Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bella Hadid Merasa 'Tak Berguna' saat Mengidap Penyakit Lyme Disease

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Rabu, 25 Feb 2026 18:30 WIB
...
Bella Hadid di Cannes Film Festival 2025
Bella Hadid di Cannes Film Festival 2025. Foto: Gamma-Rapho via Getty Images/Victor LOCHON
Jakarta -

Model Bella Hadid mengungkap sisi rapuh dalam hidupnya saat berjuang melawan Lyme disease. Supermodel 29 tahun itu mengaku pernah merasa seperti 'tidak berguna' ketika terserang penyakit tersebut dan memaksanya berhenti bekerja hampir selama satu tahun.

Dalam wawancara bersama sang kakak, Gigi Hadid, untuk Vogue Italia, Bella berbicara tentang kondisi mentalnya saat harus menolak berbagai tawaran pekerjaan demi menjalani perawatan pada 2025.

"Aku sangat emosional karena rasanya seperti tidak dibutuhkan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bella mengatakan bahwa dia akhirnya mendiskusikan perasaan tersebut dengan terapisnya. Ia berusaha memisahkan antara pencapaiannya sebagai model dengan jati dirinya sebagai pribadi.

"Seberapa baik diriku bukan ditentukan dari pekerjaan yang aku terima," kata Bella.

ADVERTISEMENT

"Selama ini, menolak pekerjaan terasa seperti, memangnya aku siapa sampai berani bilang tidak?"

Bella HadidBella Hadid. Foto: dok. Instagram @bellahadid @yolanda.hadid

Bella mengaku butuh waktu untuk melepaskan tekanan tersebut. Kini, mantan kekasih The Weeknd ini merasa tidak lagi harus menerima setiap pekerjaan hanya demi menjaga citra atau eksistensi di industri.

"Aku akhirnya bisa berkata pada diri sendiri, orang-orang sudah cukup mengenal hati dan kepribadianku. Sekarang aku ingin bekerja dengan orang-orang yang aku cintai, percaya, dukung, dan hormati," tuturnya.

Bella pertama kali didiagnosa mengidap Lyme disease pada 2013, saat usianya baru 16 tahun. Sejak itu, ia beberapa kali berbagi tentang perjuangannya menghadapi penyakit tersebut, termasuk dampaknya pada kesehatan fisik dan mentalnya.

Lyme disease merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan kutu kecil. Meskipun ukurannya kecil, efek dari penyakit ini bisa sangat besar jika tidak segera ditangani dengan baik.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, terutama bagi orang-orang yang sering beraktivitas di alam terbuka. Penularan terjadi ketika manusia digigit oleh kutu yang membawa bakteri penyebab lyme yakni Borrelia burgdorferi atau Borrelia mayonii.

Jika terinfeksi, gejala awal yang umum terjadi adalah demam, sakit kepala, kelelahan, dan ruam kulit khas yang disebut erythema migrans. Infeksi yang menyebar lebih lanjut dapat menyebabkan peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang.

(hst/hst)
...
Hide Ads