Hanya Perlu 0,2 Detik Untuk Jatuh Cinta
wolipop
Senin, 24 Jan 2011 16:05 WIB
Jakarta
-
Meskipun banyak yang mengatakan cinta tumbuh di hati, proses yang sebenarnya terjadi lebih sering pada otak. Dan cinta pada pandangan pertama benar-benar terjadi, karena otak merespon dengan sangat cepat.
Jatuh cinta hanya membutuhkan 0,2 atau 1/5 detik saja. Kehadiran perasaan cinta juga melibatkan proses yang sangat kompleks. Setidaknya ada 12 wilayah otak yang terlibat dalam pelepasan berbagai emosi hormon cinta seperti dopamin, adrenalin oksitosin, vasopresi.
Peran masing-masing bagian otak berbeda, tergantung pada bentuk cinta. Beberapa bagian otak cenderung lebih aktif di dalamnya yang menimbulkan perasaan menyenangkan dan juga sebagai pusat kognitif untuk image tubuh.
Perasaan cinta juga ditandai oleh meningkatknya level Nerve Growth Factor (NGF) dalam darah. NGF merupakan senyawa kimia yang mencatat peningkatan tajam bila orang terpesona oleh pasangan, ini membuktikan bahwa fenomena cinta pada pandangan pertama benar-benar bisa terjadi.
Penelitian tersebut dilakukan di Universitas Syracause, New York dan dipimpin oleh Stephani Ortigue. Profesor Ortigue memaparkan, otak memiliki peranan yang penting pada perasaan.
"Setiap reaksi yang terjadi dalam hati, sebenarnya berasal dari otak. Oleh karena itu, cinta terbentuk di dalam otak, bukan di hati," ujar Ortgue, seperti dikutip ScienceDaily.
Profesor Ortigue meneliti reaksi otak ketika orang jatuh cinta dan mempublikasikan hasilnya dalam Journal of Sexual Medicine. Ia berharap temuannya dapat bermanfaat untuk orang dengan gangguan emosi dan depresi yang jarang tahu bagaimana rasanya jatuh cinta. (kik/kik)
Jatuh cinta hanya membutuhkan 0,2 atau 1/5 detik saja. Kehadiran perasaan cinta juga melibatkan proses yang sangat kompleks. Setidaknya ada 12 wilayah otak yang terlibat dalam pelepasan berbagai emosi hormon cinta seperti dopamin, adrenalin oksitosin, vasopresi.
Peran masing-masing bagian otak berbeda, tergantung pada bentuk cinta. Beberapa bagian otak cenderung lebih aktif di dalamnya yang menimbulkan perasaan menyenangkan dan juga sebagai pusat kognitif untuk image tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian tersebut dilakukan di Universitas Syracause, New York dan dipimpin oleh Stephani Ortigue. Profesor Ortigue memaparkan, otak memiliki peranan yang penting pada perasaan.
"Setiap reaksi yang terjadi dalam hati, sebenarnya berasal dari otak. Oleh karena itu, cinta terbentuk di dalam otak, bukan di hati," ujar Ortgue, seperti dikutip ScienceDaily.
Profesor Ortigue meneliti reaksi otak ketika orang jatuh cinta dan mempublikasikan hasilnya dalam Journal of Sexual Medicine. Ia berharap temuannya dapat bermanfaat untuk orang dengan gangguan emosi dan depresi yang jarang tahu bagaimana rasanya jatuh cinta. (kik/kik)
Pakaian Pria
Rekomendasi 3 Jaket Bomber Hitam Pria Andalan Paling Stylish Buat Upgrade OOTD Kamu!
Hobi dan Mainan
VITAMIN KUCING Growth Hack by Petglow x Butter Belly, Solusi Praktis Bikin Anabul Makin Lahap & Berisi!
Pakaian Pria
Prabu Rudi Black White Sneakers, Sepatu Baru Pria Favorit untuk Menyambut Chinese New Year 2026 yang Wajib Kamu Beli!
Perawatan dan Kecantikan
Makeup Heavy saat Lebaran Bikin Kulit Breakout? Ini Penyebab yang Sering Diremehkan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak 16 Februari: Cancer Emosi Labil, Virgo Jangan Cemas
50 Ucapan Imlek 2026 Penuh Makna dan Semangat Inspiratif
Ramalan Zodiak 16 Februari: Aries Cekcok Mereda, Gemini Tak Perlu Emosi
Sisi Gelap Aquarius Terungkap: Cerdas Tapi Bisa Dingin & Sulit Dipahami
Ramalan Zodiak Cinta 15 Februari: Scorpio Abaikan Gosip, Virgo Perbaiki Diri
Most Popular
1
50 Ucapan Imlek 2026 Penuh Makna dan Semangat Inspiratif
2
Konflik Makin Panas, Brooklyn Beckham Unfollow Gordon Ramsay Usai Disindir
3
Ramalan Zodiak 16 Februari: Cancer Emosi Labil, Virgo Jangan Cemas
4
Koleksi Lebaran Ayu Dyah Andari & Heart Troops Tutup Ramadan Pret-A-Porter
5
Kontroversi Epstein Terungkap: Ingin Nikahi Putri Mantannya yang Masih Remaja
MOST COMMENTED











































