Cara Budidaya Lobster Air Tawar bagi Pemula

Tim Wolipop - wolipop Rabu, 25 Nov 2020 18:45 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/onepony/Cara Budidaya Lobster Air Tawar bagi Pemula Foto: Getty Images/iStockphoto/onepony/Cara Budidaya Lobster Air Tawar bagi Pemula
Jakarta -

Lobster menjadi pembicaraan hangat menyusul ditangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Edhy Prabowo ditangkap terkait ekspor benur atau benih lobster.

Selain hidup di laut, ada jenis lobster yang memiliki habitat di air tawar yang dikenal dengan nama Cheraz quadricarinatus. Jenis ini semakin booming di Indonesia karena punya nilai ekonomis yang tinggi.

Lobster ini merupakan jenis udang yang memiliki sifat toleran terhadap tempat tinggalnya. Menurut sebuah artikel yang dipublikasikan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Bogor Cheraz quadricarinatus berasal dari Australia, Papua Nugini, dan Papua.

Namun kini, lobster air tawar telah banyak dibudidayakan di berbagai negara. Lobster jenis ini bahkan bisa hidup hampir di seluruh dunia termasuk Antartika dan Afrika.

Di Indonesia, lobster air tawar gencar dibudidayakan pada awal 2000-an. Habitat asli lobster air tawar yakni di rawa-rawa, sungai, dan danau air tawar.

Budidaya lobster air tawar baik untuk pembenihan atau pembesaran sangat gampang. Tidak seperti udang windu atau galah yang relatif lebih sulit.

Orang awam pun bisa melakukannya sendiri dalam skala usaha kecil maupun besar.

Iklim tropis Indonesia juga sangat mendukung usaha budidaya lobster air tawar. Negara lain di wilayah non tropis, terkendala faktor musim.

Berikut Cara Budidaya Lobster Air Tawar dilansir buku bertajuk Jurus Sukses Budi Daya Lobster Air Tawar oleh Cuncun Setiawan:

1. Wadah

Wadah budidaya lobster air tawar cukup menggunakan akuarium atau kolam (bak) semen.

Hal ini berbeda dengan udang galah yang pemeliharaannya membutuhkan teknik yang lebih rumit atau lahan yang lebih luas.

Ukuran kolam untuk usaha skala kecil hanya seluas 1x1 meter atau 1x2 meter. Untuk skala besar luas kolam 4x5 meter atau 5x5 meter.

Jumlah indukan untuk pembenihan skala kecil menggunakan perbandingan lima induk betina dan tiga induk jantan.

Namun untuk skala besar, perbandingan indukan yang digunakan adalah satu jantan dan tiga betina karena umumnya menggunakan teknik kawin.

2. Tidak Mudah Sakit

Lobster air tawar juga tidak mudah stres dan diserang penyakit. Asalkan kebutuhan pakan, kualitas air, dan kebutuhan oksigen yang terlarut dalam air terpenuhi dengan baik.

3. Bertelur Banyak

Indonesia memiliki iklim tropis dua musim yang sangat mendukung untuk melakukan budidaya lobster air tawar sepanjang tahun tanpa henti.

Dengan demikian, potensi lobster air tawar yang umumnya bertelur empat kali dalam setahun bisa dimanfaatkan secara maksimal.


Berbeda dengan di Queensland yang merupakan asal lobster jenis red claw. Wilayah Australia sebelah timur itu justru terpaksa puas hanya bisa membudidayakan lobster air tawar dua kali dalam setahun.

4. Harga Selangit

Prospek bisnis lobster air tawar diperkirakan seperti ikan mas, lele, atau gurame. Nilai jual lobster ukuran konsumsi di tingkat konsumen (end user), seperti pembeli eceran, rumah tangga, dan restoran, yakni Rp 150.000-225.000 per kilogram.

Di tingkat pengumpul harga bisa lebih rendah, tergantung pada biaya transportasi. Misalnya di Bali harga mencapai Rp 190 ribu per kilogram.

Selain pasar domestik, nilai jual lobster air tawar untuk pasar ekspor seperti ke Taiwan, cukup menggiurkan. Namun akibat keterbatasan pasokan, jarang petani lobster yang mampu memenuhinya.

Para petani lebih memilih memenuhi pasar lokal. Kebutuhan nasional bisa mencapai 6-8 juta ton per bulan dengan restoran sebagai penyerap utamanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2