Olah Sampah Jadi Makanan hingga Pupuk, Ini Manfaat yang Bisa Kamu Rasakan

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 15 Sep 2020 10:37 WIB
zero waste lifestyle Foto: iStock
Jakarta -

Tak hanya di Indonesia saja, sampah sudah menjadi permasalahan global. Oleh karena itu gerakan bebas sampah atau gaya hidup zero waste semakin gencar digaungkan demi kelestarian lingkungan.

Wolipop berbincang dengan empat wanita yang sudah menerapkan gaya hidup bebas sampah atau zero waste lifestyle ini. Mereka berbagi cerita apa saja manfaat yang telah dirasakan setelah menjalani kehidupan dengan meminimalisir sampah.


Mayang Mangri Rahayu atau akrab disapa Mae, menjalani gaya hidup bebas sampah sejak 2017. Wanita yang berbagi tentang zero waste melalui Instagram pribadinya @the.punkvironment, dalam kesehariaannya berusaha memperpanjang usia sampah di dapur atau food waste sehingga tidak cepat membuang kompos.

Dari menerapkan gaya hidup zero waste ini Mae merasakan manfaat bahwa dia dan keluarganya bisa lebih menghargai makanan. "Manfaatnya bahan-bahan umurnya bisa lebih panjang. Jadi menghargai makanan. Menghargai petani. Apa yang kita makan mendapatkan cerita. Food waste itu diolah dari banyak hal," ujarnya.

Mae pun memberikan contoh apa saja yang oleh sebagian orang dianggap sampah, sebenarnya dapat diolah kembali.

"Misalnya bungkul dikeringkan dan dijadikan bubuk sayur buat kaldu. Nanas dari kulit sampai isinya aku pakai. Kulit nanas bisa dijadikan teh. Sisa ampasnya difermentasi jadi cuka selama sebulan. Setelah jadi cuka di fermentasi lagi jadi eco enzyme selama tiga bulan. Daging ayam aku biasanya masaknya dipresto. Kenapa? Karena tulangnya jadi lunak. Dan tulangnya bisa kita makan atau masuk ke kompos," ungkap Mae, kepada Wolipop, Sabtu (12/9/2020).

Zero Waste Bikin Hidup Sehat dan Hemat

Manfaat setelah menjalani zero waste lifestyle juga dirasakan oleh Maurilla Sophianti Imron. Maurilla yang merupakan pendiri dan head of digital activation Zero Waste Indonesia (ZWID), mengadopsi gaya hidup minim sampah, sejak 2017.

"Manfaatnya tidak hanya untuk lingkungannya sendiri. Tapi juga karena kita melakukan untuk diri kita sendiri. Manfaatnya dari sisi ekonomi juga membantu karena akan lebih bijak terhadap apa yang kita konsumsi dan lebih hemat dan bijak," ucapnya.

Ibu satu orang anak ini menyebutkan jika gaya hidup minim sampah, membuatnya lebih sehat. "Kemudian dari sisi kesehatan mau tidak mau makan makanan yang real dan sehat. Tentunya hidup dengan sadar itu ke perasaan mental ketenangan jiwa bahwa kita bersyukur apa yang kita punya dan cukup. Cara pikir lebih sederhana dan holistik. Karena mempertimbangkan semuanya," tambahnya.

Mengontrol Diri Dalam Hal Makanan

Wanita berikutnya yang menerapkan gaya hidup zero waste dalam kesehariannya adalah Andhini Miranda. Andhini mendorong masyarakat untuk ikut serta melestarikan lingkungan melalui akun Instagramnya @021suarasampah.

"Manfaatnya, saya menjadi bisa mengontrol apa-apa saja yang saya konsumsi dan masuk ke tubuh. Karena tidak mengonsumsi makanan dalam kemasan sekali pakai, otomatis jumlah pengawet, pewarna dan perasa buatan yang masuk ke tubuh menurun. Karena menggunakan sabun, shampo, pasta gigi, cairan pembersih rumah tangga yang ramah lingkungan, otomatis aman untuk tubuh," tuturnya.

Andhini juga mengaku sudah berhenti makan daging merah, agar tidak berkontrobusi pada isu deforestasi. Dalam menanam tanaman, dia memilih memanfaatkan pupuk yang dihasilkan dari mengolah sisa organik di rumah.

"Kami juga jadi belajar berkebun dan bisa menghasilkan sayuran organik. Tapi manfaat yang paling besar adalah kami jadi belajar menyederhanakan nikmat, mengonsumsi dengan wajar dan proposional sesuai kebutuhan, dan tidak berlebihan," pungkasnya.

Yuk terapkan gaya hidup minim sampah mulai dari sekarang!

(gaf/eny)