Cara Waspadai Penyebaran Bakteri di Rumah Agar Keluarga Tak Mudah Sakit
Dwiyasista W. Sekartaji - wolipop
Rabu, 24 Okt 2012 13:37 WIB
Jakarta
-
Rumah yang kelihatannya bersih, belum tentu terbebas dari bakteri. Tapi, apakah bakteri itu sebenarnya? Bagaimana bakteri bertahan hidup dan bagaimana cara mengatasinya?
Bakteri adalah bagian dari mikroba, berukuran seperseribu dari mikroba. Mereka dapat bertahan hidup di tempaat yang panas sekali, atau pun dingin sekali. Cara bakteri bertahan hidup adalah dengan mengubah diri menjadi spora, karena dapat bertahan pada tempat kering, dingin, panas dan hinggap selama bertahun-tahun.
Ketua laboraturium Mikrobiologi Klinik FKUI, Anis Karuniawati, MD, Ph.D, Clinical Microbiologist, menjelaskan, hampir di setiap sudut berada terdapat bakteri. "Bakteri ditemukan di mana-mana. Di tanah, air, udara, permukaan benda, makanan, kulit, di mana saja. Mereka berkembang biak dengan cepat sekali dan tidak dapat dilihat oleh mata," ujarnya saat ditemui dalam seminar 'Healthy Home Happy Family' yang diadakan produk pewangi pakaian Downy di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2012).
Khusus untuk di rumah, perkembanganbiakan bakteri ini hampir di seluruh bagian tempat tinggal Anda. Bakteri bisa ada di dapur, kamar mandi, mainan, remote tv, keyboard komputer, mouse, bahkan tersembunyi pada pakaian bersih.
Bakteri-bakteri yang tersembunyi dalam pakaian bersih tersebut dapat berkembang biak dengan sangat cepat apabila disimpan dalam tempat yang lembab. Tidak hanya itu, membiarkan pakaian atau handuk yang sudah dipakai terletak sembarangan juga dapat memicu tumbuhnya bakteri. "Bakteri menyukai tempat yang basah dan lembab," sambung Anis.
Tidak hanya pakaian atau perabotan rumah saja, bakteri juga bersarang pada kulit manusia. Mereka bersifat statis. Tidak bergerak dan bertahan lama di sana. "Tetapi ketika ada goresan luka atau semacamnya di wilayah kulit, bakteri tersebut baru kemudian bekerja, yang kemudian menyebabkan seseorang menjadi sakit," tambahnya.
Bakteri dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan sangat mudah. Bisa melalui sentuhan kulit sesama manusia, berciuman, melalui makanan, saat berbicara atau bersin, masakan, atau pun melalui nyamuk. Bakteri yang merugikan, pada akhirnya akan menyebabkan makanan menjadi basi, keracunan, dan infeksi. Bakteri juga dapat menyebabkan penyakit kulit, paru-paru, hingga jaringan otak.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyebaran bakteri. Salah satunya adalah mencuci handuk setiap dua hari sekali. Menerapkan pola hidup sehat tentu perlu dibiasakan di rumah agar dapat terhindar dari bakteri.
"Untuk mencegah penyebaran bakteri, Anda dapat melakukan pencegahan-pencegahan seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, mandi dan mengganti pakaian selepas bepergian, menjaga kebersihan alat pribadi, dan menjaga kebersihan lingkungan," saran wanita kelahiran Kediri, 17 September 1965 ini. Ditambakannya, cara pencegahan masuknya bakteri ke dalam tubuh yang terpenting adalah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, dengan begitu tubuh akan membentuk imunitas yang dapat menangkal bakteri dan virus.
Apabila Anda telah terkena bakteri, ada dua jenis penyembuhannya, yaitu melalui penyembuhan fisik dan kimia. Penyembuhan dengan cara fisik dapat dilakukan dengan bantuan sinar matahari (berjemur) atau dengan melakukan pemanasan (boiling). Penyembuhan dengan cara kedua, yiatu kimia, adalah dengan cara desinfeksi dan sterilisasi.
(eny/eny)
Bakteri adalah bagian dari mikroba, berukuran seperseribu dari mikroba. Mereka dapat bertahan hidup di tempaat yang panas sekali, atau pun dingin sekali. Cara bakteri bertahan hidup adalah dengan mengubah diri menjadi spora, karena dapat bertahan pada tempat kering, dingin, panas dan hinggap selama bertahun-tahun.
Ketua laboraturium Mikrobiologi Klinik FKUI, Anis Karuniawati, MD, Ph.D, Clinical Microbiologist, menjelaskan, hampir di setiap sudut berada terdapat bakteri. "Bakteri ditemukan di mana-mana. Di tanah, air, udara, permukaan benda, makanan, kulit, di mana saja. Mereka berkembang biak dengan cepat sekali dan tidak dapat dilihat oleh mata," ujarnya saat ditemui dalam seminar 'Healthy Home Happy Family' yang diadakan produk pewangi pakaian Downy di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bakteri-bakteri yang tersembunyi dalam pakaian bersih tersebut dapat berkembang biak dengan sangat cepat apabila disimpan dalam tempat yang lembab. Tidak hanya itu, membiarkan pakaian atau handuk yang sudah dipakai terletak sembarangan juga dapat memicu tumbuhnya bakteri. "Bakteri menyukai tempat yang basah dan lembab," sambung Anis.
Tidak hanya pakaian atau perabotan rumah saja, bakteri juga bersarang pada kulit manusia. Mereka bersifat statis. Tidak bergerak dan bertahan lama di sana. "Tetapi ketika ada goresan luka atau semacamnya di wilayah kulit, bakteri tersebut baru kemudian bekerja, yang kemudian menyebabkan seseorang menjadi sakit," tambahnya.
Bakteri dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan sangat mudah. Bisa melalui sentuhan kulit sesama manusia, berciuman, melalui makanan, saat berbicara atau bersin, masakan, atau pun melalui nyamuk. Bakteri yang merugikan, pada akhirnya akan menyebabkan makanan menjadi basi, keracunan, dan infeksi. Bakteri juga dapat menyebabkan penyakit kulit, paru-paru, hingga jaringan otak.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyebaran bakteri. Salah satunya adalah mencuci handuk setiap dua hari sekali. Menerapkan pola hidup sehat tentu perlu dibiasakan di rumah agar dapat terhindar dari bakteri.
"Untuk mencegah penyebaran bakteri, Anda dapat melakukan pencegahan-pencegahan seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, mandi dan mengganti pakaian selepas bepergian, menjaga kebersihan alat pribadi, dan menjaga kebersihan lingkungan," saran wanita kelahiran Kediri, 17 September 1965 ini. Ditambakannya, cara pencegahan masuknya bakteri ke dalam tubuh yang terpenting adalah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, dengan begitu tubuh akan membentuk imunitas yang dapat menangkal bakteri dan virus.
Apabila Anda telah terkena bakteri, ada dua jenis penyembuhannya, yaitu melalui penyembuhan fisik dan kimia. Penyembuhan dengan cara fisik dapat dilakukan dengan bantuan sinar matahari (berjemur) atau dengan melakukan pemanasan (boiling). Penyembuhan dengan cara kedua, yiatu kimia, adalah dengan cara desinfeksi dan sterilisasi.
(eny/eny)
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Rambut Halus & Sehat, Duel Hair Mask Favorit dari Jepang Tsubaki vs Fino!
Elektronik & Gadget
SKMEI B58 Smartwatch, Jam Keren Serba Bisa dengan Layar AMOLED Super Jernih!
Kesehatan
3 Pilihan Madu Murni Terbaik, Sehat Alami, Manisnya Bikin Nagih!
Perawatan dan Kecantikan
Ketiak Bau & Basah Seharian? Ini Solusi Deodorant Tahan hingga 72 Jam
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
TikTok Viral Verificator
Viral Kamar dan Tempat Tidur Penuh Sampah, Identitas Penghuninya Bikin Kaget
Kenali Manfaat Lime dan Lemon untuk Kebersihan Peralatan Dapur
Kenapa Lime dan Lemon Sering Dipakai untuk Bersih-bersih Rumah?
5 Cara Mengatasi Mesin Cuci Bocor dari Bagian Bawah
4 Keunggulan AC Inverter SANKEN, Hemat Listrik-Senyap Maksimal
Most Popular
1
Beda Banget! Transformasi Shindy Samuel Usai Turun BB 104 Kg, Banjir Pujian
2
Foto Prewedding Syifa Hadju-El Rumi, Tampil Tradisional Dengan Adat Gorontalo
3
Most Pop: Momen Terakhir Noelia Castillo, Korban Pemerkosaan Pilih Eutanasia
4
Sinopsis Veil of Shadows, Drama China Terbaru Netflix dengan Cerita Misterius
5
Sinopsis Hijack 1971, Ketegangan di Udara yang Diangkat dari Kisah Nyata
MOST COMMENTED











































