Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Verificator

Viral Gebrakan Warga Olah Sampah Dapur Jadi Kompos Pakai Gerobak Listrik

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Jumat, 24 Jul 2026 12:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai.
Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai. Foto: Dok. pribadi Imam Basori.
Jakarta -

Kesadaran akan kelestarian lingkungan kini tidak lagi sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang dimulai langsung dari tingkat rukun tetangga (RT). Berawal dari inisiasi warga RT 11/07 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, membuat gebrakan baru yang viral di media sosial melalui akun @ertesebelas07. Mereka menghadirkan solusi untuk mengolah sampah langsung dari sumbernya.

Lewat aksi peduli lingkungan yang swadaya dan inovatif ini, warga memanfaatkan gerobak listrik KomLing (Kompos Keliling) untuk menjemput sampah organik sesama warga serta alat "Smart Geprek" untuk botol plastik. Aksi ini membuktikan bahwa penyelamatan bumi bisa dimulai dari pekarangan rumah sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Gambas:Instagram]

Bayangkan jika tidak ada lagi sampah organik dari dapur rumah tangga yang menumpuk sia-sia dan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Bukan sekadar mimpi, Ketua RT 11, Imam Basori, mewujudkan hal tersebut secara nyata dengan meluncurkan KOMA (Kompos Mandiri), sebuah inovasi pengolahan sampah organik komunitas yang mampu mengubah sisa makanan, sayuran, dan kulit buah menjadi kompos bernilai guna.

ADVERTISEMENT

KOMA menjadi kelanjutan dari inovasi KomLing yang dirancang dengan pendekatan "jemput bola", di mana gerobak listrik tersebut berkeliling dari rumah ke rumah warga untuk mengangkut limbah dapur dengan kapasitas mencapai 100 kg.

Guna menarik antusiasme warga sekaligus meningkatkan kepedulian lingkungan, gerakan ini juga dikemas dengan cara yang sangat seru dan kreatif. Proses pemilahan dan penjemputan sampah dari dapur rumah tangga ini didukung oleh jingle unik berjudul "KomLing Mania" yang diputar saat petugas berkeliling, membuat suasana kerja bakti di lingkungan RT terasa semakin kompak, meriah, dan menyenangkan.

Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai.Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai. Foto: Dok. pribadi Imam Basori.

Selain gerobak kompos, warga juga menyediakan kotak donasi sampah botol plastik yang terintegrasi dengan alat pengeksekusi botol, guna mendorong terciptanya ekonomi sirkular dan lingkungan yang bersih di tingkat paling bawah.

Melalui ekosistem terpadu ini, inovasi RT 11/07 Gandaria Utara berhasil menjadi bagian dari konsep Smart Green Safe Village 5.0 yang mengintegrasikan keamanan berbasis teknologi, pengelolaan sampah, urban farming, hingga ketahanan pangan.

Menurut Imam Basori, masa depan pengelolaan sampah bukan lagi bergantung pada TPA yang kapasitasnya semakin terbatas, melainkan dimulai dari perubahan perilaku masyarakat di lingkungan terkecil. Jika setiap RT mampu mengelola sampahnya sendiri dari sumbernya, maka solusi besar untuk persoalan global terbukti bisa dimulai dari sebuah rukun tetangga.

Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai.Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai. Foto: Dok. pribadi Imam Basori.

Unggahan aksi warga dalam mengolah sampah tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan sudah mendapatkan lebih dari 41,3 ribu Likes di Instagram.

"Pemerintah aja kalah wkwkwk," ucap pengguna Instagram @adamcreatife.

"Sangat menginspirasi sekali bang, keren program nya🔥 semoga komlingnya makin banyak unitnya 😁✨" takjub akun @pacomar.crew.

"Pengen tau detil mesin pengolah sampah dapurnya dong Pak RT," penasaran akun @fadli.aburiyads.

Konfirmasi Wolipop

Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai.Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai. Foto: Dok. pribadi Imam Basori.

Kesuksesan transformasi lingkungan ini tidak lepas dari sosok ketua RT. Wolipop sudah mewawancarai Imam Basori (43 tahun), atau yang akrab disapa Ibas. Siapa sangka, di balik seragam dinasnya sehari-hari, pria asal Jakarta Selatan ini adalah pencetus gerakan revolusioner di kawasannya.

"Sehari-hari saya bertugas sebagai Polisi dan diamanatkan sebagai ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel," ungkap Ibas kepada Wolipop.

Gerakan ini awalnya tidak langsung berfokus pada lingkungan, melainkan dari isu keamanan. Ibas resah dengan kerawanan sosial yang mengintai warganya. "Pertama dari adanya keresahan masyarakat akan curanmor, kriminalitas, dan peredaran narkoba. Kami ingin membentengi warga dengan sistem keamanan modern," jelasnya.

Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai.Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai. Foto: Dok. Instagram @jaksel.berkabar.

Dari keresahan itulah, Ibas membangun sistem keamanan terintegrasi berbasis teknologi. Mulai dari pemasangan E-Gate 11, GPS, alarm panic button, CCTV, hingga aplikasi Si Jaga Warga. "Kita awali dengan pondasi sistem aman dulu. Baru lahir rasa nyaman dan bisa berkelanjutan," tambah Ibas.

Setelah kampung dirasa aman, Ibas mulai membidik masalah darurat lain yang tak kalah krusial, yaitu isu lingkungan dan sampah yang menumpuk. Terlebih, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sudah berada dalam kondisi kritis.

"Sampah jadi masalah karena hilir Bantargebang sudah over capacity. Sehingga kita berinovasi jemput bola dengan door to door pakai KomLing (Kompos Keliling), KOMA (Komposter Mandiri), dan Smart Geprek. Kita bikin konsep Smart Green Safe Village 5.0. From security to sustainability," papar Ibas mengenai visi besarnya.

Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai.Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai. Foto: Dok. Instagram @jaksel.berkabar.

Kepada Wolipop, Ibas secara khusus membeberkan proses sulap sampah organik yang mereka lakukan secara instan di lapangan menggunakan teknologi gerobak listrik mereka. Proses daur ulang yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu, kini bisa dipangkas hanya dalam hitungan jam.

"Kita jemput bola sampah dapur rumah tangga, lalu kita olah dengan alat yang ada pada KomLing. Dalam waktu 6 jam sudah berubah jadi kompos dan siap pakai," ungkapnya.

Kerja keras Ibas dan warganya kini berbuah manis. Kampung mereka yang dulu biasa saja, kini menjelma menjadi percontohan bagi wilayah lain. "Reaksi warga alhamdulillah respon positif, bahkan sudah banyak warga luar studi tiru di lingkungan kita," pungkas Ibas dengan bangga.

Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai.Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai. Foto: Dok. Instagram @jaksel.berkabar.
(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads