Mau Pakai Cat Abu-abu untuk Rumah? Ketahui Dulu Efek Baik-Buruknya

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 26 Jan 2019 12:26 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Berencana mengecat dinding rumah Anda akhir pekan ini? Jika abu-abu adalah warna cat pilihan Anda, ketahui dulu efek baik dan buruknya secara psikologis.

Warna abu-abu memang tengah menjadi primadona di tengan invasi tren rumah minimalis. Tapi ternyata, warna yang satu ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Bukan cuma dari segi estetika, tapi juga psikologis seseorang.



Claire Bond, terapis warna bersertifikat asal Afrika Selatan, menjelaskan, warna menjadi dua jenis berdasarkan auranya: color dan non-color. Hitam dan abu-abu termasuk dalam kategori non-color karena sifatnya yang tidak memiliki energi.

"Abu-abu tidak memiliki kualitas untuk menenangkan jiwa. Jika terlalu mendominasi di rumah, warna ini akan mengganggu kedinamisan penghuninya. Agak menyukarkan untuk pengambilan keputusan," kata Claire acara peluncuran tren warna 2019 oleh Kansai Paint di Hotel Ayana, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Claire menyarankan, cat abu-abu tidak dipakai sebagai warna utama. Untuk memberikan energi, warna tersebut sebaiknya dipadukan dengan palet yang lebih terang seperti biru, merah, atau hijau. "Abu-abu adalah kanvas yang indah. Sangat cocok sebagai pendamping semua warna," tambah Claire.



Sebagai tren warna 2019, Kansai Paint memperkenalkan Ravine 62 yang merupakan perpaduan warna abu-abu dan beige. Inspirasinya bersumber dari gaya hidup masyarakat urban di perkotaan besar yang dinamis dengan ruang huni yang semakin terbatas.

"Warna ini juga disebut Neutral of The Year karena dipercaya mampu memberikan efek hangat dan menenangkan setelah seharian beraktivitas. Sangat aman untuk dipadukan dengan skema warna lain pada dinding, lantai, atau interior," kata Jemmy Haryono, Senior Brand Manager Kansai Paint.

(dng/kik)