ADVERTISEMENT

Marini Zumarnis Bisnis Busana Muslim, Angkat Tenun dan Batik Tasikmalaya

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 15 Okt 2022 15:15 WIB
Foto Marini Zumarnis yang mempunyai label hijab @mazuscarf. Foto Marini Zumarnis yang kini memiliki bisnis hijab dan busana. Foto: Dok. Instagram @mazuscarf.
Jakarta -

Aktris Marini Kartika Sari Zumarnis atau yang lebih dikenal dengan Marini Zumarnis lama tak muncul di layar kaca. Dia kini memilih untuk merambah ke dunia bisnis. Ia berbisnis fashion untuk hijab melalui label @mazuscarf dan busana @mazulabel.

Maruscarf mempunyai ciri khas desain hijab segi empat dengan berbagai pilihan motif. Selain itu ada mukena dan hijab polos yang bisa menjadi pilihan.

Pemeran Ibu Peri dalam sinetron Bidadari ini mengungkapkan alasan membuka bisnis hijab dan busana muslim. "Empat tahun yang lalu, idenya gara-gara anakku sudah mau sekolah ke luar negeri. Jadi aku mengurangi kegiatan dan aku kursus di Esmod. Dapat lah ilmu dari situ. Jadi, biar lebih banyak waktu di rumah dan berbisnis," ungkap Marini kepada Wolipop saat ditemui di acara Tudejul Vanilla Hijab, di Penthouse The Plaza Suite Grand Hyatt Jakarta, Kamis (13/10/2022).

Foto Marini Zumarnis memiliki label hijab dan busana.Foto Marini Zumarnis memiliki label hijab dan busana. Foto: Gresnia/Wolipop.

Wanita keturunan Bugis, Sulawesi Selatan dan Minangkabau, Sumatera Barat ini menjelaskan detail koleksi busana yang menjadi signature.

"Aku ada brand @mazuscarf dan @mazulabel. Aku lebih memang lebih ke bordir dan premium collection. Dari semua koleksi aku itu mengangkat tenun-tenun, batik, jadi sesuai dengan pangsa pasar aku," kata Marini.

Marini mengaku desain @mazulabel merupakan cerminan gaya busananya sehari-hari. "Selain aku mencari rezeki di situ, aku juga menaikkan kebudayaan Indonesia. Kalau menurut aku, mau bisnis itu yang kita suka dulu dan dipakai sehari-hari juga. Namanya bisnis kan ada up and downnya. Tapi kalau misalnya kita bikin sesuatu yang kita suka itu otomatis ya kita gak sedih banget. Sekaligus menggali kekurangannya lebih mudah," jelasnya.

Wanita kelahiran 24 Maret 1976 ini menuturkan bekerja sama degan pengrajin kain yang ada di Tasikmalaya, Jawa Barat. "Koleksi aku baju, dress, scarf dan baju casual. Semuanya bordir jadi aku memperkejakan pengrajin dari Tasikmalaya, semuanya handmade. Jadi, aku memberikan pekerjaan untuk mereka," ucapnya.

Foto Marini Zumarnis yang mempunyai label hijab @mazuscarf.Foto Marini Zumarnis yang mempunyai label hijab @mazuscarf. Foto: Dok. Instagram @mazuscarf.

Ibu dari Mohammad Daffa Wardhana ini juga menceritakan pengalamannya saat berkesempatan menampilkan karyanya di gelaran fashion ISEF 2022 di JCC.

"Kemarin koleksi aku tampil di ISEF dan berkolaborasi dengan desainer teman aku juga namanya Lia Soraya. Karena sekarang kan zamannya kolaborasi, tidak bisa berdiri sendiri. Semuanya kolaborasi dan saling support. Karena dari situ lah kita melihat brand luar besar kolaborasi dengan brand lain. Alhamdulillah desainnya berbeda. Aku ingin bukan desain Mazuscarf dan Mazulabel, jadi kolaborasi Lia dan Marini, konsepnya street wear," tutur Marini.

Pemain film Kun Fayakuun ini berbagi ide padu padan busana sehari-hari. Menurut Marini, tren hijab dan busana yang silih berganti sebaiknya sesuai dengan kepribadian diri sendiri dan jangan hanya mengikuti tren.

"Busana muslim itu kalau bajunya atasnya corak, bawahnya polos. Lalu sebaliknya, terus juga warna memperkenal warna misalnya biru cocok dengan warna apa, cream apa dan lainnya. Tren hijab segi empat atau lainnya, tidak semua muka cocok. Tidak semua tren cocok dengan muka kita. Jadi kalau misalnya tidak cocok ya jangan dipaksa," pungkasnya.

Selebriti Marini Zumarnis memiliki brand dengan koleksi premium @mazulabel .Selebriti Marini Zumarnis memiliki brand dengan koleksi premium @mazulabel . Foto: Dok. Instagram @mazulabel.
(gaf/eny)