5 Langkah Agar Dapur Bebas Kuman
wolipop
Senin, 27 Jun 2011 09:09 WIB
Jakarta
-
Dapur merupakan salah satu area rumah yang paling rentan menjadi tempat bersarangnya kuman. Banyaknya aktivitas di tempat ini kadang membuat kita kurang memerhatikan kebersihan dan higienitasnya.
Padahal, dengan melakukan hal-hal yang terkesan sepele, Anda bisa menyelamatkan keluarga dari kuman dan bakteri penyebab berbagai penyakit. Biasakan melakukan 5 langkah ini di dapur Anda setiap hari, seperti yang dikutip dari Danone agar kesehatan keluarga Anda terjamin.
1. Mengatur Suhu dalam Kulkas
Temperatur di dalam kulkas sangat menentukan kondisi makanan yang disimpan. Jika terlalu rendah, akan menghilangkan kesegaran dan menurunkan kualitas makanan. Sementara jika suhu terlalu tinggi, bisa memudahkan bakteri berkembang biak, sehingga makanan terkontaminasi kuman dan menyebabkan penyakit.
Produk-produk susu seperti yoghurt dan keju harus disimpan dalam suhu sejuk sebelum dikeluarkan dari kulkas dan diolah. Begitu juga dengan daging, ayam dan ikan. Pastikan suhu kulkas berada antara 0 sampai 4 derajat Celcius. Untuk mencegah terjadinya freeze burn --makanan rusak akibat dehidrasi dan oksidadi karena udara-- simpan daging atau ayam di dalam wadah kedap udara.
2. Pencucian
Kebersihan dapur sangat ditentukan dengan cara pencucian peralatan masak yang benar. Permukaan dan perkakas masak sangat cepat terakumulasi bakteri, karena digunakan untuk memasak berbagai bahan makanan yang mungkin terkena kuman. Bakteri bisa menempel pada talenan, baskom, pisau, alat pengaduk bahkan tangan dan di bawah kuku Anda.
Perpindahan mikroba dari satu objek ke objek yang lain disebut kontaminasi silang. Tangan, permukaan tempat bekerja, pisau dan perkakas dapur lainnya, papan pengiris dan/atau pengiris mekanis, kain lap, wadah/bak pencucian dan hama adalah objek yang paling sering menjadi perantara terjadinya kontaminasi silang tidak langsung. Beberapa perantara ini akan memindahkan mikroba berbahaya ke seluruh bagian dapur.
Cara terbaik menghindari tersebarnya kuman penyebab penyakit dan keracunan adalah selalu mencuci perangkat masak sebelum, saat dan setelah makan. Sangat penting untuk selalu membersihkan talenan bekas memotong ayam atau daging yang akan digunakan juga untuk memotong sayuran. Begitu juga dengan pisau, baskom dan wadah pencucian. Selalu bersihkan setiap alat tersebut akan digunakan untuk mengolah bahan makanan yang berbeda.
3. Pisahkan Alat Masak
Untuk lebih mengamankan masakan Anda dari kontaminasi silang, ada baiknya memisahkan peralatan masak untuk bahan-bahan tertentu. Misalnya, sediakan dua talenan; satu untuk memotong daging, ikan dan ayam, satu lagi untuk buah dan sayur. Wadah untuk mengolah daging dan sayuran juga harus berbeda. Pembagian kecil ini akan menyelamatkan keluarga Anda dari penyebaran bakteri dan kuman.
4. Masak dengan Suhu yang Tepat
Pastikan Anda memasak dalam suhu yang tepat. Tingkatan suhu bisa berbeda antara bahan makanan yang satu dengan lainnya. Anda bisa menggunakan termometer khusus makanan untuk apakah makanan yang dimasak sudah mencapai suhu yang cukup untuk membunuh bakteri. Pada dasarnya, organisme berbahaya pada hampir semua masakan bisa mati pada suhu antara 60-82 derajat Celcius, menurut US Food and Drug Administration.
5. Selalu Baca Tanggal Kedaluwarsa
Selalu periksa tanggal kedaluwarsa makanan sebelum mengolahnya. Terutama untuk ikan, daging sapi, daging ayam dan telur.
(hst/eny)
Padahal, dengan melakukan hal-hal yang terkesan sepele, Anda bisa menyelamatkan keluarga dari kuman dan bakteri penyebab berbagai penyakit. Biasakan melakukan 5 langkah ini di dapur Anda setiap hari, seperti yang dikutip dari Danone agar kesehatan keluarga Anda terjamin.
1. Mengatur Suhu dalam Kulkas
Temperatur di dalam kulkas sangat menentukan kondisi makanan yang disimpan. Jika terlalu rendah, akan menghilangkan kesegaran dan menurunkan kualitas makanan. Sementara jika suhu terlalu tinggi, bisa memudahkan bakteri berkembang biak, sehingga makanan terkontaminasi kuman dan menyebabkan penyakit.
Produk-produk susu seperti yoghurt dan keju harus disimpan dalam suhu sejuk sebelum dikeluarkan dari kulkas dan diolah. Begitu juga dengan daging, ayam dan ikan. Pastikan suhu kulkas berada antara 0 sampai 4 derajat Celcius. Untuk mencegah terjadinya freeze burn --makanan rusak akibat dehidrasi dan oksidadi karena udara-- simpan daging atau ayam di dalam wadah kedap udara.
2. Pencucian
Kebersihan dapur sangat ditentukan dengan cara pencucian peralatan masak yang benar. Permukaan dan perkakas masak sangat cepat terakumulasi bakteri, karena digunakan untuk memasak berbagai bahan makanan yang mungkin terkena kuman. Bakteri bisa menempel pada talenan, baskom, pisau, alat pengaduk bahkan tangan dan di bawah kuku Anda.
Perpindahan mikroba dari satu objek ke objek yang lain disebut kontaminasi silang. Tangan, permukaan tempat bekerja, pisau dan perkakas dapur lainnya, papan pengiris dan/atau pengiris mekanis, kain lap, wadah/bak pencucian dan hama adalah objek yang paling sering menjadi perantara terjadinya kontaminasi silang tidak langsung. Beberapa perantara ini akan memindahkan mikroba berbahaya ke seluruh bagian dapur.
Cara terbaik menghindari tersebarnya kuman penyebab penyakit dan keracunan adalah selalu mencuci perangkat masak sebelum, saat dan setelah makan. Sangat penting untuk selalu membersihkan talenan bekas memotong ayam atau daging yang akan digunakan juga untuk memotong sayuran. Begitu juga dengan pisau, baskom dan wadah pencucian. Selalu bersihkan setiap alat tersebut akan digunakan untuk mengolah bahan makanan yang berbeda.
3. Pisahkan Alat Masak
Untuk lebih mengamankan masakan Anda dari kontaminasi silang, ada baiknya memisahkan peralatan masak untuk bahan-bahan tertentu. Misalnya, sediakan dua talenan; satu untuk memotong daging, ikan dan ayam, satu lagi untuk buah dan sayur. Wadah untuk mengolah daging dan sayuran juga harus berbeda. Pembagian kecil ini akan menyelamatkan keluarga Anda dari penyebaran bakteri dan kuman.
4. Masak dengan Suhu yang Tepat
Pastikan Anda memasak dalam suhu yang tepat. Tingkatan suhu bisa berbeda antara bahan makanan yang satu dengan lainnya. Anda bisa menggunakan termometer khusus makanan untuk apakah makanan yang dimasak sudah mencapai suhu yang cukup untuk membunuh bakteri. Pada dasarnya, organisme berbahaya pada hampir semua masakan bisa mati pada suhu antara 60-82 derajat Celcius, menurut US Food and Drug Administration.
5. Selalu Baca Tanggal Kedaluwarsa
Selalu periksa tanggal kedaluwarsa makanan sebelum mengolahnya. Terutama untuk ikan, daging sapi, daging ayam dan telur.
(hst/eny)
Olahraga
Redam Getaran Raket Saat Bermain Tenis, Dampener Lucu Ini Bikin Feel Pukulan Lebih Halus!
Pakaian Wanita
Beragam Pilihan Motif Cantik Viscose Printed WMD dengan Bahan yang Adem dan Flowy
Pakaian Wanita
Ini 2 Pilihan Tas Kerja KLASI yang Fungsional, Muat Laptop, Barang Harian, dan Tetap Chic!
Pakaian Wanita
Casio LTP-V007L-7E2UDF, Jam Tangan Analog Wanita yang Elegan dan Minimalis
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ke Manapun Bawa Tumbler, Rossa Kolaborasi dengan Frank Green
Rasa Nusantara di Piring Cantik 'Pinggan Smarana' Karya Didiet Maulana
EVOPET Hadirkan Kemasan Life Cat & Ori Cat, Protein Lebih Maksimal
Viral Wanita Hobi Dandan, Kamarnya Justru Penuh Sampah dan Bau Busuk
Viral Penyewa Rumah Kabur Tinggalkan Gunungan Sampah dan Tunggakan
Most Popular
1
Para Pemeran Drama Korea Honour, Kisah 3 Pengacara dan Rahasia 20 Tahun
2
Ramalan Zodiak 22 Februari: Aries Lebih Tegas, Taurus Jangan Tersinggung
3
8 Kebiasaan Buruk Saat Puasa yang Diam-diam Bikin Berat Badan Naik
4
Lee Dong Wook Ungkap Alasan Single di Usia 44 Tahun, Jawabannya Bikin Syok
5
Putus Asa Tak Dapat Kerja, Pria Ini Sengaja Masuk Penjara Demi Bertahan Hidup
MOST COMMENTED











































