Rumah Terbuat dari Jamur, Anti Rayap dan Punya Sistem Imun Sendiri
wolipop
Jumat, 02 Agu 2013 06:54 WIB
Jakarta
-
Pernah membayangkan tinggal di rumah yang terbuat dari jamur? Di masa depan, bahkan tidak lama lagi, Anda mungkin saja akan mengalaminya. Dua mahasiswa politeknik telah mengembangkan material bangunan yang sebagian besar bahannya berasal dari serat jamur.
Gavin McIntyre dan Eben Bayer dari Rensselaer Polytechnic Institute, adalah orang yang pertama kali menemukan inovasi ini pada 2007. Didukung oleh Evocative, perusahaan komputer dan elektronik, mereka mengembangkan jamur untuk dibangun menjadi miniatur rumah.
Bagian yang digunakan sebagai material bangunan adalah mycelium, area tak kasat mata dari jamur yang mengandung jutaan serat kecil. Rumah yang terbuat dari jamur ini diklaim bisa awet untuk waktu yang cukup lama.
"Eben melakukan observasi saat dia berjalan-jalan di hutan, dia melihat mycelium jamur yang tumbuh di lempengan-lempengan kayu dan menyatukannya," jelas Gavin, seperti dikutip Daily Mail dari Foxnews.
Hal itulah yang memunculkan ide, bisakah mycelium digunakan sebagai perekat bahan bangunan? Secara ekologis, mycelium berfungsi mengurai sampah. Namun serat pada jamur ini juga bisa digunakan sebagai lem dan merekatkan benda-benda jadi satu.
Berdasarkan ide itu, dibangunlah struktur rumah mungil yang bahan-bahannya terbuat dari kayu pohon pinus, kemudian dituangkan campuran jamur ke dalam cetakan dinding. Lalu campuran tersebut dibiarkan mengering. Setelah satu bulan, terbentuk material keras seperti batako atau batu bata berwarna putih. Inilah yang akan digunakan untuk membangun rumah.
Evocative mengklaim penggunaan mycelium bisa menghemat pengeluaran saat membangun rumah. Material dari jamur ini juga bisa memperbaiki dengan sendirinya apabila terjadi kerusakan. Misalnya saja ketika tertimpa pohon yang tumbang, dinding rumah memang harus dibangun kembali tapi isolasi (penyekatan) akan terbentuk dengan sendirinya.
Rumah 'jamur' buatan Evocative ini juga punya sistem imun sendiri yang mencegah mikroorganisme berkembang di dalam rumah. Misalnya rayap yang suka menggerogoti kayu. Diharapkan material dari mycelium ini bisa digunakan lebih banyak untuk pembangunan rumah. Bahan yang ramah lingkungan untuk menggantikan stirofoam dan plastik. Selain rumah, mycelium juga dikembangkan sebagai bahan pembuat pelampung air, bemper mobil dan sol sepatu.
(hst/rma)
Gavin McIntyre dan Eben Bayer dari Rensselaer Polytechnic Institute, adalah orang yang pertama kali menemukan inovasi ini pada 2007. Didukung oleh Evocative, perusahaan komputer dan elektronik, mereka mengembangkan jamur untuk dibangun menjadi miniatur rumah.
Bagian yang digunakan sebagai material bangunan adalah mycelium, area tak kasat mata dari jamur yang mengandung jutaan serat kecil. Rumah yang terbuat dari jamur ini diklaim bisa awet untuk waktu yang cukup lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itulah yang memunculkan ide, bisakah mycelium digunakan sebagai perekat bahan bangunan? Secara ekologis, mycelium berfungsi mengurai sampah. Namun serat pada jamur ini juga bisa digunakan sebagai lem dan merekatkan benda-benda jadi satu.
Berdasarkan ide itu, dibangunlah struktur rumah mungil yang bahan-bahannya terbuat dari kayu pohon pinus, kemudian dituangkan campuran jamur ke dalam cetakan dinding. Lalu campuran tersebut dibiarkan mengering. Setelah satu bulan, terbentuk material keras seperti batako atau batu bata berwarna putih. Inilah yang akan digunakan untuk membangun rumah.
Evocative mengklaim penggunaan mycelium bisa menghemat pengeluaran saat membangun rumah. Material dari jamur ini juga bisa memperbaiki dengan sendirinya apabila terjadi kerusakan. Misalnya saja ketika tertimpa pohon yang tumbang, dinding rumah memang harus dibangun kembali tapi isolasi (penyekatan) akan terbentuk dengan sendirinya.
Rumah 'jamur' buatan Evocative ini juga punya sistem imun sendiri yang mencegah mikroorganisme berkembang di dalam rumah. Misalnya rayap yang suka menggerogoti kayu. Diharapkan material dari mycelium ini bisa digunakan lebih banyak untuk pembangunan rumah. Bahan yang ramah lingkungan untuk menggantikan stirofoam dan plastik. Selain rumah, mycelium juga dikembangkan sebagai bahan pembuat pelampung air, bemper mobil dan sol sepatu.
(hst/rma)
Makanan & Minuman
Ide Takjil Creamy untuk Buka Puasa! Cuma Butuh Satu Bahan Praktis di Dapur
Pakaian Wanita
Bisa Simpan Kartu Hingga Jadi Dompet Mini! Ini Rekomendasi Lanyard ID Card yang Fungsional
Elektronik & Gadget
Video Makin Cinematic Tanpa Ribet dengan TNW M01 PRO Gimbal 3 Axis yang Bikin Konten Naik Level!
Elektronik & Gadget
Anti Gerah Saat Silaturahmi di Hari Lebaran, Ini Kipas Portable GOOJODOQ yang Wajib Kamu bawa!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Rekomendasi Kegiatan Seru di Jakarta! Belajar Bordir ala Jepang Bareng Expert
Hadir Kembali! Workshop Seni Bordir Jepang yang Cocok untuk Pemula
AZKO Kembangkan Smart Home SYNC untuk Keamanan Rumah Saat Mudik Lebaran
Lagi Hits! Workshop Korean Flower Arrangement, Bikin Buket Estetik ala Korea
Rangkai Buket Cantik ala Korea di Workshop Korean Flower Arrangement
Most Popular
1
Intip Potret Febby Rastanty Umrah Perdana dengan Suami di Bulan Ramadan
2
Baju Lebaran 2026
Kata Desainer Denny Wirawan Soal Tren Baju Lebaran Gamis Bini Orang
3
Potret Rina Nose Jalani Oplas Hidung di Indonesia, Begini Hasilnya
4
Puasa dan Detox Kulit, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan & Tips Dari Dokter
5
Ramalan Zodiak 7 Maret: Libra Lebih Perhatian, Scorpio Harus Mengalah
MOST COMMENTED











































