Mencari Inspirasi Penataan Ruangan Unik di Pameran Casa Indonesia 2016

Hestianingsih - wolipop Rabu, 01 Jun 2016 16:45 WIB
Foto: Hestianingsih/Wolipop Foto: Hestianingsih/Wolipop

Jakarta - Penikmat seni desain interior, arsitektur maupun produk boleh bersenang hati. Untuk ketujuh kalinya, Casa Indonesia kembali menyuguhkan pameran arsitektur dan desain produk interior di Ballroom The Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta Pusat.

Bertema Simplexity dengan mengusung konsep Art, Architecture, Design and Living, pameran kali ini menghadirkan karya para desainer muda maupun yang sudah ternama dengan gaya rancang unik, inovatif dan kekinian. Tidak kurang dari 40 desainer serta brand home & living yang ikut dalam ajang tahunan ini untuk memamerkan konsep interior terbaru mereka.



"Casa Indonesia 2016 merupakan event yang punya ciri khas tersendiri. Kami mencoba menghadirkan pameran living premium. Premium tidak selalu barangnya mahal tapi berkaitan dengan proses desain dan kualitasnya. Banyak tenant dengan kreativitas luar biasa di sini," ujar Diana Nazir, creative director Casa Indonesia 2016 konferensi pers pembukaan pameran, Rabu (1/6/2016).

Patut dibanggakan, karena sebagian besar karya penuh kreativitas yang ada di pameran ini milik anak negeri. Selain pameran produk, dihadirkan juga instalasi imajinatif kreasi desainer serta arsitek ternama Indonesia seperti Ines Katamso, Ayu Sawitri Jody, Chrisye D, Umar Zain dan masih banyak lagi.



"Bisa dibilang 90 persen tenant yang pameran di sini lokal. Mereka ditantang untuk berpikir lebih jauh dalam desain dan ada yang karyanya dipamerkan dalam bentuk instalasi," kata arsitek dan Exhibition Director Casa Indonesia 2016 Cosmas D. Gozali.

Tema Simplexity sendiri dipilih untuk menggambarkan kompleksitas di balik kesederhanaan desain yang menjadi tren sekarang ini. Bagaimana sebuah produk interior sebenarnya tercipta dari pemikiran sang desainer yang rumit.



"Anak muda ke depan ini adalah generasi yang ingin segala sesuatunya serba simpel dan instan. Tapi di dalam sebenarnya sangat kompleks," jelas Cosmas.

Konsep itulah yang kemudian dituangkan dalam kreasi yang terlihat sederhana, tapi jika diperhatikan lebih dekat terdapat detail-detail unik dan rumit. Misalnya saja instalasi ruangan santai yang didominasi hitam-putih karya seniman mural Ines Katamso yang detailnya terbuat dari kreasi seni kertas lipat.

Ada pula ruangan bergaya post-modern dengan lanskap miring, 'bangunan' dari susunan kotak fiberglass bertema 99 Percent Sumarah juga instalasi lampu dan kayu berwujud geometris. Tak kalah menarik, lukisan sketsa bangunan ternama di berbagai belahan dunia hasil karya para arsitek yang tergabung dalam Urban Sketchers.



"Galeri sketsa ini dibuat untuk mengingatkan para desainer tentang esensi dari sebuah perancangan ruangan. Sekarang ini anak muda kecenderungannya ingin serba cepat. Rancangan lebih banyak dibuat secara komputerisasi dalam bentuk tiga dimensi. Jarang sekali yang buat dari sketsa. Kami ingin mengajak, marilah kembali ke root-nya. Pakai kertas dan alat tulis," terang Diana yang juga seorang desainer interior.

Selain instalasi dan inspirasi desain interior, Casa Indonesia juga menghadirkan beberapa talk show seputar perkembangan tren di dunia rancang merancang ruangan. Pameran diadakan mulai tanggal 1 - 4 Juni 2016. (hst/eny)