Konsultasi Love

Orangtua Mendadak Tak Beri Restu Jelang Pernikahan

- wolipop Selasa, 16 Okt 2018 15:26 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Saya dan kekasih sudah hampir menikah tapi gagal karena orangtua saya yang menghina pacar saya. Akibat kejadian itu, keluarga saya dan pacar saya tidak merestui hubungan kami.

Akhirnya kami backstreet. Tapi semenjak itu dia susah untuk ditemui, komunikasi pun semakin kacau. Tiap telepon saya selalu salah dan dia selalu marah-marah. Sikapnya itu membuat saya curiga. Saya takut dia mencari wanita lain.

Sampai akhirnya dia bilang tidak tahan lagi menjalani hubungan seperti ini dan mengajak break untuk intropeksi diri masing-masing. Apa yang harus saya lakukan agar hubungan ini masih bisa dipertahankan? Apa yang harus saya lakukan saat saya bertemu dengan dia lagi? Perasaan saya masih yakin kalau dia masih sayang dengan saya karena hubungan kita sudah berjalan cukup lama tiga tahun lebih.

(Dessy, 27 Tahun)

Jawab:

Sepertinya apa yang diungkapkan keluarga Anda telah menekan 'tombol merah' pada dirinya dan keluarganya, sampai-sampai hubungan sungguh kacau. Mereka yang dihina seringkali berpikir bahwa penghina keterlaluan, tak menghormati dan tak menghargai.

Lebih lanjut lagi mungkin timbul kekhawatirannya bahwa Anda sebagai anak dari orangtua Anda (yang melakukan penghinaan), bisa melakukan hal yang sama terhadap pacar dan keluarganya kelak ketika menikah nanti. Kekhawatiran inilah yang perlu diluruskan, agar kalau Anda melanjutkan hubungan dengannya, tak menjadikan perkawinan kelak tak nyaman dijalani.

Coba telaah dulu deh mengapa orangtua Anda menghina pacar. Apakah memang orangtua beranggapan pacar sehina yang dikatakannya. Ataukah itu hanya ungkapan marah gara-gara masalah yang lain? Atau sebetulnya orangtua berpendapat lain, namun salah mengungkapkan?

Kalau hanya karena salah mengungkapkan, ini bisa menjadi lebih mudah, apalagi kalau orangtua mau ikut meminta maaf atas apa yang mereka lakukan. Permintaan maaf bisa juga dilakukan terhadap keluarga pacar. Demikian pula kalau itu sesungguhnya hanya ungkapan marah, dan bukan penghinaan sesungguhnya.

Jadi lebih sulit kalau keluarga memang meyakini bahwa pacar layak dihina seperti yang dikatakannya. Anda tentu perlu bicara lebih lanjut kepada orangtua, meyakinkan bahwa pacar adalah seseorang yang baik. Menurut saya, keluarga Anda tetap perlu meminta maaf kepada pacar dan keluarganya, karena bagaimanapun menghina orang lain itu menyakiti hati.

Saat introspeksi ini, coba Anda sungguh memikirkan tentang diri sendiri, tak hanya tentang hubungan ini saja. Bagaimanakah sesungguhnya perasaan Anda sendiri, apakah memang Anda sungguh bahagia bersamanya, atau jangan-jangan hanya ingin lepas dari orangtua saja.

Cek pula segala perasaan lain Anda. Yakinkah bahwa ia memang pasangan yang Anda harapkan, atau mungkinkah orang lain mengisi hati Anda? Kalaupun nantinya diputuskan berpisah, ini perlu jadi pelajaran buat Anda dan keluarga agar tak sampai menghina siapapun.
(hst/hst)