Awas, Kebanyakan Basa Basi Bisa Bikin Depresi
wolipop
Rabu, 09 Mar 2011 15:20 WIB
Jakarta
-
Jangan anti dulu dengan obrolan yang serius. Peneliti membuktikan orang yang terlibat dalam pembicaraan mendalam atau serius justru lebih bahagia. Sebaliknya, orang-orang yang hanya ngobrol masalah sepele bisa bikin depresi.
Ilmuwan menemukan percakapan yang mendalam dapat meningkatkan kebahagian seseorang karena membuat keterlibatan seseorang lebih akrab. Tapi obrolan yang sepele justru bisa membuat orang menjadi depresi atau tidak bahagia, seperti yang dikutip dari detikhealth.
Dalam penelitian ini psikolog menyelidiki apakah perasaan bahagia dan tidak bahagia seseorang bisa tergantung dari jenis percakapan yang dilakoninya atau tidak.
Partisipan yang ikut terlibat dalam penelitian ini menggunakan alat perekam untuk memantau percakapannya dengan teman atau koleganya selama empat hari.
Para peneliti kemudian mendengarkan rekaman yang ada serta mengidentifikasinya sebagai percakapan yang sepele atau terlibat dalam diskusi yang mendalam. Selain itu peneliti juga memberikan penilaian terhadap kepribadian dan kesejahteraan dari orang tersebut.
Studi ini memberikan temuan-temuan yang cukup mengejutkan dan hasilnya telah dilaporkan dalam jurnal Psychological Science.
Hasil penelitian didapatkan kebahagiaan yang besar dalam bersosialisasi terkait dengan seberapa banyak waktu yang dihabiskan orang untuk sendiri serta waktu untuk berbicara dengan orang lain.
Partisipan yang paling berbahagia jika dirinya menghabiskan kurang dari 25 persen waktunya untuk sendiri dan 70 persen lebih banyak untuk berbicara.
Tapi peneliti juga terkejut dengan temuan bahwa topik pembicaraan bisa mempengaruhi tingkat kebahagiaan dari orang tersebut. Partisipan yang paling bahagia ditemukan dua kali lebih besar jika terlibat dalam pembicaraan yang bermakna. Sedangkan sepertiga partisipan mengaku tidak bahagia jika terlibat dalam pembicaraan yang sepele atau hanya sekedar basa basi.
"Penemuan ini menunjukkan bahwa kehidupan yang bahagia meliputi sosialisasi yang baik dan terlibat dalam percakapan yang mendalam atau bermakna daripada hidup sendiri (soliter) dan hanya basa basi saja," ujar Matthias Mehl, profesor psikologi dari University of Arizona, seperti dikutip dari Telegraph.
Mehl menambahkan suatu percakapan yang mendalam bisa menumbuhkan rasa keakraban dengan orang lain dalam suatu hubungan, sehingga akan lebih bermakna dalam menciptakan interaksi yang baik dengan orang lain.
Para peneliti menyimpulkan bahwa percakapan yang mendalam dan bermakna kemungkinan bisa memiliki potensi untuk membuat orang lain menjadi lebih bahagia dibandingkan hanya sekedar basa basi saja.
(ver/ir)
Ilmuwan menemukan percakapan yang mendalam dapat meningkatkan kebahagian seseorang karena membuat keterlibatan seseorang lebih akrab. Tapi obrolan yang sepele justru bisa membuat orang menjadi depresi atau tidak bahagia, seperti yang dikutip dari detikhealth.
Dalam penelitian ini psikolog menyelidiki apakah perasaan bahagia dan tidak bahagia seseorang bisa tergantung dari jenis percakapan yang dilakoninya atau tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti kemudian mendengarkan rekaman yang ada serta mengidentifikasinya sebagai percakapan yang sepele atau terlibat dalam diskusi yang mendalam. Selain itu peneliti juga memberikan penilaian terhadap kepribadian dan kesejahteraan dari orang tersebut.
Studi ini memberikan temuan-temuan yang cukup mengejutkan dan hasilnya telah dilaporkan dalam jurnal Psychological Science.
Hasil penelitian didapatkan kebahagiaan yang besar dalam bersosialisasi terkait dengan seberapa banyak waktu yang dihabiskan orang untuk sendiri serta waktu untuk berbicara dengan orang lain.
Partisipan yang paling berbahagia jika dirinya menghabiskan kurang dari 25 persen waktunya untuk sendiri dan 70 persen lebih banyak untuk berbicara.
Tapi peneliti juga terkejut dengan temuan bahwa topik pembicaraan bisa mempengaruhi tingkat kebahagiaan dari orang tersebut. Partisipan yang paling bahagia ditemukan dua kali lebih besar jika terlibat dalam pembicaraan yang bermakna. Sedangkan sepertiga partisipan mengaku tidak bahagia jika terlibat dalam pembicaraan yang sepele atau hanya sekedar basa basi.
"Penemuan ini menunjukkan bahwa kehidupan yang bahagia meliputi sosialisasi yang baik dan terlibat dalam percakapan yang mendalam atau bermakna daripada hidup sendiri (soliter) dan hanya basa basi saja," ujar Matthias Mehl, profesor psikologi dari University of Arizona, seperti dikutip dari Telegraph.
Mehl menambahkan suatu percakapan yang mendalam bisa menumbuhkan rasa keakraban dengan orang lain dalam suatu hubungan, sehingga akan lebih bermakna dalam menciptakan interaksi yang baik dengan orang lain.
Para peneliti menyimpulkan bahwa percakapan yang mendalam dan bermakna kemungkinan bisa memiliki potensi untuk membuat orang lain menjadi lebih bahagia dibandingkan hanya sekedar basa basi saja.
(ver/ir)
Kesehatan
Kaki Sering Nyeri dan Kesemutan? Lansia Wajib Coba Terapi Refleksi Ini di Rumah
Kesehatan
Bangun Tidur Tanpa Pegal Berkat Bantal Terapi Ini! Aktivitas Selama Ramadan Jadi Lebih Ringan
Home & Living
Bikin Lebih Semangat Minum Air Putih! 3 Tumbler Estetik Ini Praktis Dipakai Harian
Olahraga
Jaga Stabilitas di Air dengan Rekomendasi Pelampung Pinggang & Kacamata Renang Minus
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Cara Tenangkan Pikiran Saat Masalah Datang
Ramalan Zodiak Cinta 19 Februari: Gemini Harmonis, Virgo Ada PIhak Ketiga
17 Februari 2026 Bukan Gerhana Biasa, Astrolog Ramalkan Awal Babak Baru
Ramalan Zodiak 19 Februari: Cancer Bicara Jujur, Leo Hindari Perselisihan
Relation-Sipping, Tren Pacaran Simpel yang Disukai Gen Z
Most Popular
1
Foto: Jisoo BLACKPINK Kencan dengan 8 Aktor Ganteng di Boyfriend on Demand
2
Baru Cerai, Nicole Kidman Didekati Multimiliuner, Terungkap Statusnya
3
Intip Kado Ultah Nagita Slavina-Raffi Ahmad, Harganya Sama-sama Capai Rp 7 M
4
Disney Rilis Gaun Pengantin Bercahaya, 500 Lampu Dijahit di Dalam Baju
5
Foto Mayangsari Ziarah ke Makam Pak Harto Bareng Suami & Anak Jelang Ramadhan
MOST COMMENTED











































