri sendiri, apa Anda telah memberikan yang terbaik selama menjalin asmara dengannya? Jika Anda ragu berpisah dengan kekasih, tidak ada salahnya mencoba memperbaiki hubungan yang sudah retak.
(kik/hst)
Sebelum mengambil langkah serius, coba tanyakan kembali pada diri Anda agar yakin dengan keputusan yang akan diambil. Dilansir dari eHarmony, sembilan pertanyaan ini bisa membuat Anda yakin sebelum memutuskan hubungan asmara Anda dengan si dia.
1. Apakah hanya emosi?
Pastikan Anda mempunyai alasan yang tepat sebelum mengakhiri hubungan. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah keputusan ini memang murni dari hati atau hanya emosi sesaat? Mungkin Anda ingin putus karena baru-baru ini ada cekcok dengan si dia. Sebaiknya, tunggu sampai Anda tenang sehingga dapat berpikir secara matang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanyakan kepada diri sendiri, apakah masih bisa diselesaikan dengan baik? Coba pikirkan kembali bagaimana penyelesaian konflik tanpa mengakhiri hubungan. Diskusikan apa yang Anda inginkan dari sang kekasih, dan dengarkan juga bagaimana perasaan pasangan Anda. Jika masalah memang dapat diselesaikan, Anda akan memiliki nilai positif untuk masa depan hubungan. Mungkin saja sebenarnya Anda dan dia masih ingin berjuang untuk membangun hubungan yang lebih serius.
3. Apakah saya terlalu cepat mengambil kesimpulan?
Ketika sedang dalam masalah, Anda langsung membayangkan hidup menjadi lebih indah jika tanpa kekasih. Hal itu membuat Anda ingin kembali 'single' agar bisa bahagia. Namun, jangan menganggap kalau Anda tidak bahagia karena hubungan yang salah. Coba mengatasi konflik dengan pikiran matang supaya menemukan jalan keluar yang baik untuk Anda dan si dia.
4. Sudahkan terbuka dengan pasangan?
Apakah Anda sudah terbuka dengan pasangan? Daripada hanya menyalahkan dia karena masalah yang terjadi lebih baik evaluasi diri. Bagaimana komunikasi yang terjalin selama ini, sudahkah Anda saling terbuka? Komunikasi yang baik berpengaruh pada hubungan yang sehat. Meskipun nantinya hubungan tetap berakhir, namun dengan komunikasi yang baik, maka keputusan tersebut akan bisa diterima dengan baik oleh kedua belah pihak.
5. Apakah dunia saya akan berubah setelah berpisah?
Kebosanan dalam hubungan bisa membuat Anda ingin berpisah dari si dia, namun bayangkan bagaimana hidup Anda nantinya jika berpisah darinya? Jika si dia selalu ada untuk Anda dan dia menjadi orang yang bisa diandalkan, maka pikirkan lagi keputusan Anda. Namun jika permasalahan Anda dan si dia sudah sangat berat seperti si dia selingkuh atau berperilaku kasar, Anda tidak perlu pikir dua kali.
6. Apakah saya akan menyesal kehilangan dia?
Seperti dijelaskan di atas, jika masalah sudah sangat berat, Anda tidak perlu berpikir panjang untuk memutuskannya. Namun jika masalahnya sepele, sebaiknya pertimbangkan keputusan untuk berpisah, coba tanyakan pada hati, apakah Anda akan menyesal kehilangan dia? Jika hati kecil Anda mengatakan "iya", lebih baik pikirkan kembali keputusan tersebut.
7. Apakah perpisahan sebuah permainan?
Tidak sedikit wanita yang mengancam pasangan akan mengakhiri hubungan, hanya karena ingin si dia berubah. Namun, perpisahan bukanlah sebuah permainan. Jangan bermain-main dengan kata putus atau Anda bisa kehilangan dia selamanya. Oleh sebab itu, jangan pernah menggunakan ancaman putus sebagai alat agar pasangan memperbaiki sikapnya kepada Anda. Sebaiknya, evaluasi hubungan supaya saling tahu perasaan masing-masing.
8. Apakah ada yang mempengaruhi keputusan saya untuk putus?
Pertanyaan yang perlu dikhawatirkan salah satunya, apakah ada yang mempengaruhi keputusan Anda mengakhiri hubungan dengan kekasih? Jika iya, Anda perlu mempertimbangkannya terlebih dahulu. Ini hidup Anda dan hanya diri sendiri yang tahu bagaimana cara Anda bahagia. Mungkin salah satu teman tidak suka dengan hubungan kalian makanya mereka ingin Anda dan kekasih berpisah. Agar dapat solusi terbaik, tenangkan diri Anda serta memikirkan ulang semua perkara yang terjadi dalam hubungan Anda berdua.
9. Sudahkah saya memberikan yang terbaik dalam hubungan ini?
Jangan menyalahkan pasangan karena berakhirnya jalinan asmara yang telah dijalani selama bertahun-tahun. Koreksi diri sendiri, apa Anda telah memberikan yang terbaik selama menjalin asmara dengannya? Jika Anda ragu berpisah dengan kekasih, tidak ada salahnya mencoba memperbaiki hubungan yang sudah retak.
(kik/hst)
Pakaian Pria
Minimalis Tapi Berkelas, Menyambut Ramadan dengan CUTOFF Ammar Collarless Shirt Kemeja Koko Cotton yang Bikin Hari Raya Makin Berarti!
Hobi dan Mainan
Ngabuburit Makin Seru Bareng Keluarga dengan KINGLUCKY K88 Speaker Karaoke 2MIC 1set Bluetooth yang Praktis & Suaranya Mantap!
Pakaian Pria
Outfit Pria Simple Tapi Tetap Keren untuk Bukber, Kombinasi Oversized Tee & Celana Chinos Pendek yang Bikin Kamu Stand Out!
Kesehatan
Rahasia Kulit Cerah Saat Lebaran, Rekomendasi Body Scrub Ini Harus Kamu Pakai dari Sekarang!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak 24 Februari: Taurus Harus Tegas, Gemini Perlu Komunikasi
Ramalan Zodiak Cinta 23 Februari: Libra Lebih Perhatian, Cancer Jangan Egois
Ramalan Zodiak 23 Februari: Capricorn Tetap Tegar, Pisces Terus Berjuang
Ramalan Zodiak 23 Februari: Libra Lebih Peduli, Sagitarius Jaga Hatinya
Ramalan Zodiak 23 Februari: Leo Hadapi Tantangan, Virgo Raih Kesempatan
Most Popular
1
Viral Verificator
Nikah di KUA Demi DP Rumah, Viral Pasangan Ini Bulan Madu Motoran ke Puncak
2
Visual Awet Muda Aktris Drakor 41 Tahun Ini Bikin Syok, Disebut Mirip AI
3
Ramalan Zodiak 24 Februari: Taurus Harus Tegas, Gemini Perlu Komunikasi
4
7 Ide Makanan Sahur untuk Diet, Tinggi Protein Bikin Kenyang
5
Beda Gaya Berkaftan Ashanty, KD & Geni Faruk, 3 Nenek di Ultah Ameena
MOST COMMENTED











































