Yang Harus Diperhatikan Saat Ingin Renovasi Rumah
wolipop
Senin, 16 Apr 2012 09:08 WIB
Jakarta
-
Membeli rumah second, biasanya membutuhkan renovasi di sana-sini. Baik itu karena desain rumah yang kurang sesuai dengan selera, harus melakukan sejumlah perbaikan atau Anda ingin menata rumah sesuai Feng Shui. Saat merencanakan untuk renovasi rumah, ada tujuh hal menurut situs The Nest yang harus Anda perhatikan.
1. Pikirkan dengan Matang
Perhatikan bagaimana gaya hidup, kebutuhan, keinginan, tujuan (dari renovasi rumah), tingkat kesulitan dan bujet. Hal-hal apa saja yang bisa membuat rumah lebih nyaman dan yang justru menjadikan rumah tampak berantakan? Pikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi, misalnya apakah Anda perlu menempatkan dapur di depan garasi, bagaimana dengan tangga apakah cukup aman bagi anak-anak? Anda pun bisa berkonsultasi dengan ahli interior, teman atau kerabat yang tahu banyak soal penataan rumah.
2. Organisir
Buatlah sebuah map atau file yang berisi desain rumah impian Anda, kliping contoh-contoh gambar rumah dari majalah, furnitur, perabotan dan cat dinding untuk membantu Anda mendapatkan inspirasi dalam renovasi rumah. Cara ini dapat membantu Anda lebih mudah mengomunikasikan keinginan dengan desainer interior atau arsitek. Rekamlah setiap pertemuan dan saran dari mereka, serta jangan lupa memperhitungkan biaya yang akan dikeluarkan. Mengorganisir setiap rencana dan konsep akan lebih menghemat waktu, uang dan menjauhkan Anda dari stres.
3. Skala Prioritas
Apa prioritas Anda dalam renovasi rumah? Mengubah penataan dapur, tata letak kamar tidur, meninggikan langit-langit atau memperluas ruang keluarga? Lakukan dulu hal yang paling penting dan tetap dalam skala prioritas yang sudah Anda tentukan, agar bujet tidak membengkak dan renovasi pun berjalan lancar.
4. Bujet
Penghitungan biaya tentu saja salah satu hal terpenting yang harus Anda perhatikan. Diskusikan bersama suami atau anggota keluarga lainnya tentang biaya yang dimiliki dan harus dikeluarkan saat renovasi rumah. Utamakan membeli perabotan atau alat yang harus segera diperbaiki atau pasang (misalnya memasang toilet, shower, kitchen set, dan sebagainya) dan tahan keinginan untuk membeli hal yang kurang penting. Sisakan 10-20 persen dari bujet untuk biaya-biaya tak terduga.
5. Komunikasi
Simpan nomor telepon pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam proses renovasi rumah. Mulai dari desainer/arsitek, penjual keramik, furnitur, material, tukang kayu dan sebagainya. Jangan ragu menanyakan berbagai hal yang perlu Anda tahu dan keinginan terhadap tampilan rumah secara mendetail. Jangan lupa untuk mengucapkan pujian atau terima kasih terhadap hasil kerja mereka yang menurut Anda baik dan memperindah rumah.
6. Bekerja dengan Orang yang Profesional
Dalam hal ini, referensi sangat penting. Tanyakan pada orang-orang terdekat atau cari di internet tentang reputasi desainer, konseptor atau pekerja bangunan yang cukup berkompeten. Pastikan komunikasi antara Anda dan mereka cocok dan terjalin relasi yang baik, sehingga akan lebih mudah menghubungi mereka kembali jika ada sesuatu yang kurang beres atau jika Anda ingin melakukan renovasi lagi.
7. Buat Jadwal
Perhitungkan tenggat waktu, berapa lama renovasi rumah diperkirakan akan selesai. Dua bulan, tiga bulan atau bahkan enam bulan? Sampaikan jadwal tersebut kepada para pengembang agar mereka bisa menyelesaikan tepat pada waktunya. Perencanaan jadwal juga penting dilakukan jika Anda ingin mengontrak rumah atau menyewa apartemen selama rumah direnovasi dan tidak bisa ditinggali. Dengan begitu, Anda bisa membuat perhitungan biaya tambahan untuk sewa tempat tinggal sementara.
(hst/eya)
1. Pikirkan dengan Matang
Perhatikan bagaimana gaya hidup, kebutuhan, keinginan, tujuan (dari renovasi rumah), tingkat kesulitan dan bujet. Hal-hal apa saja yang bisa membuat rumah lebih nyaman dan yang justru menjadikan rumah tampak berantakan? Pikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi, misalnya apakah Anda perlu menempatkan dapur di depan garasi, bagaimana dengan tangga apakah cukup aman bagi anak-anak? Anda pun bisa berkonsultasi dengan ahli interior, teman atau kerabat yang tahu banyak soal penataan rumah.
2. Organisir
Buatlah sebuah map atau file yang berisi desain rumah impian Anda, kliping contoh-contoh gambar rumah dari majalah, furnitur, perabotan dan cat dinding untuk membantu Anda mendapatkan inspirasi dalam renovasi rumah. Cara ini dapat membantu Anda lebih mudah mengomunikasikan keinginan dengan desainer interior atau arsitek. Rekamlah setiap pertemuan dan saran dari mereka, serta jangan lupa memperhitungkan biaya yang akan dikeluarkan. Mengorganisir setiap rencana dan konsep akan lebih menghemat waktu, uang dan menjauhkan Anda dari stres.
3. Skala Prioritas
Apa prioritas Anda dalam renovasi rumah? Mengubah penataan dapur, tata letak kamar tidur, meninggikan langit-langit atau memperluas ruang keluarga? Lakukan dulu hal yang paling penting dan tetap dalam skala prioritas yang sudah Anda tentukan, agar bujet tidak membengkak dan renovasi pun berjalan lancar.
4. Bujet
Penghitungan biaya tentu saja salah satu hal terpenting yang harus Anda perhatikan. Diskusikan bersama suami atau anggota keluarga lainnya tentang biaya yang dimiliki dan harus dikeluarkan saat renovasi rumah. Utamakan membeli perabotan atau alat yang harus segera diperbaiki atau pasang (misalnya memasang toilet, shower, kitchen set, dan sebagainya) dan tahan keinginan untuk membeli hal yang kurang penting. Sisakan 10-20 persen dari bujet untuk biaya-biaya tak terduga.
5. Komunikasi
Simpan nomor telepon pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam proses renovasi rumah. Mulai dari desainer/arsitek, penjual keramik, furnitur, material, tukang kayu dan sebagainya. Jangan ragu menanyakan berbagai hal yang perlu Anda tahu dan keinginan terhadap tampilan rumah secara mendetail. Jangan lupa untuk mengucapkan pujian atau terima kasih terhadap hasil kerja mereka yang menurut Anda baik dan memperindah rumah.
6. Bekerja dengan Orang yang Profesional
Dalam hal ini, referensi sangat penting. Tanyakan pada orang-orang terdekat atau cari di internet tentang reputasi desainer, konseptor atau pekerja bangunan yang cukup berkompeten. Pastikan komunikasi antara Anda dan mereka cocok dan terjalin relasi yang baik, sehingga akan lebih mudah menghubungi mereka kembali jika ada sesuatu yang kurang beres atau jika Anda ingin melakukan renovasi lagi.
7. Buat Jadwal
Perhitungkan tenggat waktu, berapa lama renovasi rumah diperkirakan akan selesai. Dua bulan, tiga bulan atau bahkan enam bulan? Sampaikan jadwal tersebut kepada para pengembang agar mereka bisa menyelesaikan tepat pada waktunya. Perencanaan jadwal juga penting dilakukan jika Anda ingin mengontrak rumah atau menyewa apartemen selama rumah direnovasi dan tidak bisa ditinggali. Dengan begitu, Anda bisa membuat perhitungan biaya tambahan untuk sewa tempat tinggal sementara.
(hst/eya)
Pakaian Pria
Lagi Sering Hujan, Outer Pria Ini Nyaman Dipakai Namun Tetap Terlihat Rapi
Kesehatan
Sering Kram & Kebas Tiba-tiba? Banyak yang Baru Tahu Solusinya Ternyata Ini!
Olahraga
Punya Rutinitas Pergi ke Gym? 2 Barang Simpel Bikin Latihan Lebih Nyaman dan Maksimal
Kesehatan
Sering Kurang Sinar Matahari Saat Puasa? Ini Cara Mudah Penuhi Vitamin D3 Harian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
AZKO Kembangkan Smart Home SYNC untuk Keamanan Rumah Saat Mudik Lebaran
Lagi Hits! Workshop Korean Flower Arrangement, Bikin Buket Estetik ala Korea
Rangkai Buket Cantik ala Korea di Workshop Korean Flower Arrangement
Ke Manapun Bawa Tumbler, Rossa Kolaborasi dengan Frank Green
Rasa Nusantara di Piring Cantik 'Pinggan Smarana' Karya Didiet Maulana
Most Popular
1
Potret Naysilla Mirdad Oplas di Korea, Ini Bagian Wajah yang Diubah
2
Ramalan Zodiak 5 Maret: Taurus Introspeksi Diri, Gemini Lebih Tegas
3
7 Jus untuk Diet saat Bulan Ramadhan yang Kaya Air dan Serat
4
7 Idol KPop Non Korea yang Jadi Visual Grupnya, Cantiknya Kelewatan
5
Potret Shalom Razade Ikuti Jejak Wulan Guritno Oplas di Korea, Ini Alasannya
MOST COMMENTED











































