Cara Waspadai Penyebaran Bakteri di Rumah Agar Keluarga Tak Mudah Sakit
wolipop
Rabu, 24 Okt 2012 13:35 WIB
Jakarta
-
Rumah yang kelihatannya bersih, belum tentu terbebas dari bakteri. Tapi, apakah bakteri itu sebenarnya? Bagaimana bakteri bertahan hidup dan bagaimana cara mengatasinya?
Bakteri adalah bagian dari mikroba, berukuran seperseribu dari mikroba. Mereka dapat bertahan hidup di tempaat yang panas sekali, atau pun dingin sekali. Cara bakteri bertahan hidup adalah dengan mengubah diri menjadi spora, karena dapat bertahan pada tempat kering, dingin, panas dan hinggap selama bertahun-tahun.
Ketua laboraturium Mikrobiologi Klinik FKUI, Anis Karuniawati, MD, Ph.D, Clinical Microbiologist, menjelaskan, hampir di setiap sudut berada terdapat bakteri. "Bakteri ditemukan di mana-mana. Di tanah, air, udara, permukaan benda, makanan, kulit, di mana saja. Mereka berkembang biak dengan cepat sekali dan tidak dapat dilihat oleh mata," ujarnya saat ditemui dalam seminar 'Healthy Home Happy Family' yang diadakan produk pewangi pakaian Downy di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2012).
Khusus untuk di rumah, perkembanganbiakan bakteri ini hampir di seluruh bagian tempat tinggal Anda. Bakteri bisa ada di dapur, kamar mandi, mainan, remote tv, keyboard komputer, mouse, bahkan tersembunyi pada pakaian bersih.
Bakteri-bakteri yang tersembunyi dalam pakaian bersih tersebut dapat berkembang biak dengan sangat cepat apabila disimpan dalam tempat yang lembab. Tidak hanya itu, membiarkan pakaian atau handuk yang sudah dipakai terletak sembarangan juga dapat memicu tumbuhnya bakteri. "Bakteri menyukai tempat yang basah dan lembab," sambung Anis.
Tidak hanya pakaian atau perabotan rumah saja, bakteri juga bersarang pada kulit manusia. Mereka bersifat statis. Tidak bergerak dan bertahan lama di sana. "Tetapi ketika ada goresan luka atau semacamnya di wilayah kulit, bakteri tersebut baru kemudian bekerja, yang kemudian menyebabkan seseorang menjadi sakit," tambahnya.
Bakteri dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan sangat mudah. Bisa melalui sentuhan kulit sesama manusia, berciuman, melalui makanan, saat berbicara atau bersin, masakan, atau pun melalui nyamuk. Bakteri yang merugikan, pada akhirnya akan menyebabkan makanan menjadi basi, keracunan, dan infeksi. Bakteri juga dapat menyebabkan penyakit kulit, paru-paru, hingga jaringan otak.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyebaran bakteri. Salah satunya adalah mencuci handuk setiap dua hari sekali. Menerapkan pola hidup sehat tentu perlu dibiasakan di rumah agar dapat terhindar dari bakteri.
"Untuk mencegah penyebaran bakteri, Anda dapat melakukan pencegahan-pencegahan seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, mandi dan mengganti pakaian selepas bepergian, menjaga kebersihan alat pribadi, dan menjaga kebersihan lingkungan," saran wanita kelahiran Kediri, 17 September 1965 ini. Ditambakannya, cara pencegahan masuknya bakteri ke dalam tubuh yang terpenting adalah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, dengan begitu tubuh akan membentuk imunitas yang dapat menangkal bakteri dan virus.
Apabila Anda telah terkena bakteri, ada dua jenis penyembuhannya, yaitu melalui penyembuhan fisik dan kimia. Penyembuhan dengan cara fisik dapat dilakukan dengan bantuan sinar matahari (berjemur) atau dengan melakukan pemanasan (boiling). Penyembuhan dengan cara kedua, yiatu kimia, adalah dengan cara desinfeksi dan sterilisasi.
(eny/eny)
Bakteri adalah bagian dari mikroba, berukuran seperseribu dari mikroba. Mereka dapat bertahan hidup di tempaat yang panas sekali, atau pun dingin sekali. Cara bakteri bertahan hidup adalah dengan mengubah diri menjadi spora, karena dapat bertahan pada tempat kering, dingin, panas dan hinggap selama bertahun-tahun.
Ketua laboraturium Mikrobiologi Klinik FKUI, Anis Karuniawati, MD, Ph.D, Clinical Microbiologist, menjelaskan, hampir di setiap sudut berada terdapat bakteri. "Bakteri ditemukan di mana-mana. Di tanah, air, udara, permukaan benda, makanan, kulit, di mana saja. Mereka berkembang biak dengan cepat sekali dan tidak dapat dilihat oleh mata," ujarnya saat ditemui dalam seminar 'Healthy Home Happy Family' yang diadakan produk pewangi pakaian Downy di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bakteri-bakteri yang tersembunyi dalam pakaian bersih tersebut dapat berkembang biak dengan sangat cepat apabila disimpan dalam tempat yang lembab. Tidak hanya itu, membiarkan pakaian atau handuk yang sudah dipakai terletak sembarangan juga dapat memicu tumbuhnya bakteri. "Bakteri menyukai tempat yang basah dan lembab," sambung Anis.
Tidak hanya pakaian atau perabotan rumah saja, bakteri juga bersarang pada kulit manusia. Mereka bersifat statis. Tidak bergerak dan bertahan lama di sana. "Tetapi ketika ada goresan luka atau semacamnya di wilayah kulit, bakteri tersebut baru kemudian bekerja, yang kemudian menyebabkan seseorang menjadi sakit," tambahnya.
Bakteri dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan sangat mudah. Bisa melalui sentuhan kulit sesama manusia, berciuman, melalui makanan, saat berbicara atau bersin, masakan, atau pun melalui nyamuk. Bakteri yang merugikan, pada akhirnya akan menyebabkan makanan menjadi basi, keracunan, dan infeksi. Bakteri juga dapat menyebabkan penyakit kulit, paru-paru, hingga jaringan otak.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyebaran bakteri. Salah satunya adalah mencuci handuk setiap dua hari sekali. Menerapkan pola hidup sehat tentu perlu dibiasakan di rumah agar dapat terhindar dari bakteri.
"Untuk mencegah penyebaran bakteri, Anda dapat melakukan pencegahan-pencegahan seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, mandi dan mengganti pakaian selepas bepergian, menjaga kebersihan alat pribadi, dan menjaga kebersihan lingkungan," saran wanita kelahiran Kediri, 17 September 1965 ini. Ditambakannya, cara pencegahan masuknya bakteri ke dalam tubuh yang terpenting adalah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, dengan begitu tubuh akan membentuk imunitas yang dapat menangkal bakteri dan virus.
Apabila Anda telah terkena bakteri, ada dua jenis penyembuhannya, yaitu melalui penyembuhan fisik dan kimia. Penyembuhan dengan cara fisik dapat dilakukan dengan bantuan sinar matahari (berjemur) atau dengan melakukan pemanasan (boiling). Penyembuhan dengan cara kedua, yiatu kimia, adalah dengan cara desinfeksi dan sterilisasi.
(eny/eny)
Home & Living
Inspirasi Furnitur Kamar Minimalis dan Elegan, Bikin Suasana Kamar jadi Lebih Hidup
Pakaian Wanita
Inspirasi Outfit Clean Girl Simpel tapi Chic, 5 Item Wajib Ada di Wardrobe Kamu!
Elektronik & Gadget
Suara Lebih Jernih dengan MISENI Q8 Mic Kecil Jepit Clip on yang Wajib Dimiliki Content Creator!
Elektronik & Gadget
Review Anker Nano 10.000mAh 45W Powerbank Canggih Beda dari yang Lain!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
TikTok Viral Verificator
Viral 2,5 Juta Views! Wanita Curhat Hidup di Keluarga Hoarding, Bikin Stres
Belajar Crochet dari Nol di Jakarta! Seru Membuat Chunky Bag di Workshop Ini
Penyebab Mesin Cuci Bergetar Kencang Saat Mengeringkan Baju
Workshop Crochet Sambil Healing di Jakarta Lewat Workshop One Stitch at the Time
4 Tips Pilih Alat Elektronik Supaya Nggak Bikin Tagihan Listrik Bengkak
Most Popular
1
5 Gaya Seksi Jennie BLACKPINK Pakai Bikini Hasil Rancangan Sendiri
2
Most Pop: Kemesraan Chef Juna dengan Pacar Saat Lebaran, Agamanya Jadi Sorotan
3
Intip Gaya Mahalini Liburan ke Jepang, Pesonanya bak Remaja
4
Fakta Ngeri Model yang Dibunuh Eks Kekasih, Kini Kepalanya Hilang dari Peti
5
Lee Hi dan DOK2 Go Public, Persahabatan 10 Tahun Berubah Jadi Kisah Cinta
MOST COMMENTED











































