Sedotan Ramah Lingkungan Berbahan Unik yang Bisa Dimakan

Hestianingsih - wolipop Jumat, 26 Jun 2020 19:32 WIB
Sedotan Ramah Lingkungan Sedotan Ramah Lingkungan yang bisa dimakan. Foto: Dok. Naked Wonders
Kuchings -

Mengganti sedotan plastik sekali pakai dengan sedotan yang bisa digunakan berulang kali merupakan salah satu langkah kecil untuk membantu menyelamatkan lingkungan. Ada beberapa pilihan sedotan ramah lingkungan yang bisa dipakai seperti sedotan metal, fiber glass atau sedotan bambu.

Kini ada alternatif sedotan yang tak hanya ramah lingkungan tapi juga bisa dimakan. Perusahaan asal Malaysia menciptakan sedotan berbahan unik dari beras dan tapioka yang diberi nama Fan-Straws.

Andre dan Melissa, dua penciptanya, menemukan metode pembuatan sedotan berbahan makanan pada Februari 2020. Sedotan memiliki bentuk dan tekstur mirip sedotan plastik tapi aman untuk dimakan setelah minuman habis.


Jika tidak ingin dimakan, sedotan bisa dibuang dan tak akan menjadi timbunan sampah, karena 100 persen biodegradable atau mudah terurai. Bahkan bisa dijadikan pupuk bagi tanaman.

Seperti dikutip dari World of Buzz, sedotan keluaran Naked Wonders ini 100 persen organik dan akan terurai dalam waktu 90 hari setelah dibuang. Saat dibuang ke laut sedotan juga masih aman bagi lingkungan karena akan larut dan menjadi makanan bagi biota laut.

Sedotan Ramah LingkunganSedotan Ramah Lingkungan yang bisa dimakan. Foto: Dok. Naked Wonders


"Sedotan bisa bertahan 2-4 jam di minuman dingin dan 1-2 jam di minuman panas. Bagian terbaiknya adalah sedotan ini sama sekali tidak akan memengaruhi rasa minuman," kata Andre, salah satu pendiri Naked Wonders.


Karena terbuat dari pati, sedotan mungkin memiliki warna yang kurang elok bagi beberapa orang. Campuran beras dan tapioka menghasilkan warna nude atau putih off-white. Tapi justru warna alami itulah yang menginspirasi mereka untuk membuat nama brand dengan Naked Wonders.

Andre dan Melissa berharap bisa bekerjasama dengan industri lokal di bidang kuliner untuk menyediakan sedotan ini di restoran atau bisnis mereka. Saat ini sejumlah restoran lokal di Kuching, Malaysia, sudah menggunakan sedotan yang bisa dimakan ini di tempat mereka.



Simak Video "Heboh Pegawai Starbucks Indonesia, Apa Penyebab Pria Suka Ngintip?"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)