Trik Menata Cahaya Alami di Rumah Agar Hemat Listrik
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 01 Sep 2016 09:44 WIB
Jakarta
-
Seiring bergulirnya waktu, populasi manusia di dunia kian bertambah, yang berdampak pula pada semakin banyaknya penggunaan energi listrik. Gerakan hemat energi pun dilakukan agar keseimbangan dunia tetap terjaga. Salah satunya dengan merancang rumah yang bisa meminimalkan penggunaan listrik, seperti lampu.
Berkaca dari penataan rumah gaya Skandinavia, umumnya tempat tinggal di daerah yang lebih banyak mengalami musim dingin itu memiliki jendela-jendela yang lebar. Pencahayaan alami menjadi hal penting bagi orang yang tinggal di negara Skandinavia seperti Swedia, Norwegia dan Finlandia karena minimnya mereka mendapatkan sinar matahari.
"Jendela besar bisa irit listrik karena rumah bisa dapat banyak cahaya alami. Jadi bisa jadi pengganti lampu kalau siang hari," jelas desainer interior Indy Anindita, saat berbincang dengan Wolipop di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2016).
Hemat energi dengan memaksimalkan pencahayaan alami juga bisa diterapkan di Indonesia. Berbeda dengan Skandinavia yang kurang sinar matahari sehingga jendela bisa dibuka sepanjang hari tanpa pelapis, penerapan jendela besar di negara tropis diperlukan penyesuaian.
"Di Indonesia mataharinya overload ya jadi jendela yang terlalu besar bisa silau dan justru membawa panas masuk ke dalam. Tapi kita bisa buat lebih redup. Saran saya gunakan screen atau blind yang bisa meredupkan panas, atau rolled-up blind untuk transfer panas jadi nggak sampai masuk ke ruangan," tutur desainer lulusan Institut Teknologi Bandung jurusan desain interior ini.
Indy juga menyarankan untuk memilih beberapa ruangan saja yang memang benar-benar memerlukan cahaya terang, untuk menghindari rumah terlalu panas karena sinar matahari yang masuk berlebihan.
"Di dalam rumah memang ada beberapa ruangan yang butuh intensitas cahaya tinggi. Misalnya masak di dapur, atau tempat baca buku, di situ bisa dimaksimalkan pencahayaannya. Kegoatan yang paling perlu cahaya banyak, di situ kita buat cahaya lebih banyak masuk," terangnya.
Selain jendela, Anda juga bisa mendapatkan cahaya alami di bagian genteng. Indy merekomendasikan untuk memilih salah satu bagian genteng yang bisa dibuka, dan digantikan dengan kaca atau fiber glass transparan. Khususnya di ruangan yang memang membutuhkan cahaya terang maksimal.
"Cahaya dari genteng bisa sebagai pengganti lampu kalau siang," pungkas Indy. (hst/hst)
Berkaca dari penataan rumah gaya Skandinavia, umumnya tempat tinggal di daerah yang lebih banyak mengalami musim dingin itu memiliki jendela-jendela yang lebar. Pencahayaan alami menjadi hal penting bagi orang yang tinggal di negara Skandinavia seperti Swedia, Norwegia dan Finlandia karena minimnya mereka mendapatkan sinar matahari.
"Jendela besar bisa irit listrik karena rumah bisa dapat banyak cahaya alami. Jadi bisa jadi pengganti lampu kalau siang hari," jelas desainer interior Indy Anindita, saat berbincang dengan Wolipop di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2016).
![]() |
Hemat energi dengan memaksimalkan pencahayaan alami juga bisa diterapkan di Indonesia. Berbeda dengan Skandinavia yang kurang sinar matahari sehingga jendela bisa dibuka sepanjang hari tanpa pelapis, penerapan jendela besar di negara tropis diperlukan penyesuaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indy juga menyarankan untuk memilih beberapa ruangan saja yang memang benar-benar memerlukan cahaya terang, untuk menghindari rumah terlalu panas karena sinar matahari yang masuk berlebihan.
![]() |
"Di dalam rumah memang ada beberapa ruangan yang butuh intensitas cahaya tinggi. Misalnya masak di dapur, atau tempat baca buku, di situ bisa dimaksimalkan pencahayaannya. Kegoatan yang paling perlu cahaya banyak, di situ kita buat cahaya lebih banyak masuk," terangnya.
Selain jendela, Anda juga bisa mendapatkan cahaya alami di bagian genteng. Indy merekomendasikan untuk memilih salah satu bagian genteng yang bisa dibuka, dan digantikan dengan kaca atau fiber glass transparan. Khususnya di ruangan yang memang membutuhkan cahaya terang maksimal.
"Cahaya dari genteng bisa sebagai pengganti lampu kalau siang," pungkas Indy. (hst/hst)
Home & Living
Bingung Simpan Sepatu yang Numpuk? Cek Rekomendasi Rak Sepatu Anti Debu & Hemat Tempat di Sini!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Mahal-Mahal Nails Art! Pakai Fake Nails Ini untuk Tampilan Kuku Lebih Cantik
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Water Heater Gas Ariston Punya 3 Fitur Pengaman Ini
Japandi Tak Sekadar Tren Interior, Kini Hadir Lewat Perangkat Rumah Tangga
Mau Mencuci Hijab Pakai Mesin Cuci? Simak 5 Tips Ini Biar Tetap Awet
5 Cara Sustainable Living yang Mudah Diterapkan di Rumah
4 Rekomendasi Elektronik Rumah untuk Upgrade di Awal Tahun 2026
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
7 Gaya TWICE Jadi Model Victoria's Secret Usai Viral Istilah 'Tzuyu Bra'
3
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
4
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
5
7 Potret G-Dragon Pakai Bandana Emas Berhias Permata, Cuma Ada Satu di Dunia
MOST COMMENTED













































