Bagaimana Menghadapi Kekasih yang Suka Kekanak-kanakan?
Anna Surti Ariani - wolipop
Kamis, 21 Jan 2016 09:24 WIB
Jakarta
-
Saya memiliki kekasih berusia 25 Tahun. Meskipun berusia lebih tua, sifatnya masih kekanak-kanakan. Bagaimana caranya menghadapi kekasih yang masih suka kekanak-kanakan ini?
Adriana, 23 Tahun
Jawab:
Hai Adriana,
Sayangnya Anda tak menceritakan bagaimana bentuk sifat kekanak-kanakannya, sehingga lebih sulit membahas dengan tepat. Apakah maksudnya ia terus minta dibantu? Atau sedikit-sedikit menangis dan perasaannya terganggu? Terus main game di gadgetnya? Atau terus minta uang untuk jajan? Perilaku yang berbeda dapat ditangani dengan cara berbeda. Kalau Anda tak memperjelas apa kelakuannya yang membuat Anda keberatan, bagaimana ia akan memperbaiki diri?
Minta waktu untuk bicara serius dengannya. Sampaikan dengan jelas perilakunya yang tak Anda sukai. Tanyakan apa yang dapat Anda lakukan untuk membuatnya berubah. Tak berhasil? Coba minta bantuan orang lain yang ia sayangi dan hormati untuk ikut bicara dengannya, misalnya orangtua, kakak, atau sahabatnya. Kalau itu semua belum berhasil mengubahnya, mungkin ia memang belum siap menjalin hubungan yang dewasa. Menjadi dewasa tak bisa dipaksa kan? (eny/eny)
Adriana, 23 Tahun
Jawab:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya Anda tak menceritakan bagaimana bentuk sifat kekanak-kanakannya, sehingga lebih sulit membahas dengan tepat. Apakah maksudnya ia terus minta dibantu? Atau sedikit-sedikit menangis dan perasaannya terganggu? Terus main game di gadgetnya? Atau terus minta uang untuk jajan? Perilaku yang berbeda dapat ditangani dengan cara berbeda. Kalau Anda tak memperjelas apa kelakuannya yang membuat Anda keberatan, bagaimana ia akan memperbaiki diri?
Minta waktu untuk bicara serius dengannya. Sampaikan dengan jelas perilakunya yang tak Anda sukai. Tanyakan apa yang dapat Anda lakukan untuk membuatnya berubah. Tak berhasil? Coba minta bantuan orang lain yang ia sayangi dan hormati untuk ikut bicara dengannya, misalnya orangtua, kakak, atau sahabatnya. Kalau itu semua belum berhasil mengubahnya, mungkin ia memang belum siap menjalin hubungan yang dewasa. Menjadi dewasa tak bisa dipaksa kan? (eny/eny)











































