Mengenal Gaya Hidup Minimalis Seperti yang Dilakukan Raditya Dika

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 22 Des 2018 10:35 WIB
Foto: Dok Kemenpar Foto: Dok Kemenpar

Jakarta - Raditya Dika kini mencoba menjalani hidup minimalis. Tak lagi mengoleksi banyak barang, YouTuber dengan lebih dari 5 juta subscriber itu memilih menjual koleksi barangnya yang tak terpakai, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan sedikit barang.

Seperti apa gaya hidup minimalis yang coba dijalani Raditya Dika? Apakah sama dengan hidup sederhana?

Gaya hidup minimalis a la Raditya Dika berfokus pada penggunaan barang-barang ataupun perabotan yang benar-benar berguna dan dipakai sehari-hari. Tidak ada tumpukan barang tak terpakai atau tumpukan pakaian yang membuat sesak lemari.

Esensi dari gaya hidup minimalis adalah meninggalkan sikap boros dan berlebihan, untuk hidup yang lebih simpel namun berkualitas. Ini cara menjalani gaya hidup minimalis seperti Raditya Dika, dikutip dari The Loop.

1. Singkirkan Tumpukan Barang
Singkirkan barang-barang yang membuat ruangan terasa lebih sempit. Barang itu bisa berupa lusinan kertas tak terpakai, bon pembelian, perhiasan kecil imitasi yang dibeli karena 'lapar mata' namun tak pernah dikenakan, voucher belanja kedaluwarsa atau pulpen yang sudah rusak. Pisahkan barang sesuai kategori agar lebih mudah bagi petugas kebersihan untuk menyortir barang yang bisa didaur ulang. Mungkin langkah pertama ini terkesan sepele. Tapi begitu kamu mendapati ruanganmu jadi lebih luas, maka kamu akan merasa puas.

2. Aturan 90/90
Masih bingung barang apa saja yang harus disingkarkan dan disimpan? Terapkan aturan 90/90 untuk menjawab beberapa pertanyaan ini:

- Apakah barang tersebut kamu gunakan dalam 90 hari terakhir?
- Apakah kamu berencana memakai barang tersebut untuk 90 hari berikutnya?
- Untuk benda musiman, misalnya sweater musim dingin, baju lebaran, jaket/coat yang hanya dikenakan saat udara dingin, tentukan dalam hitungan tahun. Apakah kamu masih memakainya tahun lalu?
- Apakah baju-baju atau barang tersebut selalu berada di laci atau tumpukan paling atas?

Jika jawabannya sebagian besar 'tidak', berarti kamu tidak benar-benar membutuhkannya dan sudah saatnya disingkirkan. Dalam konteks ini, kata 'singkirkan' bukan berarti kamu harus membuangnya ke tempat sampah. Bisa kamu berikan ke orang lain atau jual di garage sale jika ingin mendapatkan tambahan uang.

3. Jangan Simpan Barang Duplikat
Sering kali secara tak sadar kita membeli barang dengan bentuk dan fungsi yang mirip. Pakaian, misalnya. Entah itu jaket, kemeja, mantel, T-shirt atau celana. Yang perlu kamu lakukan adalah menyortir dan menyingkirkan barang yang sama persis, atau hampir mirip penampakan dan fungsinya.

Kamu tidak perlu punya 2-3 kemeja lengan panjang kotak-kotak, cukup simpan satu. Begitu pula T-shirt warna hitam atau navy yang sama-sama berwarna gelap.

Hal yang sama juga berlaku pada sepatu. Misalnya saja jika kamu punya tiga pasang sepatu flat tapi yang selalu dipakai hanya satu, maka untuk apa menyimpan dua pasang sepatu lainnya?

4. Saat Beli Barang Baru, Singkirkan yang Lama
Ingat lagi poin tiga, hindari menyimpan barang duplikat. Jika kamu membeli barang baru --dengan alasan kamu sangat membutuhkannya bukan hanya karena ingin-- maka singkirkan barang lama yang fungsinya sama.

Contohnya saja tas. Kamu ingin membeli tas baru karena menurutmu tas yang lama kurang fungsional dan tak nyaman dipakai. Contoh lainnya adalah jaket, di mana kamu memutuskan membeli yang baru karena yang lama kurang membuat tubuhu hangat. Setelah membeli, kamu bisa menghibahkan jaket atau tas yang lama karena ke depannya juga tidak akan kamu pakai lagi. Jadi saat membeli barang baru, pastikan ada alasan kuat yang memang penting untuk kamu miliki.

5. Main Game 'Minimalis'
Cara satu ini terinspirasi dari dokumenter 'Minimalism: A Documentary About the Important Things' yang tayang di Netflix, di mana film tersebut mengikuti kehidupan dua orang; Joshua Fields Millburn dan Ryan Nicodemus yang juga dikenal dengan sebutan 'The Minimalists'. Mereka mengusung konsep 'less is more', di mana hidup dengan hanya sedikit barang dan perabotan membuat hari-hari mereka terasa lebih berharga karena hanya hal-hal penting yang mereka temui.

Bagaimana cara memainkan 'minimalist game'?

Permainan ini mengharuskan kamu membuang atau mendonasikan barang-barang tak terpakai setiap hari dalam satu bulan. Hari pertama kamu harus menyingkirkan satu barang. Hari kedua, dua barang yang disingkirkan. Hari ketiga kamu harus membuang/mendonasikan tiga barang, begitu seterusnya selama satu bulan.

Cara yang dilakukan secara bertahap ini akan memudahkanmu menjalani hidup minimalis sedikit demi sedikit. Nantinya di akhir bulan, akan terasa perbedaan signifikan dalam caramu memaknai barang yang benar-benar dibutuhkan.

Jadi, sudah siap menjalani gaya hidup minimalis seperti Raditya Dika?
(ami/ami)