Trauma Pacaran, Bagaimana Cara Agar Bisa Buka Hati Lagi Untuk Pria Baru?
Wanda, 30 Tahun
Jawab:
Hai Wanda,
Sebetulnya tidak ada pria yang benar-benar sempurna, dan tidak ada pasangan yang betul-betul cocok. Anda tentu menyadari bahwa kesempurnaan hanya milik Tuhan. Sementara itu kecocokan haruslah diperjuangkan. Dari para pria yang mendekati, sudah tentu ada hal-hal yang membuat kurang sreg. Namun siapalah yang tahu kalau-kalau ternyata ada lebih banyak kualitas baik dibandingkan kualitas kurang oke yang Anda temukan, jika Anda tak membuka diri.
Pacaran sesungguhnya adalah waktu untuk lebih mengenal satu sama lain. Kalaupun Anda dan si dia sama-sama siap menikah, apakah Anda siap menikah dengan orang tersebut? Belum tentu lho. Bisa saja sih Anda tidak pacaran namun langsung menikah. Namun yakinkah Anda bahwa dia adalah pasangan yang tepat untuk hidup bersama entah berapa puluh tahun? Jika Anda memantapkan hati bahwa seburuk apapun dia dan pernikahan Anda namun Anda berdua tetap akan bertahan, maka bisa jadi Anda tak membutuhkan masa perkenalan yang lama. Kalau tak yakin, jangan menikah dulu. Janganlah memasuki gerbang pernikahan dengan rencana untuk meninggalkannya suatu waktu kelak.
Bisa jadi, Anda malas pacaran, namun sesungguhnya juga malas untuk menikah. Beberapa orang sesungguhnya malas untuk menjalin komitmen dalam jangka panjang. Jika ini yang terjadi, maka tentu kontradiktif dengan keinginan Anda untuk memiliki hubungan serius. Maka Anda disarankan untuk menemui psikolog klinis dewasa untuk menelaah perasaan Anda. Mungkin saja ada isu-isu dalam hidup Anda yang belum betul-betul tuntas. Psikolog akan membantu untuk memetakan masalah dan mencarikan solusi paling tepat untuk Anda. (asf/asf)











































