5 Cara Bikin Rumah Tetap Sejuk dan Tidak Pengap saat Cuaca Panas Melanda
Cuaca panas sering kali membuat rumah terasa pengap dan kurang nyaman untuk beraktivitas. Sirkulasi udara yang tidak optimal bisa membuat suhu di dalam ruangan terasa lebih panas, bahkan menimbulkan rasa tidak betah meski berada di dalam rumah sendiri.
Padahal, dengan pengaturan sirkulasi udara yang tepat, rumah bisa tetap terasa sejuk dan nyaman meski cuaca diluar sedang terik. Berikut beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu menjaga udara di rumah tetap adem meski dilanda cuaca terik.
1. Manfaatkan Ventilasi Silang
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tips pertama untuk menjaga udara di rumah agar tidak lembap adalah memanfaatkan ventilasi yang sudah ada. Caranya cukup sederhana, yakni dengan membuka jendela di sisi berlawanan agar udara segar dapat masuk, sementara udara panas keluar dari ruangan.
Agar sirkulasi udara lebih maksimal, Anda juga bisa menggunakan kipas angin untuk membantu mendorong udara panas keluar. Jika angin alami sedang tidak mengarah ke dalam rumah, letakkan kipas angin di dekat jendela yang menghadap ke luar agar udara panas terdorong keluar secara aktif.
2. Gunakan Tirai untuk Menahan Panas
Tak banyak yang menyadari, hampir 30 persen panas dari luar masuk ke dalam rumah melalui jendela. Karena itu, ketika cuaca mulai terasa panas, menutup tirai bisa menjadi langkah sederhana yang efektif.
Gunakan tirai atau gorden tebal pada jendela yang menghadap timur saat pagi hingga siang hari untuk mengurangi masuknya panas. Sementara untuk jendela yang menghadap barat, lakukan hal serupa pada sore hari.
Langkah ini membantu mengurangi paparan radiasi matahari yang masuk ke dalam rumah, sehingga benda-benda di dalam ruangan tidak ikut menyerap panas berlebih.
3. Kurangi Panas dari Elektronik
Perangkat elektronik yang tetap dalam kondisi standby ternyata juga dapat menambah suhu panas di dalam rumah. Beberapa peralatan seperti televisi tabung, oven listrik, hingga lampu pijar kuning memancarkan energi panas ke udara sekitar.
Untuk mengurangi efek tersebut, cabut kabel perangkat yang tidak sedang digunakan. Selain itu, mengganti lampu lama dengan lampu LED juga bisa menjadi pilihan karena lebih hemat energi dan menghasilkan panas yang lebih rendah.
4. Maksimalkan Kipas Angin
Kipas angin dapat membantu menjaga sirkulasi udara tetap nyaman di dalam rumah. Namun, pastikan penggunaannya efektif agar tidak hanya memutar udara panas di dalam ruangan.
Perlu diketahui, kipas angin tidak menurunkan suhu ruangan, tetapi membantu tubuh terasa lebih sejuk melalui efek hembusan angin. Agar sensasi dinginnya lebih terasa, letakkan semangkuk es batu di depan kipas angin.
Nantinya, saat kipas menyala, udara akan melewati es dan menghasilkan hembusan yang terasa lebih sejuk ke seluruh ruangan.
5. Gunakan AC Inverter
Solusi instan yang biasa dilakukan adalah menyalakan AC di suhu terendah sejak pagi hingga malam. Namun hal ini bisa membuat tagihan listrik membengkak tak terkendali. Agar tagihan listrik tetap terkendali, gunakan AC Inverter Sanken.
AC inverter Sanken dilengkapi teknologi Soft Start yang membantu mengurangi lonjakan daya saat pertama kali dinyalakan. Fitur ini membuat AC tidak langsung menarik listrik dalam jumlah besar, sehingga lebih aman digunakan bersamaan dengan perangkat elektronik lainnya.
Dengan sistem ini, risiko listrik rumah 'anjlok' atau meteran turun bisa diminimalkan. Penggunaan listrik pun menjadi lebih stabil, terutama bagi rumah dengan kapasitas daya terbatas.











































