Gaya Kate Middleton Disebut Mirip Ratu Camilla, Ada Pesan di Baliknya
Penampilan Kate Middleton di ajang Order of the Garter 2026 di Windsor Castle kembali menegaskan pendekatan fashion-nya yang konsisten: elegan, terkendali, dan sarat pesan.
Sang Princess of Wales tampil dalam balutan coat dress berbahan brokat krem rancangan desainer muda Patrick McDowell. Busana tersebut dibuat dari kain damask ringan yang ditenun khusus oleh rumah tekstil Stephen Walters & Sons di Suffolk, Inggris. Siluetnya terstruktur dengan pinggang yang dipertegas serta detail kantong pinggul, menciptakan garis tubuh yang rapi dan klasik.
Putri Wales Catherine dan Sophie, Duchess of Edinburgh, saat menghadiriOrder Of The Garter Service 2026 di Windsor Castle, Windsor, Inggris, pada Senin (15/6/2026). (Foto: Chris Jackson/Pool via REUTERS) |
Untuk melengkapi tampilan, Kate memilih sepatu suede krem dari Gianvito Rossi, clutch "Natasha" dari Emmy London, serta topi boater "Enid" karya milliner Jane Taylor, semuanya dalam palet warna senada. Pilihan monokrom ini memperkuat kesan refined sekaligus understated.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekilas, tampilan ini terasa sangat klasik-bahkan dinilai "terlalu aman" untuk sosok Kate yang kerap menjadi sorotan global. Gaya coat dress tersebut juga dianggap memiliki kedekatan estetika dengan busana yang biasa dikenakan Ratu Camilla, yang usianya terpaut beberapa dekade lebih senior.
Namun, justru di situlah letak pesannya. Dalam konteks acara kerajaan yang sarat tradisi, pendekatan konservatif bukan sekadar pilihan gaya, melainkan bentuk penghormatan terhadap institusi dan protokol. Kate tampaknya sengaja mengedepankan tampilan yang tidak "mendominasi", melainkan menyatu dengan suasana formal yang sakral.
Kate Middleton dan Pangeran William. (Foto: Chris Jackson/Pool via REUTERS) |
Menariknya, sosok di balik busana ini adalah desainer berusia 31 tahun. Patrick McDowell dikenal dengan pendekatan sustainable luxury melalui konsep "circular design", yang menekankan minimnya limbah serta keberlanjutan dalam produksi fashion. Ia juga menyediakan layanan perbaikan dan redesign untuk memperpanjang usia pakai busana.
Nilai ini selaras dengan citra Kate yang kerap mengulang pemakaian outfit di berbagai kesempatan publik, sebuah sikap yang semakin relevan di tengah meningkatnya kesadaran akan fashion berkelanjutan.
Ratu Camilla, Raja Charles III, Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump di Gedung Putih, Washington, DC, pada April 2026. (Foto: via REUTERS/Chris Jackson) |
Tak hanya itu, McDowell sebelumnya juga menerima penghargaan Queen Elizabeth II Award for British Design yang secara simbolis diserahkan langsung oleh Kate. Kolaborasi ini pun terasa lebih dari sekadar pilihan busana, melainkan pertemuan visi antara desainer dan pemakainya.
Pilihan gaya Kate belakangan ini menunjukkan pergeseran strategi. Setelah sempat mendapat sorotan berlebih atas outfit yang dikenakan dibandingkan kerja-kerja sosialnya, kini ia cenderung memilih busana yang "tidak mengalihkan perhatian".
(dtg/dtg)















































