Guru Dipecat karena Pakai Hijab Saat Mengajar, Jadi Kontroversi

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 15 Des 2021 09:46 WIB
Foto Fatemeh Anvari. Foto Fatemeh Anvari. Foto: Dok. Twitter @LowDownNews.
Jakarta -

Sosok Fatemeh Anvari tiba-tiba menjadi perbincangan publik. Fatemeh merupakan seorang guru berhijab di Provinsi Quebec, Kanada. Ia diberitahu bahwa hijab yang ia kenakan bertentangan dengan aturan yang menjadi kontroversi.

Peraturan di Kanada menetapkan pegawai negeri tidak boleh mengenakan simbol agama ketika bekerja. Undang-undangan melarang seluruh pegawai negeri termasuk polisi, pengacara, hakim, sopir bus, dokter, pekerja sosial dan guru, mengenakan simbol agama seperti sorban, salib, dan hijab.

Ketika mengajar di kelas, Fatemeh sebagai seorang muslimah mengenakan hijab. Penampilannya itu langsung membuatnya dicopot dari pekerjaannya.

Dukungan untuk Fatemeh Anvari.Dukungan untuk Fatemeh Anvari. Foto: Dok. Twitter @LowDownNews.

Islamofobia yang masih terjadi di Kanada, membuat Fatemeh harus mengalami pencopotan tersebut. Undang-undang tersebut pun langsung menuai kecaman dari para kritikus karena dinilai tidak adil.

Dilansir dari Guardian, Fatemeh adalah seorang guru kelas tiga di sekolah dasar Chelsea di Quebec. Ia diberitahu pada awal bulan ini bahwa dia tidak akan lagi diizinkan untuk melanjutkan peran sebagai guru karena hijab di kepalanya bertabrakan dengan Bill 21, sebuah undang-undang yang disahkan pada 2019.

Undang-undang tersebut memiliki dampak besar pada wanita Muslim dan di sekolah-sekolah di provinsi tersebut, dimana 74,5% guru adalah wanita.

"Ini bukan tentang pakaian saya. Ini adalah masalah yang lebih besar... Saya tidak ingin ini menjadi hal pribadi karena itu tidak akan ada gunanya bagi siapa pun," kata Fatemeh kepada CTV News. "Saya ingin ini menjadi sesuatu di mana kita semua berpikir tentang bagaimana keputusan besar mempengaruhi kehidupan lain," tambahnya.

Pemecatan Fatemeh telah memicu protes di sekolahnya, siswa dan staf memasang pita hijau dan poster untuk mendukungnya. Keputusan untuk memecat Fatemeh dari kelas ditentang dan mereka meminta untuk menugaskannya kembali ke sekolah.

Pada hari Senin (13/12/2021), Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan tidak ada yang harus kehilangan pekerjaan mereka karena agama. Tetapi menolak untuk campur tangan atas kasus Fatemah. Dia tidak ingin menciptakan pertarungan antara Quebec dan pemerintah federal.

Justin Trudeau menjelaskan penting untuk memastikan bahwa warga Quebec sendiri yang sangat tidak setuju, bahwa seseorang dapat kehilangan pekerjaan mereka karena agama.

Pemimpin partai Demokrat baru Jagmeet Singh mengatakan kemampuan Fatemeh sebagai guru tidak pernah diragukan. "Tetapi karena penampilannya dan cara mereka berpakaian, dia tidak lagi bisa mengajar anak-anak ini. Itulah semua yang salah dengan undang-undang ini," ujarnya.

Fatemeh Anvari menegaskan jika hijab menjadi bagian dari identitasnya sebagai seorang Muslim.

"Ya, saya seorang Muslim, tetapi bagi saya, hijab memiliki arti lain bukan hanya identitas saya dan bagaimana saya memilih untuk mewakili diri saya sebagai orang yang kuat di dunia. Dan hijab adalah simbol agama di penghujung hari, jadi itu sebabnya ia memiliki konflik dengan hukum," tutup Fatemeh.

(gaf/eny)