ADVERTISEMENT

Kisah Pramugari Jadi Mualaf Usai Antar Jamaah ke Jedah, Pakai Hijab

Gresnia Arela Febriani - wolipop Kamis, 07 Jul 2022 14:15 WIB
Kisah perjalanan hijrah Nur ELisha Zulaikha viral di media sosial. Kisah perjalanan mualaf Nur Elisha viral di media sosial. Foto: Dok. Mstar.
Malaysia -

Setiap orang mempunyai kisah tersendiri ketika memilih untuk hijrah. Ada yang sejak awal sudah didukung keluarga dan kerabat terdekat. Seperti yang dialami oleh mantan pramugari ini, Nur Elisha Zulaikha. Dia bersyukur karena pilihannya untuk memeluk agama Islam mendapatkan restu kedua orang tuanya. Bukan hanya itu saja, ibunya juga mengingatkannya untuk salat dan membeli perlengkapan makan yang baru.

Wanita yang tinggal di Kuching, Sarawak, Malaysia ini menceritakan awal mula tertarik dengan agama dan umat Islam sejak usia remaja. Pada masa sekolah, Nur sering memakai baju kurung dan sang ibu sudah merasakan hasrat buah hatinya itu.

"Sejak sekolah menengah, saya tidak tahu kenapa saat saya lihat teman-teman yang Muslim hati berasa tenang dan begitu senang melihat mereka. Bermula dari situlah saya menjadi tertarik memakai baju kurung, sampai ibu saya bilang pakai baju kurung terus mau masuk Islam kah?" ungkap Nur kepada Mstar.

Kisah perjalanan hijrah Nur ELisha Zulaikha viral di media sosial.Kisah perjalanan hijrah Nur ELisha Zulaikha viral di media sosial. Foto: Dok. Mstar.

Nama asli Nur sebelumnya adalah Ellisca. Nur sebagai anak tunggal awalnya masih belum yakin akan keinginannya untuk pindah agama. Dulunya, dia juga sehari-harinya aktif bekerja sebagai pramugari.

Nur tak menyangka ketika bekerja, ia terpilih untuk membawa jamaah umrah ke Jeddah. Ketika mengurus penerbangan itu, usianya baru sekitar 21 tahun.

"Karena berbeda agama, saya mencari informasi tentang cara pakaian serta warna yang sesuai ketika berada di sana. Selain Google, saya juga mendapatkan pandangan dari teman-teman saya yang Muslim," tuturnya.

Nur antusias karena disuruh mengenakan busana muslim dan hijab saat itu. "Sampai di lokasi, saya merasa tenang dan entah mengapa pikiran serta hati terasa kosong," ucap Nur.

Kisah perjalanan hijrah Nur ELisha Zulaikha viral di media sosial.Kisah perjalanan hijrah Nur ELisha Zulaikha viral di media sosial. Foto: Dok. Mstar.

Setelah tugas ke Jedah, keinginan Nur untuk menjadi mualaf semakin besar saat dia akan menikah dengan pria yang kini menjadi suaminya. Anak pasangan Iban dan Bidayuh itu mengaku sudah beberapakali mendapatkan hidayah.

Dia pun memberanikan diri meminta izin ibunya untuk memeluk agama Islam. "Pada waktu yang sama, saya mengatakan bahwa telah bertemu dengan keluarga calon suami dan mereka sangat baik. Ibu terus bertanya dengan saya apakah saya betul-betul akan masuk Islam. Suaranya bergetar dan ingin menangis," kenang Nur.

Kisah perjalanan hijrah Nur ELisha Zulaikha viral di media sosial.Kisah perjalanan hijrah Nur ELisha Zulaikha viral di media sosial. Foto: Dok. Mstar.

Nur terus memberikan pengertian kepada kedua orang tuanya tentang pilihannya untuk menjadi mualaf. "Saya mengatakan hubungan keluarga tidak akan putus karena hanya agama saja yang pindah. Saya bilang tidak ada yang berubah, paling hanya cara beribadah dan larangan makanan," ujar Nur.

Pada malam yang sama, Nur menghubungi sang ibunya lagi. Nur terus membujuk ibu dan menghubungi ayahnya yang dikenal tegas.

"Ayah saat itu hanya diam saja kemudian dia bertanya dengan saya apakah betul saya ingin memeluk Islam. Tiga kali ayah ajukan pertanyaan yang sama. Saya mengatakan mualaf ini dari dalam diri sendiri bukan hanya karena ingin menikah saja," jelas Nur yang terus membujuk orang tuanya.

Sebelum mengakhiri panggilan telepon, sang ibu sudah memberikan restu untuknya menjadi mualaf. Nur Elisha pun mantap untuk mengucapkan dua kalimat syahadat di Hulu Selangor, Selangor, Malaysia pada 2020. Namun saat itu ayah dan ibunya tidak dapat hadir.

Saat merasa sedih, dia terkejut ketika ayahnya tiba-tiba menghubungi dan memberikan nasihat kepada Nur agar terus mempelajari agama Islam.

"Ayah berkata, apabila sudah masuk Islam jangan berhenti untuk belajar. Cari ilmu dan jangan mempermainkan agama Islam, seperti beberapa orang lain yang tidak belajar dengan baik sehingga akhirnya kembali ke agama asal," pesan sang ayah.

Sebelum pandemi, Nur masih aktif menjadi pramugari Air Asia di Malaysia. Pada saat pandemi melanda seluruh dunia, Nur kehilangan pendapatannya sebagai pramugari. Ia pun langsung banting stir membuka peluang bisnis. Ketika menjalani kehidupan rumah tangga, pihak maskapai kembali menawarkan pekerjaan, namun ia menolak karena ingin mendalami ilmu agama Islam.

(gaf/eny)