Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Skandal Epstein Seret Putri Mahkota Norwegia, Posisi Ratu Masa Depan Terancam

Tim Wolipop - wolipop
Rabu, 18 Mar 2026 07:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ASKER, NORWAY - MAY 17: Crown Princess Mette-Marit of Norway and Crown Prince Haakon of Norway celebrate National Day on May 17, 2016 in Asker, Norway.  (Photo by Ragnar Singsaas/Getty Images)
Putri Mahkota Mette Marit dan Putra Mahkota Haakon dari Norwegia Foto: Getty Images
Jakarta -

Enam minggu setelah dokumen kasus Jeffrey Epstein yang mengungkap kedekatannya dengan Putri Mahkota Mette-Marit, tekanan publik di Norwegia kian meningkat. Janji sang putri untuk memberikan penjelasan hingga kini belum terealisasi, memicu perdebatan publik soal masa depannya sebagai ratu.

Media Norwegia terus menelusuri dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Hasilnya, ditemukan foto, pesan, dan sejumlah file yang menunjukkan kontak intens antara Mette-Marit dan Epstein pada periode 2011 hingga 2013, setelah Epstein diketahui telah divonis dalam kasus eksploitasi seksual anak di bawah umur. Bahkan, terdapat catatan bahwa sang putri pernah berlibur di kediaman Epstein di Florida.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak istana sempat menyampaikan bahwa Mette-Marit mengutuk keras tindakan kriminal Epstein dan sangat menyesal tidak menyadari lebih awal siapa dirinya sebenarnya. Ia juga disebut akan memberikan penjelasan lebih rinci, namun hingga kini belum dilakukan dengan alasan kondisi yang sulit.

Di tengah skandal tersebut, pihak Istana semakin gencar mengekspos kondisi kesehatan sang putri, Dokter pribadinya, ahli paru Are Martin Holm, menjelaskan bahwa konferensi pers terkait kesehatannya yang memburuk hanyalah kebetulan bertepatan dengan rilis dokumen Epstein. Penyakit fibrosis paru yang dideritanya sejak 2018 dilaporkan semakin serius. Selain itu, putra sulungnya, Marius Borg, tengah menghadapi proses hukum di Oslo.

ADVERTISEMENT

Awalnya, publik dan media memberikan waktu dengan mempertimbangkan kondisi kesehatannya. Namun, diamnya pihak istana justru memperburuk persepsi. Krisis ini kini disebut sebagai yang paling serius sejak Mette-Marit menjadi bagian dari keluarga kerajaan Norwegia.

Menurut laporan NRK, sejumlah organisasi yang berada di bawah patronasenya mulai mempertimbangkan untuk mengambil jarak. Bahkan, ada yang telah memutus hubungan, seperti organisasi Sex and Society.

Tekanan ini bukan hanya berdampak pada reputasi pribadi, tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang perannya di masa depan sebagai ratu Norwegia. Sejumlah pihak menilai, tanpa penjelasan yang jelas dan meyakinkan, posisinya bisa semakin sulit dipertahankan.

Pakar komunikasi dan manajemen krisis pun mulai angkat bicara. Mereka menilai istana perlu segera mengambil langkah lebih terbuka untuk meredam spekulasi yang berkembang.

Sementara itu, pakar krisis asal Swedia, Paul Ronge, menyebut istana harus lebih dulu menentukan peran Mette-Marit ke depan sebelum memberikan klarifikasi penuh ke publik. Menurutnya, tantangan utama adalah apakah sang putri mampu menjelaskan secara kredibel sejauh mana hubungannya dengan Epstein.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads