Intimate Interview

Pernah Di-bully, Wilda Situngkir Bersinar di Miss Supranational 2018

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 18 Des 2018 15:13 WIB
Foto: Rachman Haryanto/detikfoto Foto: Rachman Haryanto/detikfoto

Jakarta - Hinaan dan ejekan bertubi-tubi menyerang Wilda Octaviana Situngkir saat dirinya terpilih sebagai Puteri Indonesia Pariwisata 2018 Maret lalu. Namun, pengalaman pahit itulah yang memotivasinya hingga bersinar di ajang Miss Supranational 2018.

Miss Drama, Miss Kacamata dan Miss Bicycle menjadi 'panggilan' baru Wilda dari para haters yang mempermasalahkan kemenangan Wilda sebagai runner-up 2 Puteri Indonesia 2018. Ia disebut menjuarai gelar tersebut lantaran terlalu dramatis saat menceritakan sosok ibunya.

"Siapa yang nggak nangis saat harus menceritakan sosok ibu yang sudah hampir 12 tahun berpisah di depan orang," ucap perempuan 23 tahun itu saat berbincang dengan Wolipop di Gedung Transmedia, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018). Adapun sebutan Miss Bicycle datang manakala Wilda menyebut sepeda sebagai olahraga unggulan Indonesia di Asian Games 2018 dalam babak penentuan pemenang Puteri Indonesia 2018.


Wilda Situngkir sering menjadi korban bullying. Namun, itu memotivasinya hingga bersinar di Miss Supranational 2018.Wilda Situngkir sering menjadi korban bullying. Namun, itu memotivasinya hingga bersinar di Miss Supranational 2018. (Foto: detikfoto/Rachman Haryanto)

Namun, perempuan berdarah Batak yang besar di Pontianak, Kalimantan Barat, ini tak mau komentar para perundung alias pem-bully tersebut mematahkan semangatnya sebagai Puteri Indonesia Pariwisata yang baru. Pengalaman masa lalu lah yang membuat Wilda kuat menghadapi para haters.

Menjadi korban bullying atau perundungan sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi Wilda. Ejekan atau hinaan adalah makanan sehari-harinya sebelum mengikuti ajang kontes kecantikan nasional, terutama ketika duduk di bangku kuliah.

Menimba ilmu di sebuah sekolah teknik yang didominasi kaum adam tak pernah mudah bagi Wilda. Apalagi fisiknya yang tinggi dari perempuan kebanyakan. Tiang listrik menjadi panggilannya sehari-hari.

Rasa sakit hati dan tersinggung tentu ada. Sebagai manusia biasa, Wilda tak memungkirinya. Namun, ia tak mau larut dalam kesedihan. "Mungkin karena aku orangnya keras, jadi kadang aku cuekin atau balas dengan candaan. Mungkin itu yang membuatku lebih kebal," ucap anak kedua dari tiga bersaudara ini.


Pernah Di-bully, Wilda Situngkir Bersinar di Miss Supranational 2018Foto: detikfoto/Rachman Haryanto
Dan ketika hujatan datang menghampiri Wilda menyusul pemilihan Puteri Indonesia, Wilda berusaha untuk tetap positif. Ia berprinsip, segala perkataan negatif yang tertuju padanya dapat diputarbalikkan menjadi sesuatu yang positif.

Misal terkait sebutan Miss Drama untuknya, ia tak memungkiri bahwa dirinya memang seperti itu. "Aku memang suka drama dan teater. Akting adalah salah satu passion-ku. Jadi, buatku itu bukan masalah," terang Wilda.

Begitu pula kata Miss Bicycle yang menurutnya adalah representasi dari gaya hidup sehat. Bersepeda itu menyehatkan tubuh dan membantu mengurangi polusi udara.

Di samping itu, Wilda juga menggunakan komentar para haters sebagai motivasi untuk memperbaiki diri demi mencetak prestasi yang lebih gemilang. Ia membuktikan itu di ajang Miss Supranational 2018 yang berlangsung di Polandia, 7 Desember lalu.

Wilda keluar sebagai peraih gelar runner-up 3. Pencapaian ini mengulang prestasi terbaik Indonesia di Miss Supranational 2013 ketika Cok Istri Krisnanda Widani dari Bali mewakili Tanah Air.


Pernah Di-bully, Wilda Situngkir Bersinar di Miss Supranational 2018Foto: detikfoto/Rachan Haryanto

Tak cuma itu, ia juga menyabet gelar Miss Supramodel Asia pada kompetisi modeling dan berhasil menjadi 9 kontestan teratas dalam kompetisi National Costume.

Diakui Wilda, pencapaian tersebut di luar ekspektasinya. "Perjuangan memang tak akan mengkhianati hasil. Mungkin aku tidak bisa seperti ini kalau bukan karena di-bully," tambah Wilda.

Wilda yang sering mendapat direct message dari para pengikutnya tentang body-shamming menyadari, masih banyak korban bullying di luar sana yang merasa frustasi dan tak berdaya. Bahkan tak sedikit pula yang ingin mengakhiri hidup mereka.

"Tentu sedih melihatnya. Untuk para pem-bully, ayolah... kita kan masyarakat Indonesia yang terkenal ramah dan santun. Jangan sampai perkataan dan jari-jari kita ini menyakiti hati orang lain," pesan Wilda.

Pernah Di-bully, Wilda Situngkir Bersinar di Miss Supranational 2018Foto: Rachman Haryanto/detikfoto

[Gambas:Video 20detik]


(dtg/dtg)