Berpisah dengan Damai
wolipop
Selasa, 06 Apr 2010 17:03 WIB
Jakarta
-
Perceraian adalah hal terakhir yang diinginkan dalam pernikahan. Namun apabila ikatan suci ini tidak dapat dipertahankan lagi mau tak mau perpisahan harus dihadapi.
Perceraian akan sangat sulit dan berliku-liku terutama bila ada hak asuh anak ataupun kepemilikan harta. Meskipun tampaknya mustahil untuk tetap berteman dengan mantan selama dan setelah perceraian, namun jika itu bisa dilakukan, mungkin beban Anda akan sedikit berkurang. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda ikuti.
1. Memiliki pihak ketiga (mediator)yang terpercaya dan dihormati dapat membantu ketika perselisihan muncul. Orang itu bisa menjadi penengah dalam masalah pasca perceraian, terutama bila ada masalah properti atau pengawasan yang terlibat. Ahli agama, terapis, keluarga, teman terdekat atau seseorang yang ahli menengahi sengketa, bisa menjadi mediator yang tepat.
2. Tetapkan aturan-aturan dasar bersama mantan pasangan dan patuhi. Misalnya, setuju untuk tidak bertanya tentang kehidupan percintaan mantan Anda. Buat rencana ke depan untuk memutuskan kapan salah satu dari kalian dapat mengajak anak-anak berlibur. Buat batasan tentang mengungkapkan kasih sayang. Batas dapat membuat semua orang merasa lebih nyaman.
3. Hindari mengucapkan hal-hal buruk yang menyangkut mantan suami Anda. Ada batasan pembicaraan yang harus dijaga baik dengan teman, keluarga dan terutama anak-anak yang merasakan dampak perceraian Anda. Jika Anda mendengar keluhan atau komentar tajam tentang mantan suami Anda, menjauhlah dari percakapan atau mengatakan bahwa Anda tidak akan mengkritiknya.
4. Fokuskan pikiran dan hati pada hal positif. Daripada meratapi kegagalan pernikahan Anda, buatlah daftar semua hal yang dapat dilakukan dengan status single Anda. Atur acara menyenangkan dengan teman wanita atau teman pria. Berlibur, bergabung dengan situs kencan dan cari hobi baru. Perubahan Anda dalam status perkawinan adalah waktu yang tepat untuk menemukan kembali diri Anda, bukannya berkubang dalam kesedihan.
5. Tinggalkan masa lalu Anda. Ingat bahwa pasca perceraian, hubungan Anda telah berubah. Singkirkan foto-foto lama dan kenang-kenangan dari hubungan Anda. Simpan beberapa foto jika Anda mempunyai anak, tetapi sebaiknya hal-hal yang mengingatkan Anda tentang perkawinan dijauhkan dari diri Anda. Cobalah untuk mendekorasi ulang ruangan sesuai dengan gaya hidup Anda untuk membantu Anda bergerak maju.
(kee/kee)
Perceraian akan sangat sulit dan berliku-liku terutama bila ada hak asuh anak ataupun kepemilikan harta. Meskipun tampaknya mustahil untuk tetap berteman dengan mantan selama dan setelah perceraian, namun jika itu bisa dilakukan, mungkin beban Anda akan sedikit berkurang. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda ikuti.
1. Memiliki pihak ketiga (mediator)yang terpercaya dan dihormati dapat membantu ketika perselisihan muncul. Orang itu bisa menjadi penengah dalam masalah pasca perceraian, terutama bila ada masalah properti atau pengawasan yang terlibat. Ahli agama, terapis, keluarga, teman terdekat atau seseorang yang ahli menengahi sengketa, bisa menjadi mediator yang tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3. Hindari mengucapkan hal-hal buruk yang menyangkut mantan suami Anda. Ada batasan pembicaraan yang harus dijaga baik dengan teman, keluarga dan terutama anak-anak yang merasakan dampak perceraian Anda. Jika Anda mendengar keluhan atau komentar tajam tentang mantan suami Anda, menjauhlah dari percakapan atau mengatakan bahwa Anda tidak akan mengkritiknya.
4. Fokuskan pikiran dan hati pada hal positif. Daripada meratapi kegagalan pernikahan Anda, buatlah daftar semua hal yang dapat dilakukan dengan status single Anda. Atur acara menyenangkan dengan teman wanita atau teman pria. Berlibur, bergabung dengan situs kencan dan cari hobi baru. Perubahan Anda dalam status perkawinan adalah waktu yang tepat untuk menemukan kembali diri Anda, bukannya berkubang dalam kesedihan.
5. Tinggalkan masa lalu Anda. Ingat bahwa pasca perceraian, hubungan Anda telah berubah. Singkirkan foto-foto lama dan kenang-kenangan dari hubungan Anda. Simpan beberapa foto jika Anda mempunyai anak, tetapi sebaiknya hal-hal yang mengingatkan Anda tentang perkawinan dijauhkan dari diri Anda. Cobalah untuk mendekorasi ulang ruangan sesuai dengan gaya hidup Anda untuk membantu Anda bergerak maju.
(kee/kee)
Perawatan dan Kecantikan
Stop Galau! Ini Bedanya Skin Tint, Foundation, dan Cushion, Mana yang Cocok untuk Bukber?
Kesehatan
Jangan Sampai Drop di Tengah Puasa! Ini Rahasia Energi Stabil dari Madu Murni
Perawatan dan Kecantikan
Stop Takut Make Up Crack Saat Lebaran! Ini Solusi Complexion Tahan Lama
Perawatan dan Kecantikan
Stop Makeup Geser Saat Bukber! Ini Foundation Tahan Lama yang Wajib Dicoba
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak 18 Februari: Gemini Muncul Hambatan, Aries Tetap Semangat
Ramalan Zodiak Cinta 17 Februari: Aries Tetap Sabar, Gemini Beda Pendapat
Ramalan Zodiak 17 Februari: Aquarius Hati-hati, Pisces Sabar dan Teliti
Makna Gong Xi Fa Cai, Xin Nian Kuai Le, dan Angpao Na Lai saat Imlek
Ramalan Zodiak 17 Februari: Libra Kontrol Pengeluaran, Sagitarius Bersabarlah
Most Popular
1
Potret Jennie BLACKPINK Cantik Effortless Pakai Singlet Putih di New York
2
Skandal 'America's Next Top Model' Memanas, Ada Tudingan Pelecehan Seskual
3
Menikah Diam-diam, Ini Gaya Ayushita Jadi Pengantin Bohemian
4
Diet Terlihat Sehat, Tapi Tubuhmu Diam-Diam Kekurangan Nutrisi Penting Ini
5
'Huawei Princess' Main Drama Kolosal China, Wajahnya Dikritik Terlalu Modern
MOST COMMENTED











































