Rekomendasi dari Ahli untuk Cegah COVID-19: Cuci Baju Pakai Air Hangat

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 08 Apr 2020 16:00 WIB
Full length shot of an attractive young woman doing her laundry at home Tips mencuci baju di tengah pandemi corona. Foto: iStock
Jakarta -

Virus Corona yang menyerang bagian saluran pernafasan ini, dapat hidup sampai beberapa jam di luar tubuh manusia, tergantung pada jenis permukaannya. COVID-19 bisa tersebar melalui tetesan air liur yang dikeluarkan dari hidung atau mulut seseorang yang terinfeksi setelah batuk atau bersin. Saat manusia batuk, 3.000 tetesan air liur berukuran 1 sampai 5 mikrometer keluar dari hidung dan mulut. Ukuran tetesan ini 30 kali lebih kecil daripada lebar rambut manusia.

Berdasarkan kondisi tersebut, kini ada rekomendasi terbaru untuk mencegah virus Corona dari ahli berdasarkan riset. Rekomendasi itu adalah mencuci pakaian yang sudah kamu pakai dengan menggunakan air hangat.

Rekomendasi tersebut sesuai studi yang dilakukan oleh Neeltje Van Doremalen, seorang virologi di National Institutes of Health (NIH) Inggris dan rekan-rekannya di laborarorium Rocky Mountain di Hamilton, Montana. Menurut mereka, virus Corona dapat bertahan hingga 24 jam pada karton dan 2-3 hari pada permukaan plastik dan stainless steel.



Penelitian tersebut juga menemukan bahwa virus dapat bertahan dan tetap menular saat mengambang di udara selama tiga jam setelah orang yang terinfeksi batuk. Oleh karena itu, bahkan jika kamu tidak menyentuh apa pun saat di luar rumah, ada kemungkinan ketika kamu berjalan dan berdekatan dengan orang yang terinfeksi COVID-19, virus dapat melekat di serat pakaianmu.

Full length shot of an attractive young woman doing her laundry at homeFull length shot of an attractive young woman doing her laundry at home Foto: Getty Images/PeopleImages


Vincent Munster, kepala bagian ekologi virus di laboratorium Rocky Mountain menambahkan bahwa virus dapat mengering lebih cepat pada serat alami. Dan diperkirakan virus akan melemah lebih cepat pada pakaian daripada permukaan yang keras.

"Kami berspekulasi karena bahan berpori itu lebih cepat mengering dan mungkin terjebak ke serat pakaian," katanya kepada BBC.com. Tidak ada penelitian yang telah menentukan berapa lama virus dapat bertahan hidup pada pakaian.



Pusat Pengendalian dan pencegahan penyakit AS (CDC) pun menyarankan agar pakaian yang dikenakan di luar harus segera dicuci dengan air hangat memakak deterjen. Seperti dikutip dari South China Morning Post, aie panas ditambah sabun deterjen yang baik terbukti efektif menonaktifkan virus mematikan. Dan lebih panas air lebih baik. CDC mengatakan bahwa suhu di atas 75° dapat membunuh sebagian besar virus penyebab flu.

Kamu dapat mencuci pakaian kamu dengan mesin atau dengan tangan. Pastikan setelah mencuci pakaian, kamu mencuci tanganmu dengan sabun sebelum melakukan aktivitas lainnya.

Jika kamu tidak memiliki waktu untuk segera mencuci pakaianmu, disarankan untuk menyimpan pakaian dalam kantong bersih atau pergi ke laundry. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan terapkan pola hidup sehat ya! Dan tetap #dirumahaja.




Simak Video "Resepsi Nikah Ditunda karena Corona, Gimana Vendor Fotografi Menyikapinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)