Hubungan Belum dapat Restu Ortu karena Pemikiran Kekasih Terlalu Dewasa
Anna Surti Ariani - wolipop
Selasa, 31 Mei 2016 19:48 WIB
Jakarta
-
Kami baru pacaran beberapa bulan memang. Tapi aku sudah benar-benar cinta dengannya. Dan pembahasan kami juga sudah jauh ke depan, karena kami berniat menikah di usia muda. Tapi sejak pertama kali aku bawa pacarku ke rumah, dari awal mamaku kurang suka dengannya. Alasannya adalah pemikiran pacarku ini terlalu 'dewasa' pemikirannya, sehingga mamaku takut aku akan terjerumus ke hal yang negatif.
Aku sekarang bingung, di satu sisi aku selalu percaya omongan orangtua pasti ada benarnya. Dan hubungan itu perlu restu dari orangtua. Tapi di sisi lain aku sudah sangat mencintai pacarku dan so far dia nggak pernah melakukan hal yang aneh-aneh kepadaku seperti apa yang mamaku takutkan. Mohon bantuannya Mbak. Terima kasih banyak.
(Ayana, 21 Tahun)
Jawab:
Hai Ayana,
Hubungan yang baru berjalan beberapa bulan, apalagi kalau baru kenal, biasanya masih masuk dalam 'fase bulan madu'. Artinya sisi asli dari kedua orang yang berhubungan belum betul-betul terungkap. Saya percaya bahwa Anda berdua berusaha membuka diri secara jujur karena sama-sama berniat menikah di usia muda. Namun hubungan yang baru berjalan mungkin belum betul-betul teruji dengan rangkaian masalah.
Kabar baiknya, dengan ketidaksetujuan mama Anda, artinya Anda berdua menghadapi masalah kan? Anda punya kesempatan untuk menguji apakah hubungan ini memang layak diteruskan. Jika Anda berdua bisa memberikan bukti-bukti bahwa hubungan ini memang memberikan manfaat buat Anda berdua, bahwa Anda berdua menjadi semakin berkembang, mampu saling mendukung satu sama lain, mungkin hubungan ini memang layak dilanjutkan.
Buktikan pula bahwa masalah-masalah yang Anda hadapi selama ini memang bisa diselesaikan dengan memuaskan sehingga membuat hubungan menjadi lebih baik. Namun jika dengan masalah ini malah hubungan Anda berdua mengendor, menemui semakin banyak masalah yang sulit dituntaskan, bahkan ada ajakan untuk melawan orangtua, maka hubungan ini layak Anda ragukan.
Kenali juga sebanyak mungkin orang di lingkungannya. Jangan cuma kenal, namun usahakan menjadi akrab. Cari tahu kesehariannya di mata keluarga, teman, dan rekan kerjanya. Cari tahu sifat-sifatnya, apa yang terjadi ketika ia marah, seberapa banyak ia didukung oleh orang-orang terdekatnya. Semua informasi ini dapat menjadi masukan berarti untuk menimbang seberapa cocok ia menjadi pasangan Anda. (hst/hst)
Aku sekarang bingung, di satu sisi aku selalu percaya omongan orangtua pasti ada benarnya. Dan hubungan itu perlu restu dari orangtua. Tapi di sisi lain aku sudah sangat mencintai pacarku dan so far dia nggak pernah melakukan hal yang aneh-aneh kepadaku seperti apa yang mamaku takutkan. Mohon bantuannya Mbak. Terima kasih banyak.
(Ayana, 21 Tahun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hai Ayana,
Hubungan yang baru berjalan beberapa bulan, apalagi kalau baru kenal, biasanya masih masuk dalam 'fase bulan madu'. Artinya sisi asli dari kedua orang yang berhubungan belum betul-betul terungkap. Saya percaya bahwa Anda berdua berusaha membuka diri secara jujur karena sama-sama berniat menikah di usia muda. Namun hubungan yang baru berjalan mungkin belum betul-betul teruji dengan rangkaian masalah.
Kabar baiknya, dengan ketidaksetujuan mama Anda, artinya Anda berdua menghadapi masalah kan? Anda punya kesempatan untuk menguji apakah hubungan ini memang layak diteruskan. Jika Anda berdua bisa memberikan bukti-bukti bahwa hubungan ini memang memberikan manfaat buat Anda berdua, bahwa Anda berdua menjadi semakin berkembang, mampu saling mendukung satu sama lain, mungkin hubungan ini memang layak dilanjutkan.
Buktikan pula bahwa masalah-masalah yang Anda hadapi selama ini memang bisa diselesaikan dengan memuaskan sehingga membuat hubungan menjadi lebih baik. Namun jika dengan masalah ini malah hubungan Anda berdua mengendor, menemui semakin banyak masalah yang sulit dituntaskan, bahkan ada ajakan untuk melawan orangtua, maka hubungan ini layak Anda ragukan.
Kenali juga sebanyak mungkin orang di lingkungannya. Jangan cuma kenal, namun usahakan menjadi akrab. Cari tahu kesehariannya di mata keluarga, teman, dan rekan kerjanya. Cari tahu sifat-sifatnya, apa yang terjadi ketika ia marah, seberapa banyak ia didukung oleh orang-orang terdekatnya. Semua informasi ini dapat menjadi masukan berarti untuk menimbang seberapa cocok ia menjadi pasangan Anda. (hst/hst)
Home & Living
Bingung Simpan Sepatu yang Numpuk? Cek Rekomendasi Rak Sepatu Anti Debu & Hemat Tempat di Sini!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Mahal-Mahal Nails Art! Pakai Fake Nails Ini untuk Tampilan Kuku Lebih Cantik
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Konsultasi Tarot
Apakah saya bisa balikan dengan mantan saya
Konsultasi Tarot
Kasih Sayang dan Perhatian yang Tak Berbalas, Bagaimana Harus Terima Keadaan?
Konsultasi Tarot
4 Tahun Menikah, Tiba-tiba Rindu Mantan Kekasih Sampai Menangis
Konsultasi Tarot
Mantan Terlalu Cepat Move On, Apakah Hubungan Mereka Serius?
Konsultasi Tarot
Pacaran Baru Seminggu, Kekasih Sudah Berani Pinjam Uang
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
7 Gaya TWICE Jadi Model Victoria's Secret Usai Viral Istilah 'Tzuyu Bra'
3
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
4
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
5
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
MOST COMMENTED











































